Thursday, June 11, 2026

Bisnis Madu Trigona Menjanjikan, Permintaan Datang hingga Malaysia

Rekomendasi

Trubus.id— Budidaya lebah tanpa sengat atau trigona masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Tingginya permintaan madu trigona bahkan datang dari berbagai daerah hingga luar negeri. Namun, peternak harus mampu menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari musim hujan hingga ketersediaan pakan lebah.

Peternak lebah trigona asal Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Arfiansyah, membudidayakan sekitar 100 log dan 5 stup Heterotrigona itama. Ia memilih jenis itu karena populasinya melimpah di kawasan hutan sekitar tempat tinggalnya.

“Di sini kalau ke hutan-hutan yang paling banyak jenis itama. Jenis yang lainnya jarang,” ujar Arfiansyah.

Saat musim bunga melimpah, terutama pada Januari—Februari ketika rambutan, durian, dan mangga berbunga, Arfi mampu memanen hingga 50 kg madu. Namun saat musim hujan, produksi turun menjadi sekitar 20—30 kg karena sumber nektar berkurang.

Menurut Arfi, pada musim hujan ia bahkan kerap tidak memanen madu sama sekali. Pasalnya madu dibutuhkan lebah sebagai cadangan makanan agar koloni tidak kabur mencari sumber pakan lain.

Sebagian besar madu produksinya dijual secara grosiran. Arfi memasarkan madu itama seharga Rp120.000 per kg dengan minimal pembelian 10 kg. Pembelinya berasal dari Bandung, Bogor, Sumatra, Sulawesi, hingga Malaysia.

“Saya juga ada pesanan dari Malaysia, tetapi terkendala pengiriman,” ujarnya.

Untuk pengiriman luar daerah, madu dikemas menggunakan jeriken berlapis plastik dan diperkuat kotak kayu agar aman selama perjalanan. Sementara untuk penjualan eceran, ia menyediakan berbagai ukuran kemasan, mulai dari 500 ml hingga 1 liter.

Selain madu, Arfi juga menjual log koloni itama seharga Rp300.000—Rp850.000 tergantung ukuran dan kondisi koloni. Log yang sudah dipasangi topping dan siap produksi memiliki harga lebih tinggi dibanding log biasa.

Dalam sepekan, ia bisa menjual 3—5 log koloni. Bahkan terkadang mencapai 10 log per bulan tergantung banyaknya pesanan.

Menurut Arfi, tantangan utama budidaya trigona ialah menjaga kestabilan koloni. Ia pernah kehilangan koloni unggulan karena diduga terpapar panas matahari langsung.

Kini ia menyimpan log di bawah naungan kebun karet atau menambahkan atap seng agar stup terlindung dari panas dan hujan. Selain itu, semut, cecak, katak, tokek, hingga ular juga menjadi ancaman bagi koloni lebah trigona.


Artikel Terbaru

Pascapanen Tepat, Kunci Hasilkan Beras Sorgum Berkualitas

Trubus.id — Sorgum semakin dilirik sebagai sumber pangan alternatif karena kaya serat, bebas gluten, dan dapat diolah menjadi beras...

More Articles Like This