Friday, December 2, 2022

Bugar Lewat Suplemen Herbal

Rekomendasi

Aktivitas padat memang menuntut ketahanan tubuh prima. Bupati keturunan Raja Puri Gianyar itu meyakini herbal yang dikonsumsi mampu membantunya tetap segar dalam menghadapi kesibukan di kantor. Sejak meminum suplemen itu, Anak Agung Gede Agung Bharata hampir tidak pernah terserang flu, sakit kepala, apalagi penyakit berat. Tubuhnya seakan sudah kebal dari gangguan penyakit.

Di tengah kondisi lingkungan yang penuh polutan, kekebalan tubuh memang menjadi motivasi konsumen mengasup suplemen herbal. Itu dibuktikan dengan gerai-gerai penjualan suplemen herbal untuk ketahanan tubuh menjamur di berbagai kota. Sebut saja Health Store Kimia Farma (KF). Menurut Sahat Saragi, manajer Health Store KF Menteng Huis, Cikini, Jakarta Pusat, penjualan suplemen mencapai 30% dari total penjualan di Health Store.

Sebagian besar penjualan didominasi suplemen peningkat kualitas kesehatan, termasuk produk untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Konsumen mencari produk yang mengarah pada usaha promotif dan preventif, meningkatkan kekebalan sekaligus mencegah penyakit datang, tutur Sahat.

Herbal dipilih

Menurut Sahat Saragi, sebagian konsumen di tanahair memilih suplemen herbal. Dengan proses produksi pabrikan, suplemen itu semakin mudah diaplikasikan lantaran dikemas praktis dan berbentuk bahan instan. Misalnya suplemen berbahan temulawak, tersedia dalam bentuk ekstrak kapsul maupun minuman seduh. Lebih praktis, ujar apoteker lulusan Universitas Sumatera Utara, Medan, itu.

Contoh lain susu kambing yang diwujudkan dalam bentuk tablet. Dulu orang yang peka dengan bau anyir tidak bisa mengasup susu kambing. Tetapi sekarang dengan bentuk tablet tidak ada kendala, ucap Chandra Rini, bagian pemasaran DII. Dengan sajian instan dan kemasan lebih menarik, wajar bila suplemen herbal naik daun. Penjualan Goat`s Milk, nama dagang suplemen susu kambing yang diproduksi Diamond Interest Internasional (DII), pun mengalami peningkatan signifikan.

Chandra menuturkan penjualan produk suplemen herbal mampu menggelembungkan omzet perusahaan DII. Pada Mei 2006 omzet penjualan baru sebesar Rp150-juta, tetapi pada tahun 2007, di bulan yang sama, penjualan suplemen herbal yang berjumlah 70 item itu mencapai Rp200-juta.

Back to nature

Menurut Deny Wahyudi, manajer produk suplemen KF, peningkatan penjualan suplemen herbal tidak lepas dari tren back to nature yang kembali menghangat. Konsumen mulai kembali mencari produk-produk berbahan alami ketimbang obat kimia. Dokter pun mulai meresepkan herbal, tutur pria yang bergabung di Kimia Farma sejak 2004 itu. Lantaran itu ia optimis penjualan produk herbal dapat tumbuh 100%.

Senada dengan pendapat Rubiyantoro, herbalis dari Kampoeng Herba di Bekasi, banyaknya konsumen yang beralih ke herbal lantaran risiko efek samping penggunaan herbal lebih rendah. Makanya industri farmasi besar seperti Indofarma, Sakafarma, dan Phapros pun ikut merambah produk herbal.

Keputusan itu juga diambil KF. Pemain lama di indutri farmasi itu mengeluarkan suplemen berbahan alami dari herbal-herbal di tanahair. Ada 11 item suplemen, kata Deny. Salah satunya Fituno, suplemen yang ditujukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh berbahan morinda. Ada juga Asifit, suplemen untuk ibu menyusui yang diramu dari daun katuk.

Selain produk lokal, KF memboyong produk Nature Pristine dari Kanada. Isinya tidak lain serangkaian suplemen kesehatan berbahan alami, di antaranya, eye factors yang terbuat dari ekstrak wortel dan billberry. Sementara PT KK Indonesia memperkenalkan suplemen herbal asal Jepang yang mengandung antioksidan tinggi, Niwana SOD.

Niwana SOD yang berwujud serbuk halus itu dibuat dari bahan alami seperti teh hijau, kedelai, biji wijen, gandum, kulit beras, hatumogi, jeruk yuzu, dan koji. SOD merupakan antioksidan penangkal radikal bebas yang terdapat dalam tubuh.

Menurut Ihsan Ul Amri, konsultan produk KK Indonesia, Niwana SOD mampu merangsang kerja SOD yang ada dalam tubuh sekaligus menggantikan SOD yang berkurang seiring bertambahnya usia. Dengan kemampuan antioksidannya, Niwana SOD berkhasiat mengatasi berbagai penyakit degeneratif seperti jantung koroner, ginjal, dan diabetes, serta meningkatkan ketahanan tubuh.

Optimis

Menanggapi menjamurnya produk suplemen di pasaran, Sahat mengatakan produk suplemen herbal tertentu akan tetap berkibar bila memang dibutuhkan masyarakat. Itu tergantung kemampuan suplemen mengedukasi masyarakat, tambahnya. Kebutuhan mengedukasi konsumen diakui pula oleh Chandra. Dengan mengetahui manfaat produk bagi kesehatan, konsumen lebih yakin memilih suatu produk suplemen, katanya.

Semakin berkembangnya pasar suplemen alami, tentu memancing pesaing baru bermunculan. Itu tidak masalah, biarkan masyarakat memilih yang terbaik, ungkap Chandra optimis. Baginya keputusan ada di tangan konsumen. Misalnya ketika seorang pasien dihadapkan pada pilihan berbagai supelemen. Saran yang diberikan ahli nutrisi hanya bersifat pengetahuan: agar suplemen yang diasup tidak bertentangan dengan obat dokter yang juga dikonsumsinya.

Suplemen yang dianjurkan dokter biasanya bersifat sebagai penunjang. Menurut dr Linny Utami, suplemen dibutuhkan dalam masa penyembuhan. Jangan hanya menggantungkan obat, kata dokter lulusan Fakult as Kedokteran, Universitas Gadjah Mada itu. Asupan nutrisi lengkap yang diperoleh dari suplemen juga dibutuhkan agar mempercepat proses penyembuhan.

Lalu kapan suplemen dihentikan? Ketika asupan gizi sudah seimbang, yang ditandai dengan daya tahan tubuh kuat, papar Linny. Namun, ia mengingatkan asupan suplemen harus sesuai kebutuhan masing-masing individu agar efi sien dan tepat sasaran. Itulah yang dilakukan Anak Agung Gede Agung Bharata. Ia mengkonsumsi suplemen untuk mengimbangi aktivitasnya yang kelewat padat. (Kiki Rizkika)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img