Wednesday, August 10, 2022

Dewi Cinta Penebar Maut

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Dialah venus fly trap alias Dionaea muscipula. Sosok tanaman pemangsa serangga itu memang indah. Pada setiap daun terdapat sepasang cuping berwarna merah mencorong atau hijau muda. Di bagian tepi terdapat bulu-bulu halus, persis kelopak mata. Susunan daun yang tampak roset membuat penampilan anggota famili Droseraceae itu kian menawan. Pantas bila sebutan venus yang melambangkan kecantikan itu disematkan pada kerabat drosera itu.

Tak hanya keindahannya yang membuat para serangga tergoda untuk hinggap. Dari permukaan cuping menguar aroma nektar yang menggiurkan. Begitu serangga menjejakkan kaki, setengah detik kemudian kedua cuping itu mengatup menjebak mangsa. Dalam waktu sesingkat itu tak satu pun mangsa mampu meloloskan diri.

Enzim

Setelah itu barulah enzim yang dihasilkan kelenjar di permukaan cuping bekerja. Enzim itu mengurai tubuh sang mangsa menjadi protein yang nantinya diserap tanaman untuk pertumbuhan. Setelah ‘makanan’ benar-benar habis, cuping membuka dan kembali bersiap menjebak mangsa. Begitulah cara dionaea bertahan hidup di habitat aslinya di alam. Maklum, seperti halnya tanaman karnivora lain, mereka hidup di lahan yang minim hara dan mineral.

Dionaea adalah tanaman pemangsa sesungguhnya. Ia menggunakan ‘senjata’ sepasang cuping untuk menangkap serangga. Namun, cara kerja cuping menjebak mangsa hingga kini belum diketahui secara pasti. Kemungkinan sepasang cuping itu mengatup setelah serangga menyentuh rambut-rambut halus yang berada di permukaan bagian dalam cuping. Rambut-rambut itu ibarat sensor yang memicu aktivitas sel-sel pada pangkal cuping sehingga menutup dengan cepat.

Beragam keunikan dionaea juga membangkitkan minat para hobiis untuk membudidayakannya. Kunci keberhasilan budidaya dionaea adalah lingkungan yang sesuai dengan habitat aslinya di alam. Salah satunya adalah menanam dionaea pada media lembap, tetapi jangan sampai tergenang. Kondisi media tergenang dapat menyebabkan busuk akar dan akhirnya mati. Media juga jangan dibiarkan terlalu kering. Agar kelembapan media terus terjaga, letakkan pot dalam wadah berisi air setinggi 1 cm.

Air hujan

Namun, jangan sembarangan menggunakan air. Seperti tanaman karnivora lainnya, dionaea sangat peka terhadap kemurnian air. Musababnya, di habitat aslinya mereka hanya disirami air hujan yang kandungan hara atau mineralnya rendah. Oleh sebab itu, satusatunya cara untuk memenuhi kebutuhan air dionaea adalah dengan menampung air hujan pada tangki atau kolam.

Tanaman penjebak serangga itu juga sangat peka terhadap kondisi media tumbuh. Di habitat aslinya mereka hidup di tanah minim hara dan mineral. Akibatnya sistem perakaran mereka tidak mampu menyerap air atau mineral jika konsentrasinya dalam tanah terlalu tinggi.

Oleh sebab itu dionaea membutuhkan media asam yang kandungan haranya rendah seperti campuran kompos sphagnum, perlit, dan pasir silikat yang tidak mengandung ion, dengan perbandingan 2:1:1.

Dorman

Venus fly trap berasal dari daerah beriklim sedang. Ia mengalami masa dormansi pada musim dingin. Sayangnya iklim seperti itu tidak terjadi di kawasan tropis. Sedangkan dormansi salah satu bagian dari siklus hidup dionaea. Bila tidak melewati fase itu, tanaman akan melemah dan akhirnya mati.

Agar dionaea mengalami dormansi, simpan tanaman di dalam lemari berpendingin selama 3-4 bulan. Sebelum disimpan, pastikan media yang digunakan berdrainase baik sehingga tidak terlalu basah atau sampai tergenang. Beberapa bulan setelah dorman, tanaman kembali tumbuh, lebih vigor, dan berbunga.

Di habitat aslinya, Dionaea muscipula tumbuh menghampar tanpa naungan. Itulah sebabnya ia menyukai sinar matahari langsung. Begitu juga bila dibudidayakan. Sebaiknya tanaman disimpan di tempat terbuka. Selain tanaman tampak lebih vigor, warna tanaman juga lebih mencorong sehingga penampilannya lebih menarik. Cuping dionaea juga mengatup lebih cepat sehingga mangsa tak akan sanggup meloloskan diri.

Bila kelima kondisi itu terpenuhi, dionaea akan tumbuh subur. Setiap tanaman dewasa menghasilkan 30 cuping jebakan dan panjang daun mencapai 15 cm. Ia berbunga setahun sekali yakni ketika musim semi. Sekali berbunga bisa menghasilkan 40 kuntum. Sayangnya para hobiis yang merawat dionaea dari biji mesti bersabar menunggu 3-6 tahun hingga dewasa.

Para ahli hortikultura menduga lambannya pertumbuhan akibat aktivitas cuping saat menjebak mangsa. Ketika itulah tanaman kehilangan banyak energi. Apalagi tidak setiap saat jebakan itu berhasil menangkap mangsa. Makanan melayang, energi pun hilang.

Lamban

Meski dionaea tergolong tanaman karnivora, jangan sekali-kali memberikan daging atau makanan lainnya kepada dionaea. Tidak semua makanan bisa dicerna enzim yang dikeluarkan olehnya. Langkah seperti itu bukannya menambah energi, malah tanaman akhirnya mati.

Maraknya pembudidaya bukan hanya menyelamatkan dionaea dari kepunahan. Dari tangan merekalah aneka jenis kultivar baru lahir. Jumlah kultivar baru yang terdaftar di International Carnivorous Plant Society terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu yang paling spektakuler adalah ‘clayton reds’ yang daunnya berwarna ungu kemerahan.

Varian lainnya adalah dionaea yang seluruh daunnya berwarna hijau kekuningan tanpa semburat merah sama sekali. Ada juga kultivar yang mengalami mutasi. Pada bagian tepi cuping hanya bergerigi menyerupai ujung gergaji. Itulah sebabnya ia dinamakan ‘sawtooth’. Lazimnya tepi cuping itu berupa rambutrambut halus. Dengan perawatan tepat, aneka keunikan itu dapat dinikmati sepanjang hayat.***

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img