Monday, August 8, 2022

Cara Aman Pakai Zat Pengatur Tumbuh

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pada Februari bahan aktif paklobutrazol disiramkan ke lubang sedalam 10 cm mengelilingi batang berjarak 20-30 cm. Setiap tanaman mendapat 20 ml ZPT yang dilarutkan dalam 3 l air. Itulah cara aman menggunakan perangsang bunga dan buah.

 

Sejatinya tak ada yang istimewa dari teknik pemberian ZPT yang dilakukan H Ardi. Namun, 2 tahap sebelumnya-pemangkasan dan pemupukan-kerap dilupakan. Akibatnya, bukannya tanaman terangsang berbunga lalu berbuah, tapi malah meranggas dan merana. Pengaruhnya pun panjang. Pertumbuhan stagnan alias kerdil selama 2-3 tahun pascaaplikasi. Tak jarang langsung mati 1-2 bulan kemudian.

Menurut Ir Wijaya MS, pakar buah di Bogor, cara yang dilakukan Ardi sangat tepat. ‘Pemangkasan dan pemupukan seimbang dilakukan untuk menyuburkan tanaman. Pertumbuhan vegetatif bakal optimal,’ ujar mantan peneliti di Kebun Percobaan Buah-buahan, Cipaku, Bogor, itu. Dua tahapan itu penting karena bahan aktif paklobutrazol mempunyai cara kerja unik untuk merangsang bunga.

Paklobutrazol merangsang bunga dengan menekan pertumbuhan vegetatif. ‘Karena vegetatif terhambat, maka tanaman memasuki fase generatif alias pembungaan,’ kata Wijaya. Itulah sebabnya, bila tanaman tak subur, pertumbuhan tunas dan pucuk bakal terhambat hingga 1-2 tahun. Lantaran itu Sobir PhD, peneliti di Pusat Kajian Buah Tropis (PKBT), Bogor, selalu mengingatkan agar penggunaan paklobutrazol mesti berhati-hati.

Panen awal

Penelusuran Trubus, pemupukan ala Ardi itu baru populer di Majalengka dan Sumedang, Jawa Barat. ‘Dulu ZPT langsung diberikan. Tanaman malah kerdil dan merana,’ kata Keme, pekebun mangga di Sumedang. Paklobutrazol pun menjadi ‘barang haram’ di kalangan pekebun mangga. Namun, itu semua berubah sejak cara pemangkasan dan pemupukan diperkenalkan 2 tahun silam. Nama dagang ZPT berbahan aktif paklobutrazol seperti Patrol dan Golstar mulai akrab di telinga pekebun rakyat.

Menurut Hikmat Sumantri, pakar mangga di Majalengka, sejak cara pemakaian paklobutrazol secara aman diperkenalkan, maka musim mangga di Majalengka dan Sumedang bergeser lebih awal 3 bulan. ‘Banyak pekebun bisa panen Juli-Agustus. Padahal, panen raya jatuh pada Oktober-November. Harga yang diperoleh jadi lebih tinggi, 2-5 kali lipat,’ katanya. Nun di Rembang, Jawa Tengah, tren serupa berlangsung sejak 5 tahun silam. Sebut saja Suyoto dan Syafiin yang setia memakai paklobutrazol sejak 2002.

Pascaaplikasi paklobutrazol, ada tahapan lain yang tak boleh dilupakan. ‘Bila bakal bunga telah keluar dan belum mekar, semprotkan pupuk daun yang kaya hara mikro,’ kata Ardi. Empat puluh hari kemudian-saat buah muda seukuran ibu jari orang dewasa-perlakuan serupa diulang. Penyemprotan saat bunga mencegah kerontokan dan saat buah muda meningkatkan kualitas buah. Dengan cara itu, setelah buah dipanen pertumbuhan tanaman tidak akan stagnan.

Hormon organik

Tren penggunaan ZPT untuk tanaman buah tak hanya di pekebun mangga. Di Jember, Jawa Timur, ada Tukiman, pekebun jeruk keprok, yang menggunakan ZPT sejak setahun silam. ‘Tanaman belajar buah lebih cepat,’ katanya. Bedanya, ZPT yang digunakan bukan berbahan aktif paklobutrazol, tapi paduan auksin, giberelin, dan sitokinin berbahan baku organik.

Paduan auksin, giberelin, dan sitokinin yang dikenal dengan sebutan hormonik itu disemprotkan sebulan sekali dengan dosis 1-2 cc per l. Penyemprotan ZPT itu berbarengan dengan pemberian pupuk daun agar tanaman tidak stres. Sebanyak 50 tanaman jeruk mulai belajar berbuah pada umur 13 bulan. Biasanya umur 3-4 tahun. Hormon itu dipakai setelah tanaman diberi pupuk dasar.

Tukiman menyebut setiap tanaman membutuhkan 300 g Urea, 150 g SP 36, dan 10 g ekstrak pupuk organik. Pupuk itu dilarutkan dalam 2 l air dan disiramkan di bawah tajuk. Pemberian 1-2 kali setahun. Di Pare, Kediri, ada Tarjo yang menggunakan Hormonik untuk membungakan pepaya saat musim hujan, Februari-Maret. ‘Biasanya bunga sedikit karena rontok oleh hujan. Dengan ZPT bunga yang rontok berkurang 50%,’ ujarnya. Maklum, selain merangsang bunga, auksin menghambat perubahan sel-antara tangkai bunga dan ranting-yang cepat menjadi gabus alias mati.

Menurut Ir Hana Indra Kusuma, direktur PT Natural Nusantara Yogyakarta, penggunaan ZPT organik di tanaman buah memang mulai ramai dilakukan. ‘Untuk merangsang bunga ia dipakai saat tanaman memasuki fase generatif, tapi tak berbahaya meski dipakai di masa vegetatif,’ ujar master agronomi dari Fakultas Pertanian UGM itu. Musababnya, selain berperan dalam fase pembungaan, auksin, giberelin, dan sitokinin pun diperlukan pada fase vegetatif. Misalnya, sitokinin berperan merangsang tunas.

Begitulah penggunaan berbagai macam zat pengatur tumbuh pada tanaman buah. ‘Prinsipnya, sehatkan tanaman sebelum ZPT diberikan dan ikuti dosis yang dianjurkan, kata Hikmat. Kekhawatiran tanaman mati karena penambahan hormon eksogen pasti tak akan terdengar lagi. Seperti Ardi yang selalu tenang menanti panen di beranda rumahnya sambil menghirup secangkir kopi dan sebatang rokok. (Destika Cahyana/Peliput: Hermansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img