Thursday, December 8, 2022

Delapan Inovasi Paling Top Semua Orang Bisa Memakainya

Rekomendasi

Apa hubungan kelapa dengan energi? Mari kita simak proses berikut ini. Tempurung kelapa dibersihkan dari daging buah dan sabut. Tempurung gundul itu dimasukkan ke tungku setinggi 2 m dengan diameter 90 cm. Tungku dipanaskan sampai 400oC. Bahan bakarnya tempurung kelapa juga. Tempurung yang sudah berubah menjadi arang itu lantas dihancurkan dengan hummermil sampai menjadi bubuk. Setelah dicampur kanji-perbandingan 1 kanji : 3 bagian serbuk arang – kemudian dipress menjadi briket.

Briket inilah yang menjadi energi luar biasa panas lantaran kalorinya mencapai 7.200 kalori/g. Batubara hanya 4.500-4.600 kalori/gram. Satu kompor berisi 6 briket bisa menyala sampai 2 jam. Apa keuntungan briket yang sudah diekspor ke Korea itu? Tidak ada asap, tidak ada jelaga, dan tidak ada api karena yang muncul hanya bara. ‘Dengan briket itu satu desa sudah bisa mandiri energi,’ tandas sang profesor. ‘Asap pembakaran tempurung menjadi liquid smoke yang dijual sebagai pengawet bahan makanan,’ tambahnya.

Bagi Bambang Setiaji, briket gosong modal menggaet dolar. Kini ia harus menggenjot produksi lantaran sudah terikat kontrak mengekspor 25 kontainer briket per bulan setara 625 ton briket. Alumnus Manchester University di Inggris itu membuktikan, teknologi tidak harus yang mahal dan bagus, ‘Home made juga bisa,’ ujarnya sambil tersenyum.

Semua bisa menerapkan

Bambang Setiaji sanggup mengubah tempurung kelapa menjadi ladang duit berkat ilmu dan ketekunannya meneliti kelapa sejak 1967. Hal yang hampir sama terjadi pada Ir Edhi Sandra MS. Lima belas tahun lalu, sebagai pengajar di laboratorium kultur jaringan Fahutan IPB, ia hanya mendapat anggaran Rp10-juta untuk membeli peralatan praktek kultur jaringan bagi seluruh mahasiswa. Padahal, harga bahan-bahan itu minimal Rp15-juta. Puncak kesulitannya terjadi pada 1995 dan justru pada saat itulah ia menemukan solusinya; air kelapa jadi media kultur jaringan.

Menyusul kesuksesan itu, terbersit ide lain, yakni memakai pisang sebagai bahan baku media kultur jaringan. Ini juga terbukti berhasil. Kini, berbekal air kelapa, pisang, taoge dan buncis, Edhi Sandra sanggup mengkulturjaringankan aneka jenis tanaman hias sampai jati. Semua dilakukan dengan bahan baku yang lazim tersedia di dapur rumah.

Teknologi rumahan seperti yang dilakukan Bambang Setiaji dan Edhi Sandra muncul juga di tambak bandeng. Bermodalkan cacahan pisang, sekuintal kotoran kambing, ditambah campuran bakteri lactobacillus, streptococcus, daun petai cina, dan air beras, bandeng yang biasanya dipanen 4 bulan, dipercepat hanya 2 bulan. Sungguh sebuah lompatan jauh yang menghemat biaya pakan dan mempercepat perputaran modal.

Kehebatan praktek

Energi kompor dari tempurung kelapa, media kultur jaringan dari sayur-mayur, dan percepatan panen bandeng dari limbah masing-masing tidak berhubungan. Namun, proses penemuannya melalui tahapan yang sama, yakni kreativitas tinggi dan pola berpikir di luar kotak. Para pencipta inovasi itu menindaklanjuti gagasan-gagasan yang sudah ada sebelumnya, dan kemudian memutakhirkannya sehingga tercipta inovasi paling top.

Kita bisa mencatat, minyak tanah yang sudah dikenal sejak 2200 SM baru menunjukkan manfaat maksimal setelah Muhammad Al Razi menemukan metoda pengolahan minyak mentah. Sejak abad ke-8 itulah minyak tanah dijadikan bahan bakar. Kini, saat pasokan minyak bermasalah, mulai muncul temuan lain yang berpotensi menggantikannya.

Jelaslah, inovasi bagaikan roda berputar. Sebuah inovasi akan disempurnakan oleh inovasi lain kelak di kemudian hari. Di Belanda, ribuan pot angrek bisa ‘berjalan’ sendiri dari lantai satu menuju lantai dua. Di lantai dua masing-masing pot anggrek mengelompokkan diri sesuai corak warna bunga: bunga berwarna merah berkelompok, terpisah dengan bunga berwarna putih. Tak ada seorang pun di lantai dua itu yang mengatur penempatannya. Anggrek-anggrek itu seakan memiliki mata dan bisa berpikir, masuk ke jalurnya masing-masing.

Itulah peran teknologi komputer. Seluruh pot anggrek ditempeli chip dengan sensor khusus. Pergerakan pot anggrek di lantai dua dimonitor oleh komputer di lantai satu. Komputer ini hanya kadang-kadang saja dikontrol oleh seseorang yang lebih sering sibuk mengerjakan hal lain.

Teknologi robotik di Belanda tentu saja sulit dibandingkan dengan penemuan briket sumber energi, sayur mayur untuk media, dan pelepah pisang untuk memacu pertumbuhan bandeng. Yang satu memerlukan teknologi tinggi; yang lain memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia sehari-hari. Toh, ang modern dan sederhana sama-sama melibatkan penjelasan multidisplin ilmu.

Teknologi robotik berkaitan antara lain dengan fisika mekanika dan teknik industri; briket sumber energi memanfaatkan ilmu fisika dan kimia; sayur-mayur untuk media kultur jaringan memakai ilmu kimia dan biologi, terutama fisiologi tanaman; percepat pertumbuhan bandeng melibatkan ilmu kimia, tanah, dan biologi. Jadi, terminologi teknologi tinggi dan teknologi sederhana tampaknya hanyalah melibatkan skala pemakaian dan biaya yang diperlukan. Sementara prosesnya sama saja, melibatkan ilmu-ilmu dasar yang bisa menjelaskan proses kerjanya secara ilmiah.

Berdasarkan penelusuran Trubus, ada 8 komoditas yang kini memiliki teknologi inovasi terbaru. Selain ketiga teknologi di atas, ditemukan pula teknik percepatan pertumbuhan mangrove; inovasi penanaman cordyceps di ketinggian 1.500 m dpl, padahal biasanya ia hanya tumbuh di ketinggian 4.000 m dpl; bioetanol dari alga, sebuah penemuan menakjubkan karena akan menihilkan persaingan pemakaian bahan pangan dan energi yang sekarang ini sedang menggejala; penemuan genjot produktivitas jagung sampai 9 ton/ha; dan kiat-kiat lapangan mengkerdilkan pohon buah agar mudah dipanen.

Kedelapan inovasi paling top ini sebagian ditemukan oleh para ahli melalui akumulasi pengetahuan dan praktek-praktek dengan dukungan laboratorium. Sebagian lain ditemukan secara tidak sengaja dan terdeteksi berkat kemampuan mengenali gejala di luar kebiasaan. Gejala itu kemudian diamati dan dipoles sehingga menjadi sebuah inovasi lapangan yang layak diberi acungan jempol. (Onny Untung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img