Monday, November 28, 2022

DARI BUKIT WANG LALU MENDUNIA

Rekomendasi

 

Begitulah cara Dr Lim Sow Jin membudidayakan ling zhi Ganoderma lucidum di Bukit Wang, Negeri Kedah, Malaysia. Doktor Pengobatan Tradisional itu membangun puluhan kumbung alias rumah jamur di lahan 48 ha. Bentuk kumbung seragam bertipe punggung babi, beratap seng di permukaan atas, dan daun nipah Nipa fruticans di bawahnya untuk mempertahankan suhu ideal. Ling zhi yang ia kembangkan itulah yang dikonsumsi oleh M Rinun di Sukatani, Bekasi, Jawa Barat.

Empat tahun sudah pria 34 tahun itu mengidap diabetes mellitus. Kadar gula darahnya merambat hingga 260 mg/dl, kadar normal, 140 mg/dl. Beberapa pekan mengkonsumsi ekstrak ling zhi dari kebun Lim Sow Jin, kadar gula darah Rinun berangsur membaik: 106 mg/dl saat puasa; 150 mg/dl pada 2 jam usai makan. Bukan cuma Rinun yang tertolong berkat ling zhi dari Kedah. Harap mafh um, Lim Sow Jin juga mengirim berbagai olahan ling zhi ke 100 negara di dunia.

Bermutu

Lim Sow Jin mulai mengebunkan ling zhi pada 1993 di Alorstar, satu jam berkendaraan mobil dari lokasi saat ini. Dua tahun berselang, ia memindahkan kumbung-kumbung jamur ke Bukit Wang. Meski lokasinya di pelosok, tetapi mudah dicapai lantaran infrastruktur berupa jalan-jalan beraspal mulus menjangkau kawasan itu. Semula ia mengolah dan memperdagangkan jamur anggota famili Polyporaceae itu hanya di Malaysia. Ketika krisis moneter menghantam perekonomian Indonesia pada 1997, Lim tergerak memasarkan produk berbahan ling zhi ke tetangganya itu.

‘Di negara yang dilanda krisis ekonomi pasti banyak pengangguran. Perniagaan ling zhi bisa membuka lapangan kerja baru,’ kata Lim seperti diulangi Loh Pau Lon kepada Trubus. Loh, manajer pabrik, yang dipercaya Lim Sow Jin untuk mengontrol produksi ling zhi. Usaha ling zhi Lim kini memang menggurita di bawah bendera DXN Industries Sdn Bhd. Nama perusahaan itu dicomot dari kata de (baca: te yang berarti bermoral) dan xing bermakna dipercayai.

Moral dan dipercaya kekuatan bisnis DXN, selain menghasilkan produk berkualitas. ‘Kalau mutu dipertahankan, permintaan pasti akan datang,’ kata Loh yang 8 tahun bergabung dengan DXN. Peningkatan kualitas itu dimulai dari pembuatan baglog. Lim hanya memanfaatkan serbuk gergaji kayu karet yang ketersediaannya melimpah di Kedah. Luas kebun karet di Malaysia mencapai 1,54-juta ha.

Dengan mesin, serbuk kayu Hevea brasiliensis itu dicampur dengan bekatul. Perbandingannya 90% : 10%. Setiap hari DXN memproduksi 15.000 baglog sekaligus memanen 15.000 baglog. Media tanam berbobot 1.200 g itu lalu dipasteurisasi dengan otoklaf berkapasitas 5.000 baglog. Selama 2 jam baglog disucihamakan dalam suhu 125oC. Setelah itu, ‘Suhu diturunkan cepat (dalam 20 menit) agar kontaminan mati,’ katanya.

Baglog-baglog itu kemudian dipindahkan ke ruang khusus untuk pendinginan dan pembibitan. Untuk membibitkan 15.000 baglog hanya dilakukan 4 pekerja. Baglog-baglog itulah yang disusun saling tumpuk. Untuk menjaga kelembapan maksimal 85%, setiap kumbung dilengkapi sistem pengabutan otomatis. Mesin pengabutan menyemprotkan partikel air amat kecil sehingga berada di udara lebih lama. Frekuensi penyemprotan air 2-3 kali pad

a musim panas; musim hujan, 1 kali sehari. Campuran

DXN memanen ling zhi berumur 90- 92 hari dengan cara memotong tangkai jamur. Untuk keperluan tertentu, DXN juga memanen ling zhi berumur 18 hari. Ling zhi yang dijuluki jamur abadi itu kemudian diekstraksi. Ekstraksi ling zhi itulah yang diolah menjadi setidaknya 16 produk obat, makanan, minuman, dan kosmetik. Reishi Gano, misalnya, mengandung polisakarida, adenosin, triterpenoids, dan protein berkhasiat menjaga kesehatan tubuh.

Reishi Gano dikombinasikan dengan Gonocelium itulah yang dikonsumsi Rinun untuk mengatasi diabetes mellitus. Ganocelium mengandung ekstrak ganoderma berumur 18 hari. Ketika itu ling zhi kaya germanium dan polisakarida. Selain tunggal, DXN juga mengolah ling zhi dengan bahan lain seperti kopi, tongkat ali alias pasakbumi, dan cokelat sebagai bahan minuman sehari-hari.

Mengolah minuman siap saji itu amat praktis. Konsumen hanya tinggal menyobek kemasan, menuangkan isinya ke dalam gelas, dan menyeduhnya. Semua produk itu diolah dengan teknologi mekanisasi yang higienis. Ketika berkunjung ke lokasi pengolahan ling zhi milik DXN di Kedah, Trubus diharuskan mengganti pakaian dengan jas dan celana laboratorium berwarna putih serta sepatu khusus, menutup kepala, dan masker. Itu seragam standar para karyawan di bagian produksi.

Ruang-ruang produksi ling zhi tampak bersih, berpendingin dengan suhu 20-22oC. Pengolahannya dengan mesin mutakhir. Pengemasan paduan ekstrak ling zhi dan kopi, umpamanya, mencapai 400.000 pak bervolume 21 gram per 8 jam. DXN hanya mengekspor ekstraksi ling zhi dan bahan lain ke berbagai negara untuk dikemas ulang. PT Daxen Indonesia, perwakilan DXN Industries Sdn Bhd di Indonesia, mengemas ekstrak ling zhi di Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Sistem dan standar kerja di Gunungputri persis di Kedah sehingga kualitas produk pun tak perlu diragukan. Mengapa DXN tak mengembangkan ling zhi di setiap negara? Loh Pau Lon mengatakan sentralisasi produksi ling zhi semata-mata hanya untuk menjaga mutu. Jadi ling zhi yang beredar di Meksiko sama mutunya dengan ling zhi yang diperdagangkan di Spanyol.

Dengan demikian pantas bila DXN mendapat penghargaan dari berbagai pihak. India Board of Alternative Medicine dan International Alternative Medicinal Association beberapa lembaga yang memberikan penghargaan kepada DXN yang memproduksi ling zhi. Bukan hanya penghargaan, tetapi juga omzet yang terus menjulang. Pada 2007 aset DXN baru Rp780.615.720.500. Setahun kemudian aset itu melambung menjadi Rp823.108.383.900. Uang DXN memang membukit di Bukit Wang. (Sardi Duryatmo)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img