Monday, August 8, 2022

Bukan Teroris

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Toh demi tabulampot lengkeng kesayangan, politikus sebuah partai politik yang kini tengah populer itu memberanikan diri membeli langsung ke produsen. Beruntung bahan yang diincar didapat. Selembar surat pernyataan dari produsen – bahwa KClO3 hanya digunakan untuk pupuk – menemani ayah 5 anak itu pulang ke kediaman di Kampung Tegalkuning, Subang. Tanpa surat bisa-bisa Rizal disangka teroris pembuat bom.

Apadaya setelah potassium klorat didapat bukan buah yang makin lebat malah 4 tabulampot lengkeng mati perlahan. Diduga dosisnya berlebih dan posisi pemberian terlalu dekat dengan batang. Lagipula menurut Sobir, PhD, pingpong dan diamond river tidak perlu dirangsang. ‘Percuma karena sifatnya memang sudah gampang berbuah,’ tuturnya.

Pada 2007 itu Rizal pun merelakan 4 tabulampot senilai Rp20-juta melayang. Toh kelahiran Subang 4 September 1967 itu tidak kapok. Awal 2008 ia kembali memboyong 4 diamond river, 1 pingpong, 1 itoh, dan 1 jenis lokal. Demi mendapat tanaman terakhir Rizal rela mendongkel sendiri pohon dari lokasi di Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Padahal lengkeng umur 5 tahun itu belum sekalipun berbuah. ‘Daripada dibuang pemiliknya, mending saya rawat,’ tuturnya. Semua itu demi memuaskan impian sang calon legislatif menikmati lengkeng dari halaman rumah. (Evy Syariefa/Peliput: Faiz Yajri)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img