Friday, August 12, 2022

Cantik Caladium di Taman Indah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pemandangan itulah yang terhampar waktu Trubus berkunjung ke Chachaongsao pada penghujung 2006. Di salah satu sudut provinsi berjarak 100 km timur Bangkok itu keladi ditata apik membentuk taman. Di dekat pintu masuk, terlihat keladi-keladi bernuansa merah mengisi ruang yang dibatasi semak jenis teh-tehan berdaun hijau. Penampilannya jadi terlihat kontras.

Masuk ke dalam, ada jenis putih dengan aksen tulang daun hijau dan cokelat dipadukan dengan sejenis nolina berdaun hijau. Sebuah padu-padan yang selaras. Di sudut lain, melulu keladi yang dipakai. Caladium merah ditanam berselang-seling dengan jenis hijau.

Sayang, pada kunjungan itu Thailand tengah digempur cuaca panas. Keladi jadi malas memunculkan daun ketimbang saat hujan datang. Penampilan taman jadi tidak prima. Mau tak mau ingatan Trubus melayang ke sebuah rumah peristirahatan di kawasan Cipanas, Cianjur. Di sana, sudut keladi-meski mungil-tampil prima. Keladi berdaun merah pekat, merah muda, putih, hijau bersaput merah terlihat mencolok. Daun-daunnya rimbun dengan warna cerah dan terlihat segar.

Senang air

Keladi senang air, makanya di musim hujan penampilannya lebih bagus, tutur Ir Hari Harjanto, perancang taman di Depok. Bila kekurangan air, daun menguning dan layu. Lama-kelamaan tinggal menyisakan umbi. Itu yang terjadi di musim kemarau.

Daun baru bakal bermunculan kembali bila musim hujan tiba. Tapi sebetulnya dengan perawatan tepat, taman keladi bisa dinikmati sepanjang tahun, ujar Benny. Caranya, kebutuhan air harus terpenuhi. Pemilik taman di Cianjur meletakkan keladi-keladi dalam pot di atas tatakan air. Bisa juga dengan menambahkan gel yang sifatnya memegang air ke dalam media, kata Ir Yos Sutiyoso, ahli fisiologi tumbuhan yang juga praktisi tanaman hias. Itu dibarengi dengan tanah yang gembur dan banyak humus.

Di negara 4 musim, daun keladi bertumbangan di musim gugur. Sebelum membeku terkena udara musim dingin, umbi digali lalu disimpan di ruang bersuhu hangat. Begitu musim semi tiba, umbi-umbi itu siap ditanam lagi. Memasuki musim panas, daun-daun cantik telinga gajah, elephant ear-begitu sebutan di sana-kembali menghias taman.

Umbi lebih rimbun

Di tanahair, musim hujan waktu tepat untuk mulai menata taman keladi. Umbi ditanam, dalam 8 minggu daun pun bermunculan. Kalau mau instan, pakai keladi yang sudah ditanam di pot, kata Benny. Syaratnya jangan buang media asal. Lalu siram terus-menerus sampai akar menjulur keluar bola akar menuju tanah. Namun, kelebihan penanaman dengan umbi, daun biasanya lebih rimbun dan kokoh.

Posisi keladi sebaiknya di lokasi ternaungi 50%. Cahaya matahari berlebih menyebabkan warna daun pudar. Makanya di Chachaongsao, seluruh kebun dinaungi shading net dengan kerapatan hingga 65%. Di Orchids Garden, Singapura, keladi berwarna merah dan merah muda kehijauan dipadukan dengan paku-pakuan di lokasi lembap dan ternaungi.

Yang bercorak putih dengan kelir hijau ditata di tempat lebih panas. Supaya cepat rimbun, Benny menyarankan menanam jenis-jenis yang rajin berdaun. Lazimnya itu keladi asal Florida, Amerika Serikat. Jenis itu juga punya batang kekar sehingga tidak gampang loyo.

Di kediaman Saiyut Noi Cha Roen di Banpoo, Chachaongsao, sepot keramik besar dipenuhi keladi menghias halaman depan. Di halaman samping pot-pot lebih kecil ditata berjejer. Waktu berkunjung ke Suan Luang-dalam bahasa Thailand berarti Taman Raja-di Bangkok, terlihat pot-pot keladi yang ditata menjadi taman indoor. Si telinga gajah, indah di taman, cantik di pot. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img