Saturday, August 13, 2022

Dari Gondang si Manis Datang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kemanisan jambu bol itu melegenda di tanah leluhurnya, Jombang, Jawa Timur. Dulu para serdadu Belanda yang bertugas di Jombang, gemar menyantap jambu bol sebagai penutup makan siang. Sayang, saat itu masyarakat setempat tak tahu pohon gondangmanis. Baru pada 90 tahun silam, mendiang Toha memungut biji-biji yang berserakan dibuang oleh prajurit negeri Kincir Angin itu.

Biji-biji itu lantas ditanam di pekarangan rumah. Salah satu di antaranya tumbuh menghasilkan buah istimewa seperti induknya: manis dan berwarna mencolok. Sosoknya berbeda dengan jambu bol lain yang lazimnya berwarna merah bergaris-garis putih. Penampilannya mirip genta bulat. Toha yang kemudian menjadi Kepala Desa Gondangmanis, mengembangkan jambu bol itu sebagai buah kebanggaan desa.

Renyah

Warna ungu kemerahan lebih gelap dicapai ketika gondangmanis matang. Ketimbang jambu bol jamaika, warna gondangmanis lebih gelap. Jambu dersana? sebutan lain jambu bol?biasanya berwarna merah atau putih. Gondangmanis muda berwarna merah muda keunguan. Ketika dibelah, tampaklah daging buah seputih kapas, setebal 2 cm. Lalu aroma asam manis nan menyegarkan menguar. Ketika digigit rasa renyahnya langsung terasa. Manis langsung menyergap lidah. Maklum kemanisan Syzygium malaccense itu mencapai 100 briks; jambu bol lain 80 briks.

Kadar vitamin C 3,15?3,2 mg, air 89,54?89,90%, dan protein 0,3 gram. Pantas jika harga jambu istimewa itu relatif tinggi. Di tingkat pekebun, sekilo gondangmanis dibandrol Rp12.000. Bandingkan dengan jambu bol lain yang cuma Rp4.000?Rp5.000 per kg. Kerabat cengkih itu lebih banyak dijajakan di beberapa pasar swalayan daripada pasar tradisional.

Toh, varietas unggul yang dilepas pada Desember 2004 itu belum diusahakan secara intensif. Di Jombang, gondangmanis hanya sebagai tanaman pekarangan. Di setiap halaman rumah penduduk di Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, sentra terbesar, terlihat minimal 3?5 pohon. Total populasi saat ini lebih dari 1.000 pohon, 600 pohon di antaranya berumur lebih dari 30 tahun.

Tajuk tanaman seperti kerucut, percabangan rapat dan melebar sehingga terlihat rindang. Bila tanaman berumur lebih dari 20 tahun, akarnya menonjol dari permukaan tanah, sehingga membuat tanaman lebih kekar.

Pohon berbuah perdana pada umur 4 tahun dengan produksi rata-rata 40?50 kg. Produktivitas meningkat seiring penambahan umur, 300?350 kg per tahun pada tanaman berumur 10 tahun. Pemilik pohon tak pernah memupuk. Yang dilakukan berupa penyiraman seminggu sekali pada musim kemarau dan memangkas ranting-ranting kering. Pengendalian serangan hama dengan menutupi lubang bekas gerekan dengan tas plastik bekas.

Permadani

Musim berbunga jatuh pada April?Mei. Saat itu bunga merah menyala menghiasi ranting pohon yang tak berdaun. Kelopak bunganya menutupi hampir seluruh tajuk tanaman. Kemudian saat persarian, tangkai sari berjatuhan di atas permukaan tanah. Saking banyak tangkai sari yang berguguran, pelataran halaman di sekitar pohon jambu bak digelari permadani merah. Dua bulan berselang, Juli?September, musim panen pun tiba.

Di balik keistimewaan, gondangmanis mempunyai kelemahan. Kadar airnya mudah menguap, terutama jika terkena sinar matahari terus-menerus dan disimpan terlalu lama. Oleh karena itu, hindarkan buah yang baru dipetik dari panas untuk mencegah layu dan kisut. Agar tetap segar, masyarakat memanen pada pagi hari dan menyimpannya pada suhu dingin. Dengan cara itu Anda yang jauh dari Jombang pun dapat merasakan nikmatnya gondangmanis. (Ir Baswarsiati MS, peneliti Balai Pengembangan Teknologi Pertanian, Malang, Jawa Timur)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img