Thursday, August 18, 2022

Cara Bijak Kawin Massal

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Selama ini kawin massal memang cara populer mendongkrak produksi lobster. Namun, bila tidak cermat mengikuti prosedur jangan harap kawin massal bisa mencetak banyak benih.

Kawin massal yang banyak diterapkan sejak pertengahan 2005 memang memberi harapan baru mencetak benih skala besar. Bayangkan dari kolam berukuran 1,2 m x 1 m yang ditebar 6 set induk bisa diperoleh 4.500 anakan Cherax quadricarinatus. “Tingkat kanibalisme pun kecil hanya sekitar 10%,” ujar Cuncun Setiawan, pelopor teknik kawin massal di Tangerang itu.

Menurut Puji Kurniawan, selama ini tingkat kematian benih pada kawin massal cukup tinggi, mencapai 60%. “Kebanyakan peternak tidak telaten. Terutama perlakuan menentukan saat tepat memisahkan induk selesai kawin atau menggendong anakan,” ujar pemilik Misri Farm di Cimanggis, Depok, itu. Wajar bila kemudian peternak memilih mengawinkan dalam akuarium dengan jumlah induk terbatas, 1—2 set (1 set: 5 betina dan 3 jantan, red).

Tahu prosedur

Kesulitan kawin massal pun diakui peternak di lumbung lobster air tawar, Australia. Di sana peternak lebih memilih kawin massal dengan jumlah induk tidak lebih dari 3 set. Menurut David O’Sullivan dalam Practical Guide of Aquaculture Red Claw tingkat kelulusan hidup benih pada kawin massal hanya 10%. Jumlah itu meningkat mencapai 40% bila kawin massal dilakukan dalam kolam kecil berukuran 3 m x 4 m.

Angka keberhasilan dalam kolam kecil itu menjadi patokan Riswan Rismawan, peternak di Bekasi untuk menggenjot produksi benih. “Sebetulnya asal tahu prosedur kawin massal, tingkat kelulusan hidup bisa lebih tinggi dari 40%,” ujar pemilik Harapan Fish Center itu menuturkan pengalamannya.

Inti keberhasilan itu terletak pada cara memperlakukan induk, memisahkan induk bertelur, hingga merawat benih sebelum mencapai ukuran siap jual, 2 inci. Induk misalnya tidak perlu dipacu birahi dengan pemberian pakan seperti toge dan cacing tanah. “Biarkan dia menyesuaikan diri dengan kondisi kolam selama sebulan. Setelah itu baru lobster bisa dikawin-massalkan,” ujar Puji. Berikut prosedur menghasilkan benih dari kawin massal:

  1. Pilih induk minimal berukuran panjang 4,5—5 inci.
  2. Untuk kawin massal misal pada kolam berukuran 2,8 m x 2,8 m dapat dipakai 20 set induk. Kolam itu disekat agar jantan dan betina terpisah selama sebulan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kolam.
  3. Betina yang menggendong telur segera dipisah ke kolam lain. Setiap betina menempati wadah berlubang sebagai tempat berlindung. Menginjak hari ke-25, pindahkan wadah berisi lobster ke kolam lain yang telah diisi rooster atau rumah lobster. Rooster itu akan menjadi tempat berlindung burayak lobster.
  4. Betina yang selesai menggendong telur segera dipisah ke kolam lain untuk ganti kulit. Berselang 2 minggu induk dikembalikan ke kolam awal untuk kawin massal lagi.
  5. Selain rooster, kolam khusus burayak diberi untaian rafi a untuk mencegah kanibalisme. Hingga ukuran 1,5 cm populasi burayak di kolam maksimal 500 ekor/m2. Untuk ukuran di atas 2 cm, populasi menjadi 250/m2.
  6. Pakan kutu air dapat diberikan sampai burayak berumur 1 minggu. Campuran kutu air dan cacing sutera diberikan pada umur 1—2 minggu. Di atas 2 minggu, lobster sudah bisa mengonsumsi campuran keong mas dan cacing sutera. (Dian Adijaya S)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img