Monday, August 15, 2022

Demi Produksi Menjulang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Ir Juliarto Barus MS, periset Oil Palm Research Station, Riau, mengatakan peng-gunaan varietas unggul mutlak untuk memperoleh produksi maksimal. Sejak 1980-an, Malaysia menggunakan varietas unggul dan genjah. Hasilnya, tanaman berbuah pada umur 2,5 tahun. Varietas yang dibudidayakan pekebun di Indonesia rata-rata baru berproduksi pada umur 4 tahun.

Selain genjah, pertumbuhan tanaman cuma 22-25 cm per tahun. Oleh karena itu pada umur 10 tahun tinggi pohon hanya 2 m. Rendahnya pertumbuhan tanaman menguntungkan pekebun lantaran mudah memanennya. Bayangkan bila mengguna-kan varietas yang pertumbuhannya cepat, 60-90 cm/tahun. Maka, pada umur 10 tahun tinggi tanaman mencapai 6-9 meter. Untuk memetik buahnya perlu sabit bergagang panjang.

Varietas unggul

Varietas unggul milik Malaysia juga memiliki kelebihan lain, tandan buah dihasilkan dari tiap ketiak daun. Pekebun memanen 10-12 tandan buah segar yang masing-masing berisi 2.000 biji dari setiap pohon. Setelah tahun ke-8 varietas itu mampu menghasilkan lebih dari 180 kg tandan buah segar per pohon, dengan rendemen 26%. Varietas yang dikem-bangkan pada 1990-an itu memiliki umur produktif lebih lama, sampai 25 tahun.

Indonesia sebetulnya memiliki beberapa varietas unggul. Sebut saja topaz 1, topaz 2, topaz 3, dan topaz 4 hasil pemuliaan Ang Boon Beng, periset di Oil Palm Research Riau. Produksi keempat varietas itu mencapai 16 ton/ha saat panen perdana pada umur 30 bulan. Produksinya kian melambung seiring bertambahnya umur tanaman. Melonjaknya produksi juga diikuti dengan tingginya rendemen, mencapai 25%.

Selain topaz, ada PPKS 540 dan PPKS 718 hasil pemuliaan Razak Purba, Edy Suprianto, Yurna Yenni, dan Akiyat dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Varietas yang disebut pertama hasil persilangan dura deli dan pisifera. Sedangkan PPKS 718, keturunan dura deli dan yangambi. Kedua varietas itu berbuah perdana pada umur 14 bulan, sementara panen pada umur 28 bulan. Pada umur 6-9 tahun, rata-rata jumlah tandan 14,1 buah per pohon per tahun. Produktivitas mencapai 28 ton per hektar per tahun.

Palsu

Sayangnya, dunia kelapa sawit Indonesia dinodai oleh munculnya bibit-bibit palsu. Menurut Juliarto, bibit palsu adalah kecambah sawit yang tidak diproduksi resmi oleh perusahaan bibit. ‘Bisa jadi kecambah yang tumbuh di bawah pohon sawit dijual sebagai bibit,’ katanya. Bibit itu dikatakan palsu karena tidak diketahui silsilah tetuanya. Padahal, pemerintah menerapkan peraturan semua tanaman yang dijadikan indukan harus disertifikasi.

Menurut Witjaksana bibit palsu mulai ramai sejak 1996. Saat itu perkebunan sawit rakyat berkembang pesat. Bibit palsu itu memang banyak ditanam di kebun kelapa sawit milik masyarakat. ‘Kebun milik perusahaan besar tidak akan terjebak dengan bibit palsu, karena selalu mengambil sumber bibit dari perusahaan bibit,’ kata Juliarto. Oleh karena itu, produksi kebun masyarakat biasanya sangat rendah, hanya 8 ton/ha. ‘Perbedaan antara bibit palsu dan bibit asli biasanya baru terlihat setelah 3 tahun,’ kata Witjaksana.

