Monday, August 8, 2022

Cantik Setelah Beralih Rupa

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Perubahan rupa aglaonema seperti pride of sumatera milik Supeno Rahman itu terjadi lantaran ia kerap diperbanyak secara vegetatif, yakni setek batang. Sel-sel mutasi yang sebelumnya dorman, terpicu bangun dan membentuk tunas yang mengalami penyimpangan. Perubahan berupa warna, gurat daun, dan bentuk daun yang berlainan. Namun, aglaonema mutasi jarang diperoleh. ?Dari 5.000 pot hanya 2 pot yang seperti itu (mutasi, red),? ujar Supeno.


Nun di Bogor, Dr Purbo Djojokusumo juga memiliki aglaonema berpenampilan nyeleneh . Di antara 1. 000 pot pride of sumatera terdapat 30 pot yang beralih rupa. Daun berwarna merah muda, kuning, dan hijau bergaris merah. Bak mendapat harta karun, aglaonema-aglaonema itu dikumpulkan di tempat khusus. Di Bogor yang berhawa dingin, dengan pemberian naungan lebih tebal, kontrol kelembapan, pupuk, dan hama, Purbo berharap mutasi itu langgeng.

Asa itu bak terempas ke batu karang saat pucuk baru yang muncul sebagian hijau. Dua-tiga bulan kemudian malah warnanya hijau total. Untung dewi fortuna masih berbaik hati pada pencinta tanaman berprofesi dokter itu. Sebanyak 6 pot bertahan dengan penampilan barunya: daun berwarna merah muda, krem, dan bertotol hijau. Mereka tak kalah indah daripada sri rejeki mutakhir asal Thailand yang didominasi warna cerah. Pantas banyak hobiis yang berani membeli pride of sumatera itu Rp1-juta – Rp1,5 juta per pot tanaman berdaun 10 ?15 lembar. Padahal, mereka lazimnya dihargai Rp200.000.

Kasus mutasi juga Purbo temukan pada donna carmen. Lazimnya, daun sri rejeki itu berwarna hijau bintik kuning dengan tulang daun merah. Ketika mengalami mutasi ia berubah jadi warna kuning dan merah muda.

 

12 daun

Aglaonema mutasi juga dikoleksi Soeroso Soemapawiro di Pondokindah, Jakarta Selatan. Lipstik miliknya sempat membingungkan juri pada lomba tanaman hias yang diselenggarakan di Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP), Jakarta Timur, pada Februari 2006. Juri menyangka dalam satu pot ada 2 jenis aglonema berbeda. Wajar bila juri beranggapan demikian, karena anakan yang muncul memiliki motif yang 180? beda dengan induk. Lazimnya, daun lipstik berwarna hijau polos dengan pinggir merah. Namun, chinese evergreen milik Soeroso berbercak merah.

Menurut Benny Tjia di Bogor, mutasi yang terjadi pada lipstik itu termasuk dalam kategori periclinal chimera . Diawali dari satu sel yang mengalami penyimpangan. Kemudian sel itu membelah dan lama-kelamaan membentuk jaringan. Jika tunas tumbuh dari jaringan itu, akan dihasilkan bentuk yang beda dari induknya. Bentuk yang beda dari induk itulah yang disebut periclinal chimera . Mutasi yang terbentuk biasanya relatif stabil sehingga dapat diperbanyak secara vegetatif.

Berdasarkan pengalaman Purbo, mutasi bersifat permanen saat tanaman berdaun 12 lembar. Terbukti pride of sumatera mutasi berdaun 22 lembar milik Suhandono, di Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan, tetap cemerlang kuning, hijau bergaris merah. Sebaliknya donna carmen berdaun 2 helai berwarna merah cemerlang koleksi pemilik Kusuma Flora itu mengeluarkan pucuk kuning kehijauan.

Kasus mutasi memang kerap ditemukan pada donna carmen dan pride of sumatera yang lawas dan asli Indonesia. Namun, si cantik yang beralih rupa juga Trubus temukan pada siamese rainbow ? sebutan untuk aglaonema asal Thailand – jenis-jenis dari Taiwan, dan Amerika. Perubahan itu tak melulu menjadi merah, tetapi juga putih atau cokelat yang langka. Contohnya snow white koleksi Harry Setiwan di Durensawit, Jakarta Timur. Kerabat alokasia itu beralih rupa jadi putih atau kuning polos. Ah, para mutan terus menebar pesona. (Syah Angkasa dan Rosy Nur Apriyanti)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img