Monday, November 28, 2022

Buah Musa Alih Rupa

Rekomendasi

 

Olahan pisang yang tidak lazim itu hasil uji coba Ainia Herminiati, ST, MSi, peneliti Bidang Pangan dan Gizi Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BBPT2G) LIPI, Subang. Bukan tanpa musabab Ainia memilih olahan pisang. Banyak penelitian membuktikan kandungan gizi lengkap pisang cocok untuk ibu hamil, penderita anemia, diabetes, stroke, maag, dan perokok untuk mengurangi pengaruh nikotin. Karena mudah dicerna, pisang lazim jadi makanan bayi.

Pada zaman Romawi kuno pun Kaisar Octaviani Agustinus rajin menyantap anggota famili Musaceae itu. Pisang jadi sumber vitamin B6 tinggi penjaga kesehatan tubuh. Toh buat Ainia, manfaat pisang bukan sekadar itu. ‘Dengan kadar gizi lengkap dan sifat mudah dicerna pisang potensial diolah menjadi makanan untuk penderita autis,’ tutur alumnus Program Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor itu.

Alergi

Penelitian Dr Karely Hovarth dari Maryland School of Medicine, Amerika Serikat menunjukkan 55% anak autis yang diteliti memiliki enzim pencernaan di bawah normal. Kelainan pencernaan bisa disebabkan karena adanya lubang-lubang pada mukosa-selaput lendir-usus dan meningkatnya permeabilitas-kemampuan untuk ditembus-usus. Istilah lainnya leaky gut.

Pantas gluten dalam tepung terigu jadi pantangan penderita autis. Gluten merupakan polipeptida-protein rantai pendek-yang sulit dicerna sempurna. Makanya dalam keadaan normal hanya diserap sedikit lalu dibuang dalam bentuk feses. Kebocoran dan hipermeabilitas usus membuat protein yang belum tercerna sempurna itu akan terserap usus sehingga menyebabkan alergi.

Gluten juga merangsang munculnya bakteri candida yang menimbulkan gas, toksin, sembelit, kembung, dan diare. Dari 120 anak autis yang diteliti oleh dr Melly Budiman SpKj-psikiater sekaligus ketua Yayasan Autisma Indonesia, sekitar 112 anak alergi gluten dan makanan lain. ‘Otak yang keracunan logam berat menyebabkan sistem pencernaan anak autis tidak berjalan normal, termasuk tidak bisa mencerna gluten,’ kata dr Saraswati MPsi, dokter umum sekaligus psikolog di Malang yang aktif menangani autis.

Bebas gluten

Pisang tidak mengandung gluten. Buah asli Asia Tenggara itu merupakan sumber pati dengan serat rendah sehingga cocok diolah menjadi tepung pengganti terigu. Ketersediaannya pun melimpah. Semua jenis pisang bisa diolah menjadi tepung. Namun, yang paling baik jenis pisang siem karena kadar patinya tinggi. Banyak buah lain yang tidak mengandung gluten misalnya mangga, pepaya, jeruk, dan jambu. Hanya saja kandungan patinya sangat rendah sehingga sulit dibuat tepung.

Penelitian Ainia bersama Akmal Abbas-juga dari BBPT2G LIPI, Sugiyono (IPB), dan Rimbawan (IPB), menghasilkan formula pas untuk biskuit pisang yang aman bagi penderita autis. Biskuit itu dibuat dari bahan utama tepung pisang dan dekstrin-turunan pati-garut. Bahan itu ditambah dengan kuning telur, margarin, gula, vitamin B6, dan Essential Fatty Acid (EFA). Sebagai pewarna pengganti cokelat dipakailah carob-sejenis kacang-kacangan yang tidak mengandung feniletilamin dan tiramin yang menyebabkan alergi dan ketagihan.

Setelah diuleni jadilah adonan yang gampang dicetak. Bentuk cetakannya bisa bermacam-macam, misal menyerupai bunga atau bintang. Setelah dicetak dan dipanggang dalam oven, biskuit pisang siap dinikmati. Aroma pisang yang tercium pasti menggugah selera.

Uji praklinis dilakukan pada hewan percobaan tikus putih jenis sprague dawley yang telah diinduksi hormon pemicu autis sehingga menjadi autis. Uji itu menunjukkan biskuit pisang dengan perbandingan antara tepung pisang 75% dan pati garut 25% baik untuk penderita autis. Bobot badan sampel bertambah, tidak ada indikasi kebocoran usus, dan nilai protein terserapnya paling tinggi dibanding perlakuan yang lain. Uji klinis pada manusia belum dimulai.

Kerupuk

Olahan pisang unik kreasi BBPT2G yang lain adalah kerupuk pisang. Kerupuk dengan warna kecokelatan itu beraroma wangi pisang dengan tekstur renyah. Olahan lain yang tak kalah menarik selai, dodol, dan pasta. Selai dibuat dari daging buah yang dihancurkan dan digoreng dengan gula sampai liat agar awet. Sementara dodol dari bubur pisang yang diolah bersama tepung, santan, dan kelapa. Pasta dibuat dari awetan bubur pisang.

Bila ingin kreasi lain, pisang populer diolah menjadi sale, bentuknya bisa lembaran atau digulung. Di Mojokerto, Trubus menjumpai bola-bola pisang dengan kucuran sirup dan taburan wijen. Masih kurang juga? Melalui proses fermentasi kulit pisang diolah BBPT26 menjadi wine dan cuka. Ada juga yang mengolah bonggolnya jadi dendeng. Jantungnya jadi sayur. Bahkan di Bogor hati pohon pisang diolah jadi keripik. Maka jadilah Musa sp buah yang banyak rupa, banyak manfaat. (Nesia Artdiyasa)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img