Wednesday, June 26, 2024

Lima Langkah Membibitkan Vanili

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Semula panjang bibit vanili 1—1,5 meter, kini pekebun membibitkan lebih pendek, hanya 15—20 cm sehingga lebih hemat. Itulah yang dilakukan periset vanili di Kota Bogor, Prof Mesak Tombe. Ia membibitkan vanili dengan sulur 2 ruas sepanjang 20—25 cm.

 “Kecepatan tumbuh bibit berbeda-beda. Kelompokkan berdasarkan kecepatan tumbuh, buang dan musnahkan yang sakit,” kata Mesak. Cara pembibitan itu efektif menghasilkan tanaman sehat, produktif, dan relatif bebas penyakit.

Kecuali tentu saja, kerusakan fisiologis akibat kekurangan air, hara, maupun kelebihan sinar matahari akibat kurang naungan. Banyak pekebun membibitkan dengan setek pendek yang hanya terdiri atas 1—2 ruas atau sepanjang 10—25 cm.

Pertimbangannya murni efisiensi, demi mendapat bibit sebanyak mungkin. Metode pembibitan setek pendek menghasilkan 4—9 tanaman baru dari sulur setek sepanjang 1 m alih-alih hanya 1 tanaman baru dengan cara lama.

Cara Setek Pendek

  1. Calon tanaman induk harus sehat tanpa riwayat busuk batang, busuk polong, maupun penyakit lain. Calon sulur setek berasal dari tanaman berumur minimal 2 tahun dan belum berbuah. Tanaman belum berbuah, lebih mudah menjadi bibit. Jarak potongan maksimal 12 ruas dari ujung.
  2. Sebelum memotong sulur, siapkan polibag 10— 15 cm berisi media tanam. Media tanam tersusun dari 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk organik mengandung mikrob bermanfaat, antara lain trichoderma atau mikoriza. Potong sulur tepat di setengah jarak antara 2 ruas.
  3. Oleskan larutan mikrob bermanfaat di bagian atas calon bibit setek itu. Sementara itu bagian bawah setekan rendam dalam pupuk hayati selama 30 menit untuk melindungi bibit dari cendawan tular tanah maupun tular air sekaligus merangsang pertunasan serta perakaran.
  4. Tiriskan setekan lalu tanam dalam polibag. Masukkan bibit di polibag itu ke dalam sungkup komunal maupun rumah tanam dengan intensitas cahaya 30—60%.
  5. Semprotkan 10 ml per liter pupuk hayati mengandung hormon perangsang tumbuh setiap 3 pekan. Semprotkan pula pestisida nabati 5 ml per liter 2 pekan sekali. Selang 3—4 bulan, setekan ringkih itu menjadi bibit setinggi 20—25 cm dengan 4—5 daun, siap tanam di lahan. ***
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Via Indonesia Tuna Investment and Business Forum, KKP Pacu Investasi Hulu Hilir Ikan Tuna

Trubus.id—Peluang usaha komoditas ikan tuna terbuka lebar seiring meningkatnya tren perdagangan tuna cakalang tongkol (TCT) di pasar global. Melansir...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img