Monday, November 28, 2022

Dari Ekspedisi Henry Ridley

Rekomendasi

 

Di gunung berketinggian 2.187 m itu Henry menemukan N. alba di antara semak hijau. Ia mudah ditemukan karena warnanya kontras dengan vegetasi sekitar. Lazimnya, kantong nepenthes berwarna merah, kuning, hijau, jingga, ungu, atau hitam.

Bentuk kantong atas alba menarik, seperti berpinggang. Panjangnya 13 cm, lebar 4 cm. Meski disebut alba-diambil dari bahasa Latin, albus yang artinya putih, warna kantong atas beragam. Yang putih solid hanya 9% dari total populasi.

Sisanya, warna putih muncul pada setengah kantong bagian atas. Bagian bawah, hijau kekuningan. Malah ada sebagian kecil-hanya 1%-yang justru dominan merah, merah muda, dan jingga-berupa bercak di luar dan dalam kantong. Di bagian depan kantong ada garis ungu tua dari atas ke bawah. Peristom alias bibir kantong dan tutup kantong bervariasi: putih, merah, atau merah muda tergantung warna kantong.

Alba roset

Kantong bawah alba panjangnya 12 cm dan lebar 4,5 cm. Bagian bawah berbentuk oval dan menggembung. Bagian atas menyempit dulu, lalu melebar di dekat peristom. Umumnya kantong bawah berwarna cokelat tua keunguan dengan bercak ungu tua di bagian luar. Sisi dalam kantong, ungu terang terkadang berbercak ungu.

Ada 2 sayap selebar 7 mm di kantong bawah. Peristom berwarna ungu tua atau hitam dan bergaris-garis. Tutup kantong elips, berwarna ungu atau kemerahan di pangkal dan memiliki semacam taring sepanjang 13 mm.

Di Gunung Tahan, alba ditemukan pada ketinggian 1.600-2.187 m dpl. Pada ketinggian 1.600 m dpl, ia tumbuh di antara semaksemak pendek dan bisa memanjat hingga 5 m. Sebagian besar tumbuh di bawah paparan sinar matahari langsung.

Di lereng atas gunung yang tak bersemak, alba tumbuh di areal terbuka. Di sana si putih membentuk batang pendek, roset, kompak, dan menjalar di atas tanah. Sementara di puncak gunung, alba tumbuh di genangan air, rawa, atau di antara semak rawa dan anggrek.

Hanya 9% dari total populasi alba di Gunung Tahan memproduksi kantong yang benar-benar putih.
Sisanya, 90% putih dengan setengah kantong bagian bawah hijau kekuningan dan 1% berbercak merah.

Sangat ramping

Di Gunung Tahan, Henry juga menemukan N. gracillima. Di gunung di Taman Negara-taman nasional terbesar di Malaysia-itu populasi gracillima lebih sedikit. Maklum, nepenthes sangat langsing (gracilis = ramping dan illimus = sangat) itu hanya cocok tumbuh di antara semak gunung yang lembap di ketinggian 1.600-1.700 m dpl. Makanya ketakung dengan cabang memanjat hingga 3 m itu tidak pernah dijumpai di tanah terbuka.

Bentuk kantong atas seperti kerucut dan ramping dengan panjang 26 cm dan lebar 5 cm. Kerap ditemukan yang membentuk pinggang. Gracillima umumnya berwarna hitam berbercak hijau terang di bagian luar dengan peristom kuning berstrip hitam atau ungu. Sisi dalam kantong atas hijau kekuningan. Warna tutup senada dengan kantong: bagian atas hitam berbercak hijau, bagian dalam, hijau kekuningan.

Kantong bawahnya lebih gendut. Panjang 22 cm, lebar 7 cm. Sisi luar kantong dominan hijau kekuningan dengan variasi titik merah tua atau ungu. Bagian dalam hijau terang polos. Peristom mengkilap berwarna hijau atau kemerahan dan bergaris merah tua atau ungu. Tutup oval sepanjang 6 cm dan lebar 5 cm. Permukaannya hijau pudar berbercak ungu gelap atau hitam; bagian bawah, hijau kekuningan atau kuning terang.

Kantong bawah gracillima juga bersayap dan bertaji seperti alba. Hingga kini 2 nepenthes hasil ekspedisi Ridley belum banyak dibudidayakan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img