Sunday, August 14, 2022

Dari Lebah Pembebas Stres

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Propolis sebagai antioksidan dapat mencegah stres oksidatifPropolis terbukti menurunkan kadar f2-isoprostan-toksik hasil stres oksidatif penyebab penyakit degeneratif seperti stroke, penuaan dini, dan alzheimer.

Itulah hasil riset terbaru Desi Hardianty, mahasiswa pascasarjana Program Studi Ilmu Biomedik, Universitas Udayana Denpasar, Bali. Stres oksidatif terjadi apabila tubuh tidak mampu melakukan detoksifikasi atau menetralisasi radikal bebas dari senyawa reaktif oksigen. Senyawa itu di antaranya anion superoksida, hidrogen peroksida, radikal hidroksil, dan peroksinitrit.

Akibatnya intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) dr Hardhi Pranata SpS MARS, stres oksidatif menyebabkan proses degeneratif seperti atherosklerosis, stroke, penyakit parkinson, alzheimer, jantung koroner, diabetes mellitus, kanker, dan penuaan dini.

Antioksidan

Radikal bebas berupa senyawa atau molekul dengan satu atau lebih elektron tak berpasangan pada orbit luarnya. Oleh karena itu untuk mencapai kestabilan ia mencuri molekul di sekitarnya. Terjadilah reaksi berantai membentuk radikal baru. “Radikal bebas dapat merusak membran sel, protein, lemak, dan DNA,” ujar dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Gatot Subroto di Jakarta itu. Radikal bebas dapat berasal dari dalam tubuh seperti karena olah raga berat, stres, proses glikosilasi, metilasi, dan kelainan genetika. Dari luar tubuh, seperti polusi asap, rokok, gizi buruk, pestisida, efek kemoterapi, dan efek radiasi. Untuk mengatasi radikal bebas tubuh butuh antioksidan.

Trigona sp salah satu lebah penghasil propolisMenurut Hardhi dalam keadaan normal, tubuh memproduksi antioksidan seperti enzim glutathion (GSH) dan super oksida dismutase (SOD). “Enzim itu mampu menetralisasi radikal bebas di dalam tubuh,” kata Hardhi. Namun ketika radikal bebas lebih banyak daripada antioksidan, antioksidan tubuh tak mampu mengimbangi radikal bebas. Terjadilah stres oksidatif.

Oleh karena itu menurut Desi Hardianty, tubuh memerlukan asupan antioksidan dari luar. Senyawa antioksidan bekerja memberi elektron (elektron donor) untuk ditangkap radikal bebas sehingga tidak merusak molekul lain. Antioksidan mampu menangkal atau meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh. “Sumber antioksidan antara lain sayuran dan buah, terutama yang dikonsumsi mentah,” tutur dr Ekky M Rahardja SpGK dari Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta.

Sumber antioksidan lain sebagaimana riset Desi adalah propolis. Dalam risetnya Desi menggunakan 18 tikus putih Rattus novergicus galur wistar jantan umur 2-3 bulan berbobot 150-200 g. Ia membagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama diberi perlakuan kontrol yaitu akuades 1 cc per ekor per hari, kelompok kedua diberi perlakuan 0,3 g ekstrak propolis yang diencerkan dengan aquades sampai menjadi 1 cc per ekor per hari. Kelompok ketiga diberi ekstrak propolis 0,6 g yang diencerkan dengan akuades sampai menjadi 1 cc per ekor per hari.

Selama tujuh hari perlakuan, semua tikus dipaksa melakukan aktivitas fisik maksimal. Tikus dibiarkan berenang hingga hampir tenggelam, kurang lebih 60 menit per hari. Hasilnya, pemberian ekstrak propolis per oral dosis 0,3 g dapat menurunkan kadar f2-isoprostan-toksik hasil stres oksidatif sebesar 35,12% dalam urine tikus. Pada dosis 0, 6 g, penurunan hingga 68, 68%. Menurut Desi, makin tinggi dosis propolis kian turun kadar f2-isoprostan dalam urine.

Propolis

Propolis lebah mengandung minyak esensial, isoflavonoid, asam kafeat, asam isoferulat yang mempunyai efek antioksidan, sehingga meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus mendetoksifikasi radikal bebas di dalam tubuh. Menurut Rokim Abdul Karim, bagian pemasaran PT Maisya Makmur, propolis baik digunakan untuk mengatasi penyakit akibat stres oksidatif.

Saeful Nurul Uddin, anggota staf pemasaran Madu Annabawy menuturkan, produk lebah seperti propolis dan madu sangat bermanfaat bagi kesehatan. “Idealnya kita mengonsumsi madu yang juga mengandung propolis dan royal jelly,” kata Saeful. Dewi Sukarniawati R SSi Apt, direktur utama PT Sumber Kartika Naturlite, produsen madu murni mina, mengatakan madu dan propolis yang bagus adalah murni hasil dari alam, tanpa penambahan zat-zat pengawet.

Sayuran mentah sebagai sumber antioksidan luar tubuhUntuk menjaga tubuh dari pengaruh stres oksidatif Rokim menganjurkan mengonsumsi lima tetes propolis setiap hari sebelum tidur malam. “Pada malam hari saat tubuh beristirahat, sel-sel di dalam tubuh pun beristirahat. Ada sebagian sel yang masih bekerja untuk menghalau radikal bebas yang diserap oleh tubuh selama sehari penuh. Pada saat itu, propolis berperan untuk membantu kerja sel tersebut sehingga seseorang yang mengonsumi propolis saat bangun tidur akan terasa lebih segar,” tutur Rokim. (Bondan Setyawan/Peliput: Andari Titisari dan Desi Sayyidati Rahimah)

 

Keterangan Foto :

  1. Propolis sebagai antioksidan dapat mencegah stres oksidatif
  2. Trigona sp salah satu lebah penghasil propolis
  3. Sayuran mentah sebagai sumber antioksidan luar tubuh

 

Propolis vs Stres oksidatif

Previous articleAnugerah Apis Atasi Stroke
Next articleKisah Duet Abadi
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img