Sunday, August 14, 2022

Dari Redaksi Januari 2007

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Bambang Ismawan raih Sosial Entrepreneur of The Year 2006
Bambang Ismawan raih Sosial Entrepreneur of The Year 2006

Hawa dingin menggigit tulang yang berasal dari AC di ruangan Hotel Mulia, Jakarta itu bagaikan tak terasa oleh 15 finalis Ernst & Young Entrepreneur of The Year 2006. Suasana malah terasa hangat, ceria, dan akrab. Ya, malam itu program Host Ernst & Young Entrepreneur of The Year, John B. Arnold mengumumkan hasil penilaian dewan juri terhadap 100 entrepreneur sukses. Hasilnya, 15 orang keluar sebagai finalis dan 5 di antaranya akan menerima penghargaan di berbagai bidang berbeda.

Dewan juri yang menyeleksi seluruh calon terdiri dari 5 orang: Adrianto Machribie, penasehat senior Freeport Indonesia, Jacob Oetama, CEO Kompas Gramedia Grup, Jos Luhukay dari Indoconsult, Lily Widjaya, komisaris Bursa Efek Jakarta dan Presdir Merril Lynch Indonesia, dan Sri Urip, komisaris independen PT Sepatu Bata Tbk.

Pembaca sekalian, salah satu dari 5 pemenang itu ialah Bambang Ismawan, Pemimpin Umum Trubus. Ia terpilih sebagai orang pertama yang meraih Social Entrepreneur of The Year 2006, sebuah penghargaan yang baru pertama kali diberikan di Indonesia. Empat penghargaan lain ialah Indonesian Entrepreneur of The Year 2006, Lifetime Achievment Entrepreneur, Industry and Manufacturing Entrepreneur, dan Service Entrepreneur. Berkat kemenangannya itu Bambang Ismawan pada Januari 2007 diundang menghadiri pertemuan Sixth Social Entrepreneurs Summit di Zurich, Swiss.

Mengapa pemimpin umum Trubus itu memperoleh penghargaan di bidang sosial? Penerbitan majalah Anda ini sebenarnya hanya satu dari sejumlah besar aktivitas Yayasan Bina Swadaya, tempat bernaung Trubus. Salah satu kegiatan pokok yayasan ialah membantu mengembangkan kemandirian masyarakat miskin.

Bambang Ismawan ikut merintis pengembangan keuangan mikro di Indonesia. Ia juga berperan menghubungkan bank dengan kelompok-kelompok swadaya masyarakat di pedesaan. Selama 40 tahun bergerak di bidang sosial, Bambang dan rekan-rekannya membidani kelahiran Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia, Sekretariat Bina Desa, HKTI, Yayasan Agro Ekonomika, dan Koperasi Bina Masyarakat Mandiri. Magister sains Sosiologi Pedesaan dari IPB itu juga sempat menjadi anggota badan pengurus ANGOC (Asian non-Government Organization Coalition on Rural Development and Agrarian Reform) yang berpusat di Manila, Filipina.

“Penghargaan ini adalah penghargaan Bina Swadaya, seluruh organ yayasan, segenap gugus kegiatan, bahkan masyarakat yang kita layani,” ujar Bambang via sms ke Trubus. Penghargaan ini pengakuan pihak luar terhadap karya Bina Swadaya di masyarakat, sekaligus beban moral tambahan untuk terus memperbaiki kinerja di masa datang. ***
Salam,

Onny Untung

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img