Thursday, July 25, 2024

Budidaya Belut di Lahan Sempit dengan Kolam Bongkar Pasang

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Budidaya belut di lahan sempit menjadi angin segar bagi warga perkotaan yang sering terganjal keterbatasan lahan. Warga di perkotaan dapat menggunakan kolam belut yang ringkas. Bahan baku kolam itu berupa potongan pipa besi, air ledeng, dan terpal.

Menurut praktikus budidaya belut di Malang, Jawa Timur Agus kelebihan kolam dengan kolam pipa besi, panen cukup dengan membuka ikatan antarpipa sehingga terpal jatuh dan terbuka lebar.

Bahan pembuatan kolam mudah didapat. Selain pipa besi, Anda dapat memakai besi siku-siku, dan kawat tipis. Pipa berdiameter 1,5—2 cm masing-masing sepanjang 1 m dan 3 m dibuat seperti balok persegi panjang.

Setiap ujung pipa dibuat ulir untuk mengikat besi siku-siku saat menyambungkan antarpipa. Pipa tiang pancang dilebihkan sekitar 10 cm untuk ditanam sebagai pondasi. Agar kolam lebih kuat, di bagian tengah balok diberi tambahan 4 batang besi cor dan pipa besi yang panjangnya mengikuti ukuran setiap sisi kolam.

Untuk memperkuat pegangan terpal, dinding rangka diberi ram kawat. Terakhir terpal dipasang mengikuti bentuk kolam. Supaya bagian atas terpal tidak jatuh, setiap ujungnnya diikat kawat. Ikatan itu dipakai juga di beberapa titik sepanjang keliling atas kolam.

Jika ingin lebih kuat lagi, bagian atas terpal dipatok dengan kawat tebal berukuran di atas 2 mm. “Modal pembuatan kolam tidak sampai setengah juta rupiah,” kata Agus.  Anda dapat menggunakan media fermentasi untuk memelihara belut.

Bahan baku kolam dari potongan pipa besi. (Dok. Trubus)

Media berupa campuran jerami, pelepah pisang, kompos, pupuk kandang, dan lumpur, dibuat di luar kolam. Menurut Agus proses pematangan media berlangsung lebih cepat. Jika mematangkan di kolam waktunya bisa lebih dari sebulan. Ia menuturkan itupun belum  tentu semuanya menjadi matang.

Media dibuat dengan mencacah jerami dan pelepah pisang. Cacahan itu lantas dicampur kompos dan pupuk kandang, lalu disiram konsentrat mengandung mikroorganisme pengurai sebanyak 50 cc/10 l air. Campuran itu dijemur hingga kering, kemudian disungkup terpal sekitar 3 pekan.

Media sudah jadi dibarukan setebal 60 cm, kemudian tutup dengan lumpur setinggi 15 cm. Tambahkan air pada media itu hingga ketinggian 3 cm. Tujuannya agar media selalu basah sesuai habitat asli belut.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img