Friday, August 12, 2022

Cinta untuk Tupai Gula

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sebuah komunitas yang gigih menebarkan virus cinta pada sugar glider.

Komunitas Sugar Glider Fun and Crazy membangun suasana kekeluargaan sesama anggota
Komunitas Sugar Glider Fun and Crazy membangun suasana kekeluargaan sesama anggota

Sekumpulan anak muda berkumpul di pelataran sebuah sekolah dasar di Kalibata, Jakarta Selatan. Mereka adalah anggota inti komunitas Sugar Glider Fun and Crazy (SGFC). Belakangan ini mereka gencar memperkenalkan sang tupai gula—nama lokal sugar glider—pada setiap lapisan masyarakat. Kali ini mereka mensosialisasikan dunia mamalia berkantong itu pada puluhan siswa sekolah dasar.

“Perkenalkan ini sugar glider, kawan mungil dari Papua,” ujar Muhammad Ivan Padilah, anggota komunitas. Pemuda berusia 23 tahun itu meletakkan seekor tupai gula berbulu putih di telapak tangan. Satwa mungil itu lantas menyusuri pergelangan tangan Ivan lalu melompat ke punduk. Bocah-bocah berseragam pramuka pun segera menyerbu Ivan. Mereka berebut menyentuh dan mengelus satwa kerabat kanguru itu.

Hasil tangkaran

Tupai gula satwa jinak dan bersahabat dengan manusia.
Tupai gula satwa jinak dan bersahabat dengan manusia.

Sebagian siswa berteriak kegirangan menyaksikan atraksi sang tupai saat melompat dan meluncur dari satu tangan ke tangan lain. Tingkah tupai gula memang menakjubkan. Apalagi bagi anak usia sekolah dasar, satwa berwajah imut itu masih asing. Itu sebabnya Ivan dan rekan-rekannya telaten menjawab setiap pertanyaan para siswa. Bagi komunitas SGFC kegiatan edukasi mengenai seluk-beluk tupai gula merupakan kepuasan tersendiri.

Mereka bertekad untuk menularkan rasa cinta pada satwa bukan hanya sebagai peliharaan, tetapi juga kawan. Tupai gula satwa yang jinak dan gampang akrab dengan manusia. Komunitas SGFC juga memiliki kegiatan rutin untuk lebih mendekatkan tupai gula kepada masyarakat. Mereka berkumpul ketika berlangsung hari bebas kendaraan atau car free day di sekitar patung Jenderal Soedirman, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, setiap Ahad pagi.

Sosialisasi seputar sugar glider pada anak usia sekolah dilakukan scara berkala.
Sosialisasi seputar sugar glider pada anak usia sekolah dilakukan scara berkala.

Momen itu sekaligus ajang silaturahmi sesama penggemar untuk saling berbagi cerita pengalaman merawat tupai gula, sesuai dengan misi komunitas. Mereka juga membuka tangan bagi siapa saja yang ingin berdiskusi seputar dunia tupai gula. Pada kegiatan itu semua bisa ikut serta mulai dari pehobi senior, pemula, bahkan masyarakat awam. Sosok tupai gula yang lucu kerap membuat penasaran.

Bermula dari rasa penasaran itu mereka lantas tertarik untuk lebih mengenal tupai gula. Perkenalan itu biasanya berakhir dengan keputusan untuk merawat satwa anggota keluarga Petauridae itu. “Jika tertarik untuk memelihara sugar glider, kami menyarankan untuk membeli dari para penangkar, bukan tangkapan liar,” ujar Ivan. Atmosfer kekeluargaan pun dibangun agar setiap anggota merasa nyaman.

Mereka kerap melontarkan candaan dalam beberapa diskusi kecil. Suasana santai itu sejalan dengan visi komunitas yakni menjalin persahabatan antarsesama penggemar tupai gula dan pencinta satwa, sekaligus menumbuhkan jiwa kesetiakawanan. Kesimpulannya komunitas SGFC merupakan sarana untuk berkumpul, belajar, dan bermain bersama tupai gula.

Media Sosial
Cikal-bakal SGFC bermula dari grup di jejaring media sosial yang dibuat pada Agustus 2012. Nama Sugar Glider Fun and Crazy dipilih lantaran mewakili semangat yang ingin diciptakan yaitu kehangatan dan keceriaan. Keberadaan grup ternyata mendapat apresiasi cukup baik dari sesama penggemar sugar glider di tanahair. Jumlah anggota grup mengalami peningkatan signifikan dalam setahun.

Binder1.pdfJumlah anggota mencapai ribuan orang yang tersebar di seluruh tanahair. Pada Maret 2013, SGFC mengumumkan diri sebagai komunitas resmi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Suryo Adilaksono, pehobi senior di Radio Dalam, Jakarta Selatan, bertindak sebagai penanggung jawab. Anggota komunitas berasal dari beragam latar belakang dan profesi.

Mereka memanfaatkan keberadaan grup untuk saling bertanya dan berbagi informasi. Ada pula anggota yang sekadar memberi kabar perkembangan tupai gula klangenannya. “Apa saja boleh disampaikan asal terkait dengan sugar glider,” kata Ivan. Anggota komunitas dengan senang hati membagi tip dan trik seputar perawatan tupai gula. Persoalan mendasar seperti menjaga penampilan, pemberian pakan, hingga kebersihan kandang pun menjadi perbincangan seru.

Salah satu anggota yang merasakan asyiknya bergabung dengan SGFC adalah Muhammad Kemal Amahl di Jakarta Timur. Kemal, sapaannya, menjadi anggota SGFC sejak 2014. “Keuntungan menjadi bagian komunitas adalah cepat memberikan solusi bila ada anggota yang menemukan masalah seputar perawatan sugar glider,” ujarnya. (Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img