Wednesday, February 8, 2023

Budidaya Secara Organik Mampu Meningkatkan Rendemen Nilam

Rekomendasi

Trubus.id — Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Oleh karena itu, pembudidaya tentu menginginkan rendemen nilam yang tinggi dan berkualitas. Berikut ini cara petani menaikkan rendemen nilam.

Nyoman Pujiartha, petani di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, mampu mendapatkan rendemen nilam hingga rata-rata 2,5 persen. Artinya, penyuling memperoleh 2,5 kg minyak dari 100 kg bahan baku daun nilam layu.

“Rendemen itu terhitung bagus dibandingkan dengan penyuling lain yang hanya 2 persen,” kata, Nyoman.

Rendemen pada penyulingan minyak asiri merujuk pada rasio jumlah minyak yang dihasilkan dibandingkan dengan bahan baku yang masuk ke dalam ketel. Adapun kandungan patchouli minyak nilam milik Nyoman sekitar 35–40 persen. Kandungan patchouli alkohol menjadi acuan utama penentu kualitas minyak nilam.

Nyoman mengatakan, kenaikan rendemen nilam dipengaruhi beberapa hal, seperti varietas, cara panen, penjemuran, penyulingan, dan intensitas matahari saat penanaman. Selain itu, ia membudidayakan nilam secara organik dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku utama pupuk.

Selain kotoran sapi, pupuk organik racikan Nyoman berisi bahan lain seperti molase dan dedak. Sejatinya, budidaya nilam tergolong mudah. Pemupukan sekali sebulan. Ia juga memberikan air cucian beras (leri) sebagai tambahan nutrisi.

Menurut Nyoman, budidaya secara organik membuat kualitas nilam meningkat terutama dari segi rendemen. Aspek lain, cara panen juga memengaruhi rendemen. Biasanya, Nyoman memilih daun tua yang mulai menguning dan kering pada bagian bawah tanaman.

“Rumpun siap panen tingginya lebih dari 60 cm,” ujar Nyoman.

Hal itu menjadi salah satu penentu rendemen tinggi yang didapatkan lantaran kandungan pathcouli banyak terdapat di daun. Setelah dipanen, Nyoman mengeringkan daun dan batang nilam.

Menurut mitra Nyoman, Yan Supayasa, pengeringan sebaiknya tidak langsung di bawah sinar matahari, tetapi di tempat yang ternaungi. Cukup dikeringanginkan saja. Jika langsung di bawah sinar matahari, kandungan patchouli akan menguap.

Pengeringan nilam berlangsung sepekan. Penyusutan daun layu berbagai varietas nilam sekitar 25 persen dari daun segar. Artinya, 100 kg daun dan batang layu berasal dari 400 kg segar.

Dalam satu rumpun umumnya dipanen 2–3 kg bahan baku basah. Menurut Nyoman, sebaiknya bahan baku basah lebih diutamakan bagian daun.

“Kandungan minyak banyak terdapat di daun jadi upayakan perbandingannya 60 persen daun dan 40 persen batang dan ranting,” kata Nyoman.

Saat penyulingan pun banyak hal yang perlu diperhatikan antara lain penggunaan kayu bakar, pendinginan, dan kerapatan penutupan ketel.

Upayakan kayu bakar yang digunakan benar-benar kering agar pemanasan berlangsung optimal. Begitupun pendinginan yang harus dilakukan secara cepat agar sedikit minyak yang menguap. Dengan perlakuan itu, membuat rendemen nilam akan lebih tinggi.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img