Saturday, June 22, 2024

Buah Lokal Sumber Pendapatan dan Obat Masyarakat di Aceh Selatan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Sebanyak 16 dari 56 spesies buah tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal di wilayah Aceh Selatan menjadi obat-obatan tradisional. Bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit terutama daun, buah, kulit kayu, dan akar.

Daun banyak digunakan karena sangat mudah dikumpulkan daripada bunga dan buah. Contoh penggunaan daun jambu mete (Anacardium occidentale) untuk mengobati sakit gigi. Sementara untuk mengobati demam, masyarakat menggunakan daun sukun (Artocarpus altilis).

Untuk batuk dan diare, masyarakat menggunakan daun jambu biji (Psidium guajava). Masyarakat lokal Aceh Selatan menggunakan lebih dari satu spesies tumbuhan dalam pengobatan. Spesiesspesies itu sebagian besar memiliki satu atau lebih khasiat untuk kesehatan.

Contoh buah ceplukan (Physalis minima) yang digunakan masyarakat setempat untuk mengobati gusi berdarah, bisul, dan mag. Berdasarkan beberapa penelitian, spesies-spesies itu memang mengandung senyawa bioaktif dengan khasiat yang dapat digunakan untuk pengobatan.

Masyarakat mengolah bahanbahan herbal itu dalam bentuk infus, pasta, jus, dan bubuk kering dengan dosis yang tidak terstandar. Masyarakat juga memanfaatkan kayu tanaman buah itu sebagai kayu bakar.

Hal itu menunjukkan ketergantungan masyarakat lokal pada sumber daya tanaman yang tersedia untuk energi.  Harap maklum sebagian masyarakat desa di Aceh Selatan masih menggunakan kayu untuk memasak.

Beragam manfaat itu tentu saja berdampak pada ketersediaan tanaman buahbuahan di habitat asli. Ancaman berasal dari berbagai jenis aktivitas manusia seperti perluasan pertanian, kebakaran, pengumpulan kayu bakar, dan pemanenan selektif.

Menurut Dr. Adi Bejo Suwardi, S.Si, M.Si., Dosen di Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra, aktivitas pertanian dan kebakaran menduduki peringkat pertama dan kedua sebagai ancaman kelestarian buah-buahan itu di alam.

Dilanjutkan dengan pengumpulan kayu bakar dan pemanenan selektif menduduki peringkat ketiga dan keempat.  Adi menuturkan Banyak sekali pihak yang melakukan konservasi agar tanaman itu tetap lestari.

Sebagai konservasi in situ atau konservasi di dalam habitat, beberapa aturan adat masyarakat di Aceh, termasuk masyarakat lokal di Aceh Selatan telah ada sejak zaman dahulu kala. “

Contoh aturan itu ada larangan menebang pohon dalam radius 200 m dari tepi mata air, 100 m dari tepi sungai, dan 50 m dari tepi anak sungai,” kata Adi

Dalam adat istiadat Aceh, juga ada pantangan akses ke hutan atau hari-hari terlarang yang biasanya terkait dengan hari keagamaan.  Lebih lanjut ia menuturkan untuk konservasi ex situ atau konservasi di luar habitat asli, para pihak terkait bisa mendomestikasi dan menangkarkan spesies tanaman buah-buahan itu.

Mereka dapat mengintegrasikan tanaman buah-buahan asli dengan konsep agroforestri pada tanaman anggrek, pekarangan rumah, atau tanah pertanian. Integrasi pepohonan di lahan pertanian berdampak positif terhadap fisik dan komponen kimia tanah. Hal itu dapat melindungi pertanian dari erosi, meningkatkan iklim mikro, dan memberi manfaat untuk petani.

Petani bisa memanfaatkan pepohonan yang terintegrasi dengan lahan pertanian untuk penyediaan kayu bakar, arang, dan bahan bangunan.  Konsep konservasi ex situ itu telah diterapkan di berbagai wilayah Indonesia seperti konservasi kedawung (Parkia timoriana) di Taman Nasional Meru Betiri.

Contoh lain pengelolaan hutan kemiri (Aleurites moluccana) di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan dan penangkaran ex situ konservasi damar mata kucing (Shorea javanica) di hutan rakyat di Lampung. Selain melestarikan tanaman buah-buahan asli, konservasi ex situ juga dapat menyediakan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal di pedesaan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img