Sunday, July 14, 2024

Cincin Maut Mengancam Pepaya

Rekomendasi
- Advertisement -

 

Serangan penyakit akibat infeksi Papaya Ring Spot Virus (PRSV) kembali mewabah. Pekebun harus waspada.

Penyakit berbahaya itu memberi sinyal kedatangan berupa pucuk pepaya menguning. Pada buah juga terdapat bercak-bercak berbentuk cincin. Kedatangan penyakit itu menggagalkan panen para pekebun. Sejak awal 2018 penyakit itu menyebabkan puluhan hektare kebun pepaya di Kecamatan Parungkuda dan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, gagal panen. Tim peneliti pepaya Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika, Solok, Sumatera Barat, menyurvei ke lapangan.

Tim peneliti itu menemukan puluhan hektare kebun pepaya yang gagal panen akibat serangan penyakit. Penyakit itu menimbulkan gejala mosaik menonjol pada daun, klorosis pada lamina daun, dan garis-garis seperti berminyak pada tangkai daun. Pada bagian buah terdapat bercak membulat seperti cincin. Pada buah yang terserang parah bercak menjadi menebal dan mengeras berwarna cokelat. Begitu disantap rasa daging buah pun tidak enak.

Kembali menyerang

Gejala daun pepaya yang terserang Papaya Ring Spot Virus (PRSV).

Gejala serupa juga tim jumpai saat melakukan survei di kebun milik Ukat di Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Menurut Ukat, pada 2008—2013 daerah tempat tinggalnya merupakan sentra pepaya kalifornia. Namun, pada 2014 populasi pepaya berkurang drastis akibat serangan penyakit serupa. Akibatnya, banyak pekebun pepaya yang beralih mengebunkan jambu kristal.

Pada awal 2018 Ukat mencoba menanam kembali 300 tanaman pepaya di kebunnya. Namun, serangan penyakit itu kembali mendera. Pada umur 5 bulan setelah tanam seluruh tanaman pepaya miliknya terserang penyakit dengan gejala pucuk menguning. Tim peneliti menduga tanaman pepaya milik para pekebun di Sukabumi dan Bogor gagal panen akibat terinfeksi Papaya Ring Spot Virus (PRSV).

Virus itu juga menyerang tanaman pepaya di beberapa daerah di Indonesia, seperti Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo, semuanya di Yogyakarta. PRSV pada pepaya merupakan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A2 dengan daerah sebar terbatas di Pulau Sumatera (NAD, Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan), Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31 Tahun 2018).

Gejala buah pepaya yang terserang Papaya Ring Spot Virus (PRSV).

Virus itu muncul akibat terbawa stilet dan ditularkan oleh kutu daun, yaitu Myzus sp. dan Aphis sp. Selain pepaya, PRSV juga menyerang tanaman mentimun-mentimunan atau famili Cucurbitaceae. Itulah sebabnya peneliti hama dan penyakit tumbuhan Balitbu, Dr. Affandi, S.P., M.Sc, menyarankan pekebun harus mengendalikan serangga Myzus sp. dan Aphis sp. yang menjadi vektor PRSV.

Hindari membudidayakan tanaman yang menjadi inang alternatif Aphid, seperti tanaman kelompok kacang-kacangaan dan mentimun-mentimunan (famili Cucurbitaceae) di sekitar kebun pepaya. Jika Aphid masih ditemukan pada tanaman pepaya, Affandi menyarankan agar segera memusnahkannya, baik itu dengan cara manual atau pengendali hama. Contohnya menggunakan pengendali hayati dengan menyemprotkan larutan yang mengandung cendawan Beuveria bassiana, Mathriziun annisopliae, atau Vertillicium lecanii.

Pencegahan

Bila menggunakan pestisida, Affandi menyarankan agar menggunakan pestisida jenis kontak. Tujuannya untuk menghindari residu pestisida pada buah jika menggunakan pestisida sistemik. Agar pengendalian efektif sebaiknya gunakan mode of action, yaitu menggunakan pestisida yang merusak bagian organ hama berbeda setiap kali menyemprot. Misalnya penyemprotan pertama menggunakan pestisida untuk racun lambung.

Jika belum menampakkan hasil, ganti dengan pestisida racun pernapasan atau racun saraf pada penyemprotan berikutnya, begitu seterusnya. Lakukan penyemprotan di lokasi Aphid suka bergerombol. Contohnya di daerah-daerah pertumbuhan, seperti tempat munculnya tunas-tunas muda atau bunga yang baru muncul dan mekar. Jika tanaman telanjur terserang penyakit, mau tidak mau pekebun harus mengeradikasi.

Tim survei Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika bersama pekebun pepaya yang terkena serangan Papaya Ring Spot Virus (PRsV).

Penyakit akibat serangan virus yang pertama kali ditemukan di Hawaii, Amerika Serikat, pada 1949 itu tidak dapat disembuhkan. Tebang tanaman yang terkena serangan virus, lalu musnahkan dengan cara membakarnya. Pastikan alat-alat yang digunakan untuk menebang disterilisasi setelah menggunakan alkohol 70% atau dibakar. Tujuannya agar alat itu tidak menularkan virus pada tanaman lain.

Hindari juga menggunakan bagian tanaman yang sakit untuk benih, misal biji dari buah yang terserang penyakit atau setek tunas dari tanaman yang terinfeksi. Menjaga daya tahan tanaman juga tak kalah penting dengan memenuhi kebutuhan nutrisi pepaya. Dengan begitu diharapkan si bercak cincin tak lagi menjadi ancaman. (Tri Budiyanti, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Kementerian Pertanian)

Previous article
Next article
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Presiden dan Mentan Kunjungi Kebun Kopi di Lampung Barat, Pacu Produksi Demi Kesejahteraan Petani

Trubus.id—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img