Tuesday, March 10, 2026

Bolehkah Berbuka Puasa dengan Gorengan? Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB

Rekomendasi
- Advertisement -

Gorengan kerap menjadi menu favorit saat berbuka puasa. Aroma yang menggoda dan rasa gurihnya memang sulit ditolak. Namun, kebiasaan berbuka puasa dengan gorengan saat perut kosong ternyata tidak dianjurkan. Alasannya, makanan tinggi lemak itu berisiko mengganggu kesehatan pencernaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz), IPB University, Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, M.Gizi. Dalam program IPB Pedia yang tayang di YouTube IPB TV, Karina menjelaskan bahwa gorengan umumnya mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi akibat proses penggorengan.

Berbuka puasa dengan gorengan sebaiknya dihindari. Lemak termasuk zat gizi yang lebih sulit dicerna dibandingkan karbohidrat. Karena digoreng, kandungan lemak pada gorengan menjadi tinggi sehingga proses pencernaannya pun memerlukan waktu lebih lama dibandingkan makanan sumber karbohidrat.

Sistem Pencernaan Perlu Adaptasi

Setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat cukup lama. Jika langsung menerima asupan tinggi lemak, kerja sistem pencernaan menjadi lebih berat. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, atau rasa mulas.

Selain itu, konsumsi gorengan saat perut kosong juga dapat memicu peningkatan asam lambung. Risiko ini terutama lebih terasa pada orang yang memiliki riwayat gangguan lambung. Dalam kondisi perut kosong, asam lambung cenderung meningkat sehingga menimbulkan rasa perih yang lebih kuat.

Boleh, Asal Tidak Berlebihan

Meski begitu, bukan berarti gorengan sepenuhnya dilarang saat berbuka puasa. Konsumsi gorengan tetap diperbolehkan dengan catatan tidak dilakukan saat perut benar-benar kosong dan tidak berlebihan.

Sebaiknya, perut diisi terlebih dahulu dengan makanan ringan atau makanan utama sebelum mengonsumsi gorengan. Memberi jeda waktu membantu sistem pencernaan beradaptasi sebelum menerima asupan lemak yang lebih tinggi.

Jumlahnya pun perlu dibatasi. Konsumsi makanan tinggi lemak secara terus-menerus dalam jumlah banyak berisiko menumpuk dalam tubuh dan dapat memicu obesitas. Jadi, pengendalian porsi menjadi kunci.

Kendalikan Konsumsi Sehari-hari

Pengendalian konsumsi gorengan tidak hanya penting saat berbuka puasa, tetapi juga dalam keseharian. Pola makan yang lebih terkontrol dan sehat akan memberikan dampak positif bagi kualitas kesehatan di masa mendatang.

Berbuka puasa dengan bijak bukan hanya soal melepas lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga sistem pencernaan tetap nyaman dan tubuh tetap sehat.


Artikel Terbaru

Optimasi Pakan untuk Meningkatkan Produksi Telur Puyuh: Protein Tinggi vs Pakan Fermentasi

Produksi telur puyuh sangat ditentukan oleh keseimbangan nutrisi dalam ransum harian, khususnya kadar protein kasar (crude protein). Dalam Jurnal...

More Articles Like This