Thursday, August 18, 2022

Ceruring Manis dari Pulau Topi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Trubus edisi Desember 2004 menampilkan tulisan tentang durian tong medaye. Durio zibethinus berdaging halus, berwarna kuning, dengan citarasa manis dan legit itu jatuh dari pohon berumur di atas 100 tahun yang ada di lingkungan Pura Miru di Narmada, Lombok Tengah.

Tong medaya-bersama-sama sigule, sipayuk, sigamongan, sigadung, sikuloh, dara mengkep, sikelesih, simelati, dan demen ati-ditanam oleh Raja Anak Agung Gde Ngurah Karangasem. Konon buah berduri yang rasanya lezat-lezat itu dibawa dari hasil perjalanan sang raja ke India. Kesengsem kelezatannya, bibit-bibit itu ditanam di lingkungan Istana Narmada.

Masih dari lingkungan istana, pada perjalanan Desember 2004, Trubus menyaksikan 110 pohon manggis berjejer rapi dengan jarak tanam 10 m x 10 m. Garcinia mangostana itu rasanya manis dengan daging putih bersih dan berserat halus. Yang istimewa, buah muda berwarna putih sehingga kerap disebut manggis putih. Sampai kini-umurnya sama dengan pohon tong medaye, ratu buah di kawasan Pura Lingsar itu masih panen raya setiap tahun. Dr Moh Reza Tirtawinata, MS, pakar buah di Bogor mengacungi jempol untuk pohon-pohon manggis tua produktif itu.

Keluarga ningrat

Dua tahun berselang, Trubus kembali melakukan perjalanan ke Pulau Seribu Mesjid itu. Seperti tak ada habis-habisnya, eksplorasi kali ini leci dataran rendah dan duku manis yang ditemukan. Yang disebut pertama, lin chi tua di kebun keluarga ningrat keturunan Bali yang setiap penghujung tahun masih menghasilkan buah-buah bercitarasa asam manis berkulit merah (baca: Seabad Leci di Monggal, Trubus edisi Juni 2005).

Sayang, penghujung Desember 2006 itu leci sudah habis di pohon. Yang Trubus cicipi duku manis di halaman rumah keluarga dr Tjok Sugatha, SpKK-dokter kulit terkenal di kawasan Cakranegara, Mataram. Di halaman luas itu sehari-hari penuh orang lalu-lalang, mobil-mobil parkir, dan anak-anak berlarian ke sana ke mari. Maklum salah satu sudut rumah berfungsi sebagai Taman Kanak-kanak, TK Amdani.

Sore hari bagian depan rumah dipakai untuk tempat praktek dokter. Toh, di tengah hiruk-pikuk itu keberadaan 8 pohon duku Lansium domesticum unggul nyaris tak terdeteksi. Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPSB NTB) baru 2 tahun belakangan mengidentifikasi anggota famili Meliaceae itu.

Padahal, sudah 71 tahun tanaman itu ada di sana. ‘Menurut cerita, duku ditanam oleh orang tua keluarga ini pada 1936,’ tutur Zairi Andani, Pengawas Benih Tanaman Dinas Pertanian Kota Mataram yang menemani Trubus. Bibit didapat dari Dinas Pertanian Rakyat Majeluk sebanyak 8 pohon. Sampai kini buah masih dinikmati.

Panen raya

Sosok buah membulat seperti telur puyuh dengan warna kulit buah matang kuning mulus. Kulit tipis dan elastis sehingga mudah dikupas dan dipisahkan dari daging. Daya tahan lama, bisa disimpan sampai 10 hari pascapetik. Daging buah bening, tebal, dan manis. Teksturnya halus dan kenyal. Bijinya kecil. Pantas banyak yang kesengsem setelah pertama kali mencicipi.

Lantaran jumlah tanaman terbatas, hasil panen biasanya hanya dibagi-bagikan pada kerabat dan teman-teman dekat. Sebagian dibawa ke Bali jika keluarga ningrat itu mengunjungi tanah leluhur. ‘Kadang-kadang orang-orang yang sudah tahu datang ke sini untuk membeli,’ kata Zairi. Toh, sang empunya memang tak memperdagangkan kerabat langsat itu. Kalau ada, buah bisa dicicipi cuma-cuma. ‘Apalagi kalau itu ibu hamil yang sedang ngidam,’ seloroh Zairi.

Dalam catatan BPSB NTB, di Lombok terdapat sekitar 150 tanaman duku yang tersebar di Kecamatan Narmada dan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Namun, yang istimewa dan membuat ketagihan memang yang ada di lingkungan kediaman keluarga Tjok di Cakranegara, berketinggian 116 m dpl.

Untung saja, meski panen raya duku lingga-begitu sebutannya merujuk nama ayah keluarga Tjok-pada Agustus, tapi hampir setiap saat buah bisa dipetik. Itulah yang Trubus cicipi di penghujung 2006. Menurut Maisin, SST, staf BPSB NTB, temuan itu memperkokoh fakta bahwa pendatang asal Bali memang telaten. Nyaris semua buah unggul yang muncul dari Lombok berasal dari lingkungan pura dan kediaman keturunan ningrat dari Pulau Dewata. Salah satunya, duku manis dari Cakranegara. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img