Thursday, August 18, 2022

Cara Enak Jaga Hati

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Konsumsi kurma setiap hari mencegah penyakit sirosis hati.

Itu hasil riset Aly Abdullah Al-Qarawi PhD dan rekan dari King Saud University, Arab Saudi. Percobaan in vivo itu menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daging buah kurma mampu melindungi organ hati akibat karbontetraklorida hingga 80% dan 70% (biji). Berdasarkan data World Health Organization (WHO) 2004, sirosis hati merupakan penyebab kematian ke-18 di dunia, dengan prevalensi 1,3%.

Sementara laporan dari Rumah sakit dr Sardjito Yogyakarta pada 2004, menunjukkan jumlah pasien sirosis hati mencapai 4,1% dari total pasien di bagian penyakit dalam selama 1 tahun. Sirosis berasal dari bahasa Yunani scirrhus yang bermakna gambaran permukaan hepar berwarna jingga yang terlihat saat otopsi. Sirosis hepatitis adalah penyakit hati kronik akibat penggantian sel-sel hati normal menjadi jaringan ikat.

Kanker

Akibat penyakit itu muncul beragam dampak. Pengamatan Goliat Victor Emanuel dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya terhadap penderita sirosis hati di Rumahsakit Umum dr Soetomo Surabaya menunjukkan sekitar 45% penderita mengalami perbesaran hati, 10% pengecilan hepar, dan 34% pembesaran limpa. Selain itu, sirosis juga bisa memicu kanker.

“Sirosis hati dapat berujung pada kanker hati (hepatoma),” tutur Dr dr Andhika Rachman SpPD dari divisi Hematologi dan Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Gejala penyakit hati (sirosis, hepatitis, dan kanker) pada dasarnya mirip. “Namun, makin berat derajat kerusakan hati, gejala dan keluhan yang muncul makin dominan,” tutur ahli darah dan kanker itu.

Penyebab penyakit yang banyak menyerang laki-laki itu beragam, seperti senyawa kimia hepatotoksin antara lain kloroform, parasetamol, dan karbontetraklorida yang berefek toksik pada sel hati. Bila tubuh menyerap senyawa-senyawa itu dengan dosis tinggi dalam jangka waktu lama, menyebabkan kerusakan hati akut, subakut, maupun kronis. Riset Ekowati Handharyani dan rekan dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, membuktikan bahwa pemberian karbon tetraklorida pada hati dan ginjal tikus menimbulkan kerusakan sebanding dengan dosis yang diberikan.

Cara terbaik untuk mencegah karbontetraklorida adalah konsumsi buah kurma sebagaimana hasil riset Al Qarawi. Periset dari Arab Saudi itu membuktikan bahwa konsumsi kurma mujarab mencegah sirosis hati akibat senyawa karbontetraklorida. Riset praklinis itu melibatkan 60 tikus wistar yang terbagi dalam 6 kelompok. Hasilnya, pemberian ekstrak daging buah dan biji kurma secara nyata mengurangi kandungan karbontetraklorida di enzim plasma.

Hasil penelitian juga menunjukkan grup 2, 3, 4, dan 5-semua mengonsumsi kurma-ternyata  memiliki nilai persentase perlindungan dari enzim aspartate aminotransferase, alanine aminotransferase, alkaline phosphatase sebesar 50-82% (lihat tabel). Berkurangnya nilai enzim itu menunjukkan kemampuan mereka untuk mengembalikan status fungsional hati yang keracunan untuk kembali normal serta melindungi organ yang berperan menyimpan dan melepas gula darah menjadi energi itu dari hepatotoksisitas karbontetraklorida.

Radikal bebas

Daging buah dan biji kurma mengandung flavonoids, betasitosterol, dan vitamin C yang diduga bersifat hepatoprotektor atau pelindung hati. Senyawa itu berperan penting dalam menghambat aktivitas sitokorm P-450 aromatase yang kerjanya mengubah karbontetraklorida menjadi radikal bebas. Beragam riset juga menunjukkan beragam senyawa dalam buah kurma seperti selenium, antosianin, asam ferulat, asam kafeat, dan kuersetin, berefek hepatoprotektif, terutama dalam memerangi karbon tertraklorida-sumber radikal bebas.

Untuk menangkal radikal bebas, hati manusia memproduksi glutation. “Bahan baku glutation adalah antioksidan,” kata Wahyu Utami MSi Apt, periset di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Bila antioksidan kurang, glutation yang terbentuk pun sedikit. Dampaknya radikal bebas dapat menyebar di dalam tubuh mengakibatkan kerusakan sel.

Betakaroten yang terkandung pada buah Phoenix dactylifera juga berfungsi memperlambat terjadinya penumpukan flek pada arteri sehingga aliran darah ke jantung dan otak lancar. Bila betakaroten berinteraksi dengan protein dalam tubuh, maka produksi antibodi akan meningkat. Betakaroten juga memperbanyak jumlah sel pembunuh alami dan meningkatkan aktivitas sel T helpers dan limposit. Riset membuktikan, konsumsi betakaroten 30-60 mg/hari selama 2 bulan membuat tubuh memiliki sel-sel pembunuh alami lebih banyak. Pembunuh alami itulah yang berperan mengusir radikal bebas dari tubuh.

Mohamed Bastway Ahmed dan rekan dari Departemen Kimia, Beni-Suef University, Mesir, juga membuktikan keampuhan kurma sebagai penawar penyakit hati. Mereka mengamati efek pemberian ekstrak kurma yang dipadu dengan asam askorbat atau vitamin C pada tikus yang diberikan thioacetamide. Thioacetamide (TAA) ialah zat yang kerap digunakan untuk menguji aktivitas kerusakan hati dan bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.

Oksigen reaktif dari thioacetamide menyebabkan sirosis hati pada tikus. Sementara vitamin C merupakan antioksidan penting yang berperan melindungi lemak dan lipoprotein di membran sel terhadap kerusakan oksidatif akibat radikal bebas serta mencegah kerusakan sel hati. Saat membran sel plasma di hati rusak, terdapat enzim yang berperan untuk memulihkan. Enzim itu terletak di sitosol dan dikeluarkan melalui aliran darah.

Kehadiran mereka dalam serum berperan untuk menentukan tingkatan dan jenis dari kerusakan hati. Alanine aminotransferase dan aspartate aminotransferase merupakan indikator yang kerap digunakan sebagai penanda kerusakan hati. Percobaan Ahmed menunjukkan pemberian thioacetamide pada hewan percobaan akan meningkatkan kadar kedua enzim aminotransferase.

Sementara tikus yang diberikan ekstrak kurma dan vitamin C menurunkan kadar enzim sebanyak 27-37 µ/l dibandingkan tikus yang diinduksi thioacetamide. Itu membuktikan bahwa ekstrak kurma dan vitamin C efektif mencegah dan mengatasi keracunan hati akibat thioacetamid. Artinya konsumsi kurma setiap hari mampu menjaga kerusakan hati. Itu cara enak menjaga hati. (Tri Istianingsih/Peliput: Argohartono Arie Raharjo dan Pranawita Karina)

 

Kurma Pelidung Hati

 

Keterangan Foto :

  1. Kurma kerap dijadikan penganan berbuka puasa memiliki kandungan antioksidan pencegah radikal bebas
  2. Riset membuktikan daging buah dan biji kurma memiliki aktivitas hepatoprotektor (pelindung hati)
  3. Selain buah segar dan kering, di tanahair kurma banyak diolah menjadi sari kurma
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img