Tuesday, August 9, 2022

Ciplukan Untuk Mahkota Kedua

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Riset membuktikan tomat liar andal menggempur sel kanker payudara.

Lukas Tersono Adi selalu menyertakan ciplukan dalam resep untuk pasien kanker payudara. Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu membuat ramuan terdiri atas ciplukan Physalis angulata, temu putih Curcuma zedoaria, jombang Taraxacum officinale, rumput mutiara Hedyotis corymbosa, dan cakar ayam Selaginella plana. Jumlahnya masing-masing lima gram. Seluruh bahan direbus dalam tiga gelas air hingga mendidih lalu diminum pasien. Pilihan Lukas sejalan dengan hasil riset Maya Fitria dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Maya menguji praklinis ekstrak etanol ciplukan pada sel kanker payudara MCF-7 (Michigan Cancer Foundation Line 7). Kanker payudara merupakan momok bagi perempuan. Posisinya pada urutan ke-2 setelah kanker leher rahim. Menurut dr Edy Meiyanto MSi Apt, farmakolog dari Fakultas Farmasi UGM sel kanker MCF-7 merupakan sel kanker yang tidak peka terhadap agen kemoterapi sehingga dipakai untuk pengujian.

Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode MTT assay 3-(4,5-dimethyl-tiazol-2-yl (-2,5 diphenyltetrazolium bromide). Ekstrak etanol ciplukan dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Konsentrasi larutan uji adalah 10, 15, 25, 50, 100, dan 200 µg/ml.

Maya meletakkan sel uji pada 96-well microplate dengan jumlah 5 x 103 sel per lubang. Pascaperlakuan selama 28 jam, jumlah sel kanker menurun. Pada konsentrasi tertinggi 200 µg/ml persentase jumlah sel kanker yang hidup 34,36%. Sedangkan pada konsentrasi terendah 10 µg/ml, persentasenya 115,64%. Dengan demikian semakin tinggi konsentrasi, kemampuan ciplukan menggempur kanker kian tinggi.

Apoptosis

Kematian sel kanker itu terjadi karena sel melakukan tindakan apoptosis alias kematian terencana. Menurut dr Fitriani Lumongga dari Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara di Medan, kematian sel melalui apoptosis merupakan cara tubuh mengeliminasi sel yang tidak diperlukan lagi. Apoptosis berguna untuk mengangkat sel yang rusak supaya tidak mengganggu jaringan di sekitarnya.

Pada kasus kanker jumlah sel yang berapoptosis lebih rendah dibanding sel yang membelah tak terkendali. Pemberian zat bersifat toksik membantu sel melakukan apoptosis untuk kembali pada kondisi normal.

Apoptosis sel ditandai dengan pengerutan, kerusakan membran plasma, dan pemadatan kromatin. Hasil uji apoptosis menggunakan metode double staining memperlihatkan ekstrak etanol ciplukan menyebabkan pemadatan kromatin sehingga inti sel kanker rusak. Dalam penelitian itu, Maya juga mengukur IC50-kadar konsentrasi yang menghambat pertumbuhan sel kanker sebesar 50%. Semakin rendah konsentrasi suatu zat, semakin tinggi daya bunuhnya terhadap sel kanker. Hasil uji menunjukkan ciplukan memiliki nilai IC50 sebesar 118 µg/ml.

Edy Meiyanto menuturkan dengan nilai IC50 di atas 100, ciplukan lebih baik dikembangkan sebagai agen ko-kemoterapi untuk mengurangi dosis sehingga efek samping kemoterapi dapat diminimalkan. “Hasil penelitian menunjukkan ciplukan memiliki potensi sitotoksik bagi sel kanker MCF-7 tapi daya bunuhnya kurang tinggi. Perlu penelitian lebih lanjut untuk memperoleh senyawa aktif pada ciplukan yang bernilai IC50 rendah,” tutur Edy.

Wild tomato itu juga andal menggempur sel kanker rahim dan myeloma (kanker sel plasma) seperti hasil riset Maryati MSi Apt dan dr EM Sutrisna MKes dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (baca: Tomat Liar untuk Sel Liar, Trubus edisi Februari 2011). Riset keduanya menunjukkan tanaman anggota famili Solanaceae itu mengandung beragam senyawa aktif yang mampu membunuh sel kanker. Di antaranya luteolin, myricetin 3-0-neohesperidoside, withasteroid, dan physalin. Luteolin dan myricetin misalnya bersifat antioksidan. Luteolin juga pencegah peradangan, imunomodulator, sekaligus berperan mencegah kanker. Sementara withasteroid dan physalin sebagai antitumor dan berefek sitotoksik.

Maya menuturkan kandungan senyawa aktif seperti saponin, flavonoid, alkaloid, dan physalin pada ciplukan berperan sebagai pemicu kematian sel kanker. Penelitian Hemerson Iury Ferreira Magalhaes dari Departamento de Fisiologia e Farmacologia, Faculdade de Medicina, Universidade Federal do Ceara, Brazil, berhasil mengungkap senyawa aktif physalin B dan physalin D pada ciplukan memiliki kadar IC50 masing-masing 0,58-15,18 µg/ml dan 0,28-2,43 µg/ml terhadap sel tumor sarkoma yang diinduksikan pada tikus.

Riset lain di Graduate Institute of Natural Products, Kaohsiung Medical University, Taiwan, menunjukkan potensi kerabat tomat itu mengalahkan sel kanker hati. Wu SJ dan rekan menguji ekstrak etanol ciplukan pada konsentrasi 10-50 µg/ml terhadap tiga jenis sel kanker hati Hep G2, Hep 3B, dan PLC/PRF/5. Semakin tinggi konsentrasi, kian besar kemampuan ekstrak uji memaksa sel kanker melakukan apoptosis.

Multikhasiat

Ciplukan sejatinya multikhasiat. Lukas Tersono Adi menuturkan selain antikanker tanaman yang kerap ditemukan tumbuh liar di tanah lapang, areal persawahan, dan pekarangan rumah itu juga mampu menurunkan kadar gula darah. Cukup rebus lima gram daun kering dalam empat gelas air hingga mendidih. Lalu kecilkan api sampai air rebusan tersisa tinggal dua gelas. Ramuan itulah yang dapat dipakai para diabetesi untuk mengontrol kadar gula darah.

Dokter Prapti Utami, dokter dan herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, menggunakan cecenet (nama di Jawa Barat, red) untuk mengatasi pembesaran prostat. Resepnya terdiri atas masing-masing 20 gram bahan kering ciplukan, kunir putih, dan meniran, serta 10 gram pegagan kering. Rebus seluruh bahan dalam lima gelas air hingga tersisa tiga gelas. Pasien dapat mengonsumsi air rebusan itu pada pagi, siang, dan sore hari setiap satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan.

Ciplukan juga baik untuk mengatasi flu. “Rebus 20-30 gram ciplukan segar dalam satu liter air hingga mendidih lantas diminum,” tutur Prapti. Tomat liar terbukti andal menggempur sel liar, juga penyakit lain. (Andari Titisari)

 

Ciplukan Vs Sel Kanker MCF-7

Keterangan Foto :

  1. Kandungan senyawa aktif tersebar di berbagai bagian tanaman sehingga sebaiknya gunakan seluruh bagian tanaman sebagai herbal
  2. “Ciplukan juga dapat dimanfaatkan sebagai penurun gula darah,” tutur Lukas Tersono Adi
  3. Ciplukan berpotensi melawan sel kanker payudara
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img