Monday, August 15, 2022

Desain Filter untuk Arwana

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ia aktif berenang dan memiliki warna terang. Rahasia kecantikan siluk di salah satu hobiis arwana di Cempakaputih, Jakarta Pusat, itu terletak pada kerja seperangkat fi lter yang ditaruh di bawah akuarium. Berkat fi lter, kualitas air akuarium selalu terjaga.

Pemanfaatan fi lter di akuarium arwana bagi sebagian besar hobiis pemula memang jarang. “Mereka lebih suka mengganti air dengan cara menguras,” ujar Toni Afk an, hobiis arwana. Cara itu dianggap menyenangkan karena hobiis bisa kontak langsung dengan sang ikan. Meski sebenarnya perlakuan itu membuat arwana menjadi stres.

Untuk hobiis yang memiliki akuarium tunggal, cara konvensional itu dianggap efektif karena tidak terlalu menyita waktu. Paling-paling hanya dibutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk menguras dan mengganti air baru. “Kerepotan muncul jika memiliki akuarium banyak. Supaya praktis pakai saja fi lter,” ujar kontraktor alat-alat berat di jalan Jenderal Sudirman itu.

Pakai sump

Filter yang dipakai untuk akuarium Toni didesain mirip kerja perangkat fi lter pada kolam koi. Air akan keluar melalui pipa output yang dibuat setinggi 3/4 cm dari tinggi akuarium. Posisi pipa diletakkan di salah satu pojok akuarium agar tidak menimbulkan perputaran arus air di akuarium. Posisi itu dianggap ideal karena sisa pakan arwana yang berupa serangga umumnya mengambang di bagian tengah hingga ke dekat permukaan akuarium.

Air yang akan disaring masuk ke dalam pipa berdiameter 2 cm untuk selanjutnya diolah. Unit pengolah terdiri dari 3 ruang berukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm. Seluruh ruang itu terintegrasi dalam sump berbentuk trapesium yang dilengkapi dengan backwash. Di dalam sump, kotoran biasanya akan mengendap di dasar. Cukup membuka backwash ia akan terbuang.

Air pertama kali disaring di ruang pertama yang berisi bioball dan busa kassa. Dengan mengandalkan tekanan dari ruang pertama, air naik ke atas melalui media sikat brush. Air kemudian disaring kembali melalui busa kassa sebelum dipompa masuk kembali ke dalam akuarium. “Air akan masuk melalui pipa yang dibuat lebih tinggi daripada permukaan air—agar oksigen terlarutnya meningkat,” papar Toni.

Tahan banting

Dalam situs www.arowana.com hobiis arwana di Malaysia pun menerapkan cara serupa, tapi memakai diagram alur fi lterisasi yang lebih rumit. Sistem itu dinamakan TopUpBoxBY atau disingkat TUBBY. Dengan ini air yang mengalir masuk ke dalam sump yang terdiri dari 3 ruang penyaring. Ruang fi lter pertama berukuran paling besar, 60 cm x 60 cm x 60 cm. Ruang itu berisi 3 lapisan media. Lapisan pertama busa, selanjutnya berturut-turut bioball dan busa kassa.

Air tersaring pada tahap pertama dialirkan melalui 2 ruangan kecil masingmasing berukuran 30 cm x 30 cm. Ruangan pertama berisi busa di lapisan atas dan potongan-potongan pipa kecil. Sedangkan ruangan kedua berisi bakteri pengurai Nitrosomonas dan Nitrobacter. Air bersih selanjutnya dipompa masuk ke dalam akuarium.

Meski demikian menurut Heri Johan, merawat arwana sebetulnya tidak selalu membutuhkan fi lter. “Arwana termasuk ikan tahan banting. Ia kuat dalam kondisi air keruh sekalipun,” ujar praktikus arwana di Utankayu, Jakarta Timur. Yang disukai sebetulnya air mengalir. Artinya air yang masuk ke akuarium selalu air baru bukan air lama yang diolah kembali. Prinsip air mengalir itu memang mirip yang dilakukan dalam pemeliharaan di kolam-kolam pembesaran.

Namun, cara itu hanya mungkin dilakukan bila ketersediaan air melimpah. Bagaimana jika terbatas? Salah satu upaya yang bisa dipakai dengan menyediakan tangki air cadangan. “Agar tidak terlalu boros, ukuran pipa keluar dan masuk diperkecil. Air saringan tidak perlu dibuang semua, sebagian bisa disaring dan dicampur air baru,” papar ketua Yayasan Peduli Arwana itu. Apapun bentuk perlakuan menjaga kualitas air, yang terpenting tentunya mendapat arwana yang prima. (Dian Adijaya S)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img