Menurut doktor alumnus Iowa State University, Amerika Serikat, itu bibit resmi selain diproduksi oleh perusahaan bibit, juga diproduksi di PPKS. Sampai 2007, PPKS memproduksi 36-juta kecambah per tahun. Sementara total kebutuhan bibit di seluruh lahan sawit Indonesia mencapai lebih dari 130-juta. Artinya, masih ada 80-juta bibit yang tidak dipasok PPKS. Kebutuhan bibit itu dipenuhi oleh 6 perusahaan swasta yang memperoleh sertifikat produksi benih.

Manfaatkan limbah

Selain bibit dan varietas yang berkualitas, pemupukan kunci meningkatkan produksi sawit. Menurut Witjaksana sebelum pemupukan, ‘Sebaiknya jumlah unsur-unsur hara dalam tanah dan daun diukur dulu. Setelah tahu unsur yang kurang, baru ditambahkan pupuk yang sesuai.’ Kebun sawit milik perusahaan besar biasanya memiliki tim peneliti yang bertugas mengukur kandungan unsur hara. Kebun sawit milik masyarakat bisa mengukur kandungan unsur hara dengan membawa sampel daun dan tanah ke pusat penelitian tanah.

Daun-daun kacang-kacangan sebagai cover crop yang gugur, setelah busuk bisa menjadi pupuk tambahan bagi tanaman. Pun daun dan tandan kosong kelapa sawit potensial sebagai pupuk tambahan. Caranya dengan menumpuk 10 tandan kosong di sela-sela tanaman. ‘Tapi ingat, tumpukan tandan kosong itu cukup 1 lapis saja. Kalau lebih dari itu, akan jadi tempat bersarang hama,’ kata Juliarto. Bila ingin lebih praktis, gunakan tandan kosong yang sudah dikomposkan.

‘Penggunaan kompos tandan kosong mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia secara signifikan, terutama pupuk kalium,’ kata Amdan Achda, komisaris PT Tasma Puja, produsen kompos tandan kosong. Unsur-unsur yang terkandung dalam kompos tandan kosong cukup leng-kap. Di antaranya 1,5% N, 0,3% P, 2,00% K, 0,72% Ca, 0,4% Mg, 50% bahan organik, dan kadar air 45-50%.

Probiotik

Limbah cair buangan pabrik kelapa sawit juga bisa dijadikan pupuk. Kandungan nutrisi 1 m3 limbah cair itu setara dengan 1,5 kg Urea dan 0,3 kg SP36. Limbah itu tidak berpengaruh buruk terhadap kualitas air tanah. Aplikasinya dengan cara mengalirkan limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi. Selanjutnya, limbah itu dialirkan ke parit primer dan sekunder. Dosis yang digunakan sebanyak 126 m3/ha/bulan. Penggunaan limbah cair mampu menghemat biaya pemupukan sampai 40%. Keuntungan lain, produksi tandan basah kelapa sawit meningkat 16-60%.

Cara kerja pupuk organik asal limbah sawit-baik tandan kosong maupun limbah cair-lebih optimal bila ditambahan pro-biotik. Menurut Reza probiotik mengurai unsur hara dalam pupuk sehingga lebih mudah diserap tanaman. ‘Nitrogen, misal-nya, setelah diikat oleh tanaman kacang-kacangan, akan diurai oleh mikroorganisme dalam probiotik sehingga akar lebih mudah menyerap,’ katanya.

Penelitian Reza membuktikan penam-bahan probiotik mempercepat pertumbuhan tanaman, tanaman lebih sehat-dicirikan dengan warna daun hijau tua-serta sosok tanaman lebih kekar. Jika semua hal sudah terpenuhi, bukan tidak mungkin produksi sawit akan meningkat. Yang terpenting, seperti yang diungkapkan Witjaksana menggenjot produksi sawit harus dilakukan secara berkesinambungan. (Lani Marliani)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img