Tuesday, November 29, 2022

Dari Mint Lahir Menthol

Rekomendasi

Masyarakat umum lebih mengenalnya sebagai tanaman mint, tetapi kalangan ilmiah mengidentifi kasikannya sebagai Mentha spp. Ada 2 jenis mentha yang lazim disuling minyaknya, Mentha piperita dan Mentha arvensis. Keduanya terkenal karena jumlah dan kualitas asirinya cukup tinggi. asiri M piperita lebih dikenal sebagai peppermint oil, sedangkan M arvensis sebagai cornmint oil.

Mentha piperita berasal dari Selandia Baru. Dibanding saudaranya, piperita mengandung komponen lain yang tidak dimiliki arvensis, menthopuran. Senyawa ini menyebabkan minyak yang dihasilkan beraroma lebih harum dengan kualitas lebih baik. Tak heran jika harganya lebih tinggi. Di pasaran dunia 1 kg peppermint oil berharga Rp500 ribu. Arvensis hanya Rp250-ribu—300-ribu per kilo.

Industri menggunakan hasil olahan mentha dalam 2 jenis produk, minyak asiri dan menthol. Menthol adalah salah satu komponen penyusun dalam asiri mentha. Selain menthol masih ada 9 komponen lain. Menthol asetat dan pipereton contohnya. Oleh karena itu prinsip dasar pengolahan mentha dibagi 2, penyulingan untuk mendapatkan minyaknya dan pendinginan untuk mendapatkan kristal mentholnya. Proses pengolahannya tidak sulit. Berikut sekelumit kisah perjalanan selembar daun mentha alias mint menjadi peppermint oil dan menthol.

Menthol

Sejatinya mentha tanaman subtropis yang hanya bisa berbunga pada panjang hari 16 jam. Jika kurang dari itu tanaman tidak akan berbunga. Padahal, kandungan minyak asiri terbaik didapat saat fase berbunga. Perlakuan tambahan bisa saja dilakukan. Yaitu dengan penyinaran buatan menggunakan bolam lampu. Namun, tetap saja kualitas asiri yang dihasilkan masih kalah dibanding alamiah.

Untuk menghasilkan minyak asiri berkualitas, tanaman harus dirawat intensif. Kompetisi hara mentha dengan rumputrumputan tergolong tinggi. Idealnya penanaman menggunakan mulsa sehingga kompetisi bisa diminimalkan. Kualitas tanaman lebih baik dan hara tidak banyak yang hilang.

Kadar menthol tertinggi didapat saat berbunga. Tanaman dipanen menggunakan sabit, lalu dikeringanginkan hingga kadar air 35%. Jangan dijemur langsung. “ Untuk terna yang diambil daunnya seperti mentha cukup diangin-anginkan, jika dijemur kandungan minyak asirinya akan hilang menguap,” ujar Makmun BSc, kepala laboratorium Fisiologi Hasil Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor. Kadar minyak asiri dalam daun mentha sangat rendah, hanya 0,6%. Artinya dalam 100 kg bahan hanya dihasilkan 0,6 kg minyak asiri. Tak heran jika harganya sangat mahal.

Disuling

Proses selanjutnya, setelah dikeringanginkan selama 1 atau 2 hari, daun siap disuling. Alat penyuling yang digunakan sama dengan alat untuk menyuling nilam. Terbuat dari bahan antikarat. Kapasitas ketel bervariasi, antara 150 l—1.000 l, setara dengan 15—100 kg tinggal pilih sesuai kebutuhan daun mentha.

Alat berbentuk tabung setinggi hampir 1 m. Di bagian bawah terdapat tempat untuk meletakkan kompor minyak tanah yang telah didesain khusus untuk penyulingan. Air dimasukkan ke dalam tabung hingga memenuhi setengah volume tabung. Sarangan yang terbuat dari bahan antikarat lalu dimasukkan ke dalam tabung. Daun mint diletakkan hingga tabung penuh. Setelah ditutup rapat, kompor dinyalakan hingga proses penyulingan selesai.

Berbeda dengan minyak asiri cendana yang membutuhkan titik didih tinggi, daun mentha hanya memerlukan tekanan 1 atm, setara dengan titik didih air (100°C) untuk melepaskan minyak asirinya. Prosesnya pun singkat, cuma perlu waktu 2 jam.

Air yang dipanaskan akan mendidih, melepaskan uap air yang akan naik ke atas mengenai bahan. Uap air menarik minyak dalam daun dan masuk ke dalam pipa kecil berdiameter 1 cm. Pipa ini sudah dirancang untuk diletakkan dalam pipa yang lebih besar. Saat uap air bercampur minyak di dalam pipa kecil, air didalam pipa bisa untuk proses pendinginan. Pipa besar ini diposisikan mengelilingi pipa kecil. Minyak secara otomatis terpisah dengan uap air karena memiliki berat jenis lebih ringan. Untuk menampungnya digunakan cawan khusus. Sampai di sini proses penyulingan selesai.

Kristalisasi

Kebanyakan industri merasa cukup menggunakan menthol dalam bentuk minyak asiri. Namun, untuk mendapatkan menthol diperlukan proses lebih lanjut. Minyak harus didinginkan untuk mengisolasi kristal-kristal menthol di dalamnya.

Minyak dimasukkan dalam kotak antikarat. Di bagian bawah terdapat wadah penampung. Tidak sampai 12 jam menthol akan mengkristal, sedangkan minyak mengalir ke dalam penampung. Bentuk kristal menthol mirip serpihan-serpihan jarum berwarna bening. Kristal ini cukup tahan. Dalam suhu kamar ia tidak akan hilang menguap. Di pasaran juga beredar menthol sintetis alias buatan, kebanyakan berasal dari Cina. Tak heran, sebab harga kristal menthol yang asli sangat mahal.(Laksita Wijayanti/Peliput: Hanni Sofi a)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img