Friday, August 12, 2022

Dari Betawi ke Negeri Petrodolar

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Setiap Selasa pukul 20.00 bahan baku sayuran tiba di lokasi sortir dan pengemasan. PT Agroindo Usahajaya, umpamanya, bekerja sama dengan pedagang di Kebayoranlama, Jakarta Selatan, untuk memasok. Bahan baku terdiri atas buah labu siam, daun melinjo, buah melinjo tua, daging buah nangka muda, kacang panjang, jagung, dan buah asam segar.

S e l u r u h b a h a n disortir agar hanya bahan berkualitas yang terpilih. Lalu dibersihkan dari kotoran dan sampah. Contoh, kelobot alias kulit dan rambut jagung dibuang. Tangkai daun melinjo dibersihkan, labu siam dibelah menjadi dua bagian.

Bumbu sayur asam dipersiapkan. Jenisnya antara lain rimpang lengkuas, umbi bawang merah, bawang putih, kemiri, dan kacang tanah. Semua bahan dibersihkan dari kulit sehingga setelah tiba di sana sudah siap diblender usai dicuci ulang. Kemudian bahan-bahan itu dimasukkan dalam plastik transparan.

Satu per satu bahan baku sayuran ditata di atas styrofoam 21 cm x 15 cm. Ada yang menyebut styrofoam itu sebagai piring meskipun bentuknya kotak. Jagung utuh dan potongan labu siam masing-masing dibujurkan di bagian tepi. Kemudian bumbu yang akhirnya tertutup bahan sayuran lain. Bobot rata-rata setiap kemasan 5 ons.

Setelah tertata rapi, semua bahan baku dibungkus dengan plastik transparan (wrapping). Seluruh bahan baku dan wadah styrofoam terbungkus plastik. Lalu satu per satu dimasukkan ke dalam boks. Ada 2 jenis boks berbahan kertas yang dindingnya berlubang. Masing-masing berukuran 40 cm x 27 cm x 16 cm diisi 5 kemasan dan 53 cm x 32 cm x 18 cm memuat 10 kemasan. Di antara dua tumpukan styrofoam dibatasi kertas karbon. Setelah itu boks dilakban.

Pukul 23.00 biasanya pengemasan selesai. Untuk sementara sayuran yang akan diekspor itu ditumpuk sembari menanti mobil pengangkut datang. Di tengah malam, boks-boks sayuran itu diangkut ke Bandara Soekarno-Hatta.

Boks kini berpindah tempat ke lambung pesawat. Pada hari yang sama, Rabu pukul 20.00, sayuran itu tiba di Arab Saudi setelah menempuh perjalanan 10 jam. Maula Dawilah, importir di sana, sudah siap mendistribusikan ke berbagai pasar swalayan dan restoran di negeri Petrodolar itu. Jika disimpan baik, sayuran itu tahan hingga sepekan. (Sardi Duryatmo)

 

Previous articleTernak Ayam Kalkun
Next articleAdenium Taiwan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img