Saturday, August 13, 2022

Cokelat Palsu dari Daratan Mexico

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tunggu dulu, itu bukan hasil olahan Theobroma cacao, melainkan sebutan khusus untuk black sapote, buah asal daratan Yucatan, Mexico. Saat buah berwarna hijau tua dibelah, langsung teruar aroma harum seperti kepel. Di dalamnya tampak daging buah berbentuk jeli berwarna cokelat tua. Begitu disantap… amboi, manis nian!

Black sapote disantap seperti menyantap alpukat. Buah muda berwarna hijau cerah, berukuran 5 cm—12,5 cm dengan diameter 4 cm—5 cm. Saat matang kulit berubah menjadi hijau keperakan.

Rasanya yang unik menarik Prakoso Heryono, penangkar buah di Demak, untuk membawanya ke Indonesia. Di pertengahan 2000, 2 batang black sapote setinggi 70 cm dibawa dari Florida, Amerika Serikat. “Seperti memakan buah alpukat yang mirip cokelat dan beraroma kepel,” ujar pemilik kebun penangkaran buah Satya Pelita itu.

Multifungsi

Di negara asalnya, Mexico, Diospyros digyna tumbuh di sepanjang aliran sungai dan hutan-hutan dataran rendah. Sebarannya terbentang mulai dari Jalisco hingga Chiapas, dari Veracruz hingga Yukatan.

Dalam kuliner Mexico, matazano—bahasa spanyol—diolah menjadi makanan pencuci mulut. Pasalnya jika disajikan begitu saja kurang menarik secara estetik. Padu padan dengan wine, kayu manis, dan gula bisa mengubah metazano menjadi dessert yang lezat. Di Yukatan, Mexico, daun sapote digunakan sebagai astringent untuk kulit.

Selain black sapote, Prakoso juga membawa 2 anggota famili Sapotaceae lainnya, mamey sapote dan white sapote. Mamey sapote lebih menyerupai sawo, berukuran panjang 7,6 c m — 2 0 , 3 cm. Kulit buah berwarna gradasi cokelat susu dan tua. Daging buah mengandung sedikit serat, berwarna antara salmon hingga cokelat kemerahan saat matang. Buah berukuran 0,3 kg—2,7 kg.

Aroma mamey tidak seharum black sapote. Walaupun begitu, ia disukai karena kandungan gizinya yang lumayan. Hasil penelitian C.F Balerdi dan tim asal Institute of Food and Agricultural Sciences, University of Florida menunjukkan, dalam 100 g mamey segar terdapat 107 kalori, 1 g protein, 28 g karbohidrat, 1,4 g serat dan lemak yang rendah, hanya 0,5 g. Anggota famili sapotaceae yang ketiga, white sapote lain lagi. Secara fi sik ia mirip dengan black sapote. Hanya saja aromanya tidak seharum black sapote.

Agak sulit

Prakoso menanam ketiganya di Demak, Jawa Tengah, pertengahan 2000. Tiga tahun kemudian mamey dan white mulai berbuah. Tak tanggung-tanggung pohon setinggi 1 meter itu bisa menghasilkan 22 buah. Penjarangan terpaksa dilakukan, hingga hanya ada 5 buah yang dipelihara. “Supaya tidak stress, maklum baru pertama kali berbuah,” ujar lelaki asal Semarang itu.

Berbeda dengan mamey dan white, black sapote ternyata lebih lambat berbuah. Pada 2004 ia baru memunculkan buah pertama. Sebelumnya ia hanya sempat berbunga untuk kemudian rontok.

Biji kemudian ditanam untuk perbanyakan selanjutnya. Setelah ditanam selama 6—7 bulan, dilakukan perbanyakan sambung pucuk. Prakoso pernah mencoba menggunakan batang bawah alpukat atau sawo. Ternyata hasilnya mengecewakan. Setelah disambung, tanaman memang sempat tumbuh dan bersemi. Namun, ketika sungkup plastiknya dibuka, 20 hari setelah penyambungan, tanaman langsung layu.

Akhirnya tidak ada pilihan lain, Prakoso terpaksa tetap menggunakan batang dari varietas sejenis. Karena jumlahnya terbatas, tak heran jika sampai saat ini ia hanya mampu menyediakan kurang dari 100 bibit per tahun. Bibit setinggi 40 cm—60 cm itu dilepas ke konsumen dengan harga Rp150.000. Dengan cara itu, para pengemar cokelat bisa tetap menikmati kelezatan sang peniru dari tanah Mexico. (Laksita Wijayanti)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img