Monday, November 28, 2022

Dari Kaisar Kuning hingga Laksamana Cheng Ho

Rekomendasi

Sang panglima Tzeng He-sebutan lain Cheng Ho-juga ahli akupungtur. Teknik pengobatan Cina dengan menggunakan tusuk jarum.

Pelayaran Cheng Ho ke Asia pada 1405-1433 M juga ditemani tabib mumpuni dari tanah Tiongkok. Sebut saja Ma Kho Kwan. Sang tabib akhirnya ditinggalkan oleh Cheng Ho di Semarang untuk merawat Dampo Awang. Dampo seorang juru mudi kapal yang sakit sehingga tak mampu melanjutkan perjalanan dan menetap di Semarang. Sinse-sebutan untuk tabib-Ma Kho Kwan selanjutnya menetap di Kedu, Jawa Tengah. Sejak kedatangan Cheng Ho itulah dasar-dasar pengobatan cina masuk ke Indonesia, kata Hakim Suryatenggara, ahli akupungtur, di Jakarta.

Menurut Hakim, pada awalnya pengobatan cina alias chin tse yang terkenal ialah periksa nadi, patah tulang, dan akupungtur. Itu karena masyarakat Indonesia lebih menyukai pengobatan tanpa ramuan. Saking terkenalnya, akupungtur seperti simbol pengobatan cina, kata Hakim. Pantas, 500 tahun kemudian, tepatnya pada 1963 Presiden RI Soekarno memerintahkan akupungtur dipakai di Rumah Sakit Pusat. Sementara periksa nadi, akupungtur, dan ramuan hanya populer untuk orang Cina yang tinggal di Indonesia.

Selain Cheng Ho, pada abad ke-18 terjadi migrasi besar-besaran orang Cina ke Indonesia melalui Batavia, Tuban, dan Banten. Keahlian mereka (para imigran, red) bermacam-macam. Dari ahli keuangan, pertanian, sampai pertambangan. Bahkan ada juga yang tanpa pengalaman, ujar Dr Priyanto Wibowo, pengajar di Program Studi Cina, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Bahkan, kebudayaan cina di Palembang telah ditemukan sejak abad ke-4. Menurut Prof Dr Muhammad Yusuf, sinse di Sukabumi, masuknya pengobatan cina berjalan seiring migrasi rakyat Tiongkok ke Indonesia.

Pada perkembangannya pengobatan cina kian diterima oleh masyarakat Indonesia. Pada 1930-an misalnya. Di Glodok, Jakarta Barat, telah berdiri sebuah toko yang khusus menjual obat Cina. Semua obat yang dijual didatangkan langsung dari Cina. Kini di tempat itu berdiri 11 toko obat herbal cina. Kawasan itu kondang sebagai toko obat cina terlengkap dan tertua di tanahair (baca: Resep Bung Karno di Glodok, hal 94). Di Tangerang, sebuah toko bernama Ban An Tong, sangat terkenal hingga ke pelosok Tangerang dan perbatasan Bogor.

Seiring dengan perjalanan waktu, pengobatan cina di tanahair terus berkembang mengikuti kemajuan di negeri asalnya. Muhammad Yusuf salah satunya. Pada 1994, sinse pemilik Rumah Sakit Citra Insani Indonesia itu menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok. Di tanahair Yusuf memperkenalkan Tradicional Chinese Medicine (TCM) untuk pengobatan kanker. TCM ialah penggabungan antara ilmu pengobatan tradisional dengan pengobatan medis yang muncul di Cina pada 1933.

Yusuf mengikuti jejak Jerman, Brazil, dan Kanada yang juga mengembangkan TCM di luar tanah Tiongkok. Kini sejak 2 tahun silam, Yusuf bekerjasama dengan Armed Police Hospital di Guangzhou. Di sisi lain, beberapa rumahsakit Cina saat ini mulai marak membuka cabang di Jakarta. Itu karena pengobatan cina kerap dianggap sebagai jurus pamungkas untuk mengatasi penyakit yang tak kunjung sembuh.

Nun di negeri asalnya pengobatan tradisional cina telah muncul sejak 5.000 tahun silam. Jauh sebelum bangsa lain mempunyai ilmu pengobatan, Cina telah menguasai, ujar Dr William Adi Teja, herbalis di Jakarta. Menurut Yusuf, bangsa Cina mendahului bangsa Eropa di bidang pengobatan karena di masa lampau Cina dilanda peperangan panjang. Karena itulah banyak korban terluka dan infeksi sehingga mendorong bangsa itu untuk berpikir cara penyembuhan. Banyaknya mayat memungkinkan pengamatan anatomi tubuh lebih mudah. Operasi dan amputasi pun kerap dilakukan.

Sayang, pada masa itu tak ada catatan khusus nama tabib-tabib mumpuni dan ilmu yang ditinggalkannya. Baru pada zaman Kaisar Kuning alias Kaisar Huang Ti yang memerintah sekitar 277 SM dirangkum sebuah kitab berjudul Huang Ti Nei Ching. Buku itu berisi dialog kaisar dengan penasehat medis Chi Po mengenai pengetahuan medis berdasarkan prinsip taois. Dengan menerapkan prinsip itu, Huang Ti hidup selama 111 tahun dalam kondisi segar bugar bersama 1.200 istri.

Tabib lain yang populer ialah Hoa To. Tokoh yang hidup pada era tiga negara-Gui, Siok, dan Gouw-itu disebut-sebut perangkum pengobatan cina yang dikembangkan pendahulunya. Ia dikenal kerap melakukan operasi dengan sukses. Kwan Kong, panglima perang dari kota Keng Ciu, yang melegenda pernah dioperasi tangannya.

Sayang, Hoa To dibunuh oleh Panglima Co Coh dari negara Gui karena berniat mengoperasi kepalanya. Kitab buatan Hoa To dibakar oleh istrinya yang tak menerima kematian sang suami. Yang tertinggal hanyalah kitab tentang akupungtur. Hanya sekelumit ilmu dari segudang ilmu pengobatan cina. (Destika Cahyana/Peliput: Dyah Pertiwi Kusumawardani)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img