Friday, August 19, 2022

Dari Tegal ke Negeri Jiran

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kebun melati di Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

TRUBUS — Seleksi rahasia sukses mengekspor bunga melati.

Wiryono rutin mengekspor 600—900 kg bunga melati segar ke Malaysia setiap pekan. Jumlah itu terbagi menjadi 3 kali pengiriman. “Setiap pengiriman sebanyak 500 kg melati segar sebelum pandemi korona,” kata petani melati di Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, itu. Selalu ada pengiriman melati ke Malaysia setiap pekan. Adapun ekspor melati ke Thailand dan Arab Saudi setiap November—Januari.

Lazimnya Arab Saudi mendapatkan pasokan melati dari India. Pengiriman dari India terhenti pada November—Januari karena negara beribukota di New Delhi itu menggunakan melati untuk kebutuhan sendiri. Oleh karena itu, Arab Saudi mengandalkan melati dari Indonesia. Thailand memiliki cerita berbeda. Musim dingin berlangsung pada November—Januari di Negeri Gajah Putih sehingga tanaman melati tidak berbunga.

Kualitas premium

Itulah alasan Thailand mendatangkan melati dari Nusantara. Pengiriman ke Thailand dan Arab Saudi hampir setiap hari pada November—Januari. “Thailand menerima 2 ton melati per pengiriman, sedangkan Arab Saudi 500 kg,” kata petani melati sejak 1996 itu. Kini Wiryono hanya mengekspor 5 kali per pekan ke Thailand dan 2 kali/pekan ke Arab Saudi setelah pandemi korona. Perkenalan Wiryono dengan para pembeli dari mancanegara berkat media sosial.

Wiryono membudidayakan melati sejak 1996.

Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, itu aktif berselancar di dunia maya untuk bersilaturahmi sekaligus mencari pembeli. Melati-melati hasil kebun Wiryono memang berkualitas premium. Pembeli mancanegara menghendaki ukuran bunga melati besar dan putih. Terkait ukuran melati, Wiryono tidak menggunakan patokan atau standar pasti. “Pokoknya bunganya dipilih yang besar dan putih,” kata pria berumur 47 tahun itu.

Jadi, kunci kualitas melati Wiryono terletak pada seleksi. Dari total produksi melati Wiryono, 50—60% termasuk kriteria ekspor. Sisanya mengisi pasar dalam negeri seperti di Palembang, Sumatra Selatan, Bandung (Jawa Barat), Surakarta (Jawa Tengah), Yogyakarta (Daerah Istimewa Yogyakarta), serta Jember dan Banyuwangi (Jawa Timur). Pasar dalam negeri untuk keperluan pesta perkawinan dan bahan baku pabrik teh. Saat ini Wiryono memproduksi 3—4 kuintal melati segar per hari.

Produksi saat ini lebih besar dari biasanya karena cuaca panas dan tersedia air untuk menyiram. Pembungaan melati kurang maksimal jika hujan. Sebetulnya budidaya melati ala Wiryono belum maksimal. “Petani melati belum mengenal teknologi pertanian seperti penyiraman. Kalau mau pakai teknologi biayanya mahal,” kata petani melati yang mengelola lahan seluas 9 hektare itu. Budidaya konvensional termasuk pemberian 100 kg pupuk Urea dan 200 kg Phonska setiap 3—4 bulan sekali.

Wiryono menggunakan pestisida berbahan aktif abamectin dan sipermectin untuk mengendalikan hama dan penyakit. “Penyemprotannya sepekan dua kali ketika tanaman memproduksi 1 kg bunga. Jadi setelah petik sekitar 1 kg, baru kita semprot. Dosisnya sesuai di kemasan,” kata lelaki yang pernah bertani bawang merah itu. Melihat potensi ekspor yang tinggi, Petrokimia Gresik memberikan dukungan kepada para petani melati untuk memaksimalkan pemupukan.

Dalam siaran pers pada 19 Maret 2021, Direksi PT Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo, memanen melati hasil demo plot aplikasi pupuk nonsubsidi NPK Phonska Plus di lahan 150 hektare di Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. “Pupuk merupakan kunci penting program peningkatan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, kami memastikan ketersediaan pupuk hingga level kios. Baik itu subsidi maupun komersial sebagai pendukung subsidi,” kata Dwi Satriyo Annurogo. (Bondan Setyawan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img