Sunday, April 12, 2026

Dari Mahiz ke Industri: Jejak Jagung yang Mengubah Dunia

Rekomendasi
- Advertisement -

Jagung, yang dulu disebut mahiz oleh suku Indian, bermula sebagai rumput liar di Meksiko dan kemudian didomestikasi menjadi tanaman pangan utama. Penemuan fosil tepung sari di bawah kota Meksiko menunjukkan akar panjang tanaman ini, yang sejak lama memiliki peranan ritual dan budaya bagi masyarakat pra-Columbus.

Bersama labu dan kacang, jagung membentuk trio pangan sakral yang dalam tradisi suku Pueblo yang selalu ditanam berdampingan. Praktik agrikultur yang sederhana tapi cerdas karena saling melengkapi kebutuhan nutrisi dan ekologi.

Kala penjelajah Eropa membawa biji jagung dari “dunia baru” ke benua lama, tanaman ini menyebar pesat hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari pola pangan dan industri. Di awal perkembangan teknologi, hanya bulir yang dimanfaatkan.

Bagian lain seperti tongkol dan klaras baru perlahan mendapat perhatian untuk pakan ternak dan bahan industri. Sejak akhir abad ke-19 mulai muncul pengolahan minyak jagung secara komersial. Pada abad ke-20 perkembangan teknologi pati serta enzim membuka jalan bagi produk-produk turunan baru, termasuk pemanis berbasis jagung.

Peran jagung dalam industri semakin meluas. Bulir untuk pangan, pati untuk bahan baku, minyak untuk keperluan pangan dan industri, serta tongkol diolah menjadi pakan ternak dan bahan farmasi.

Praktik menanam jagung khusus untuk pakan menghasilkan tebon yang dipanen lebih cepat dan efektif menaikkan bobot sapi, kuda, maupun domba. Kini hampir seluruh bagian tanaman dimanfaatkan—pati, minyak, protein, serat, etanol, hingga pemanis—menjadikan jagung komoditas serba guna dengan daya serap pasar luas.

Warisan budidaya suku Indian, dari penanaman sederhana hingga pengolahan modern, menegaskan jagung sebagai salah satu keberhasilan besar dalam sejarah pertanian manusia.


Artikel Terbaru

Mengubah Sampah Jadi Listrik di TPPAS Galuga Bogor: Peluang dan Tantangannya

Rencana menyulap tumpukan sampah menjadi energi listrik di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, Provinsi...

More Articles Like This