Friday, December 2, 2022

Bogos V Anniversary Contest 2009 Perang Saudara Demi Takhta

Rekomendasi

 

Ketiga jebolan farm di Temanggung itu harus berhadapan karena menjadi juara di masing-masing kelas. Masing-masing ikan memiliki senjata mematikan. Ranchu jumbo mengandalkan kelincahannya, sedangkan ryukin jumbo bermodal bentuk tubuh ideal. Kepala mungil dan hump-punuk-tinggi membuat penampilannya mempesona di mata juri. Namun, senjata-senjata itu tak mempan melibas pamor oranda jumbo.

‘Ranchu jumbo memiliki banyak kelemahan, sementara ryukin jumbo agak ketuaan,’ ujar EJ Sauw Khim, juri dari Jakarta Barat. Kelemahan ranchu antara lain ekornya sedikit miring. Sedangkan ryukin jumbo karena sudah tua tak seagresif saudara-saudara mudanya. Wajar oranda jumbo yang memiliki warna moncer dan ukuran paling besar dinobatkan sebagai GC.

Meski tergolong muda, berumur 2 tahun, panjang oranda jumbo mencapai 27 cm. Ranchu jumbo panjangnya 18 cm, sedangkan ryukin jumbo yang sudah veteran hanya 25 cm. ‘Tubuh bongsor oranda jumbo adalah bawaan gen,’ kata Jopie Samiaji, sang pemilik.

Junior ketat

Pertarungan sengit juga terjadi di kelas oranda junior. ‘Kualitas para pesertanya hampir seimbang,’ ujar Sauw Khim. Namun akhirnya, klangenan Arief dari Diamond Aquatic Depok, Jawa Barat, dinobatkan menjadi yang terbaik. ‘Bentuk tubuh maupun penampilan keseluruhan bagus,’ kata Abbas, juri dari Jakarta. Sayang, oranda hitam itu gagal sebagai young champion.

Langkah oranda itu dijegal kampiun ranchu junior dari Bens Aquarium, Jakarta. Selain bertubuh bagus, ranchu junior memiliki keunggulan warna. Warna oranda junior belum terbentuk sempurna, masih kehitaman. Sementara ranchu junior memiliki corak merah putih solid. Itu pula yang membuat 3 juri sepakat mendaulat ranchu junior sebagai young champion.

Meski gagal mendulang kemenangan di kategori junior, maskoki Diamond Aquatic unggul di kategori senior. Ryukin kaliko dari klub itu dinobatkan sebagai mature champion setelah menyingkirkan kampiun ranchu senior. ‘Ryukin kaliko menang secara keseluruhan,’ ujar Agus, juri dari Magelang. Sementara ranchu senior memiliki sedikit kelemahan. ‘Tulangnya agak lembek sehingga terlihat kurang kekar,’ kata Sauw Khim.

Pemain baru

Beberapa pemain baru turut meramaikan lomba yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-5 klub maskoki asal Magelang, Bogos itu. Lomba bertempat di Tropis Farm Magelang pada 20-22 Februari 2009 dengan total peserta mencapai 211 ekor. Mereka datang dari daerah Depok, Bandung, Yogyakarta, Magelang, Semarang, hingga Surabaya.

Selain orandanya dikukuhkan sebagai GC, Jopie Samiaji dari klub Bogos tampil sebagai overall champion-juara umum. Penghargaan itu diperoleh berkat kemenangan 4 maskokinya sebagai juara 1, 5 ekor juara ke-2, dan 4 ekor juara ke-3. Sementara Tropis Farm, sang tuan rumah mendulang 4 penghargaan juara I, 1 penghargaan juara II, dan 3 juara III. (Tri Susanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img