Monday, November 28, 2022

Dhini Aminarti Maulana Jatuh Hati pada Sealpoint

Rekomendasi

Dhini Aminarti membuka pintu kandang besi berukuran 50 cm x 50 cm itu. Seketika Sealpoint menyambut dan keluar dari kandang. Dhini bercengkerama dengan persia betina itu. Sambil menyisir bulu Sealpoint, artis itu menggodanya dengan sebuah lonceng kecil. Saat Sealpoint malas-malasan, Dhini pasti marah karena tahu kucing itu belum diberi makan, ujar pegawainya.

Mantan model iklan Sariayu dan Konika Film itu tak bisa lepas dari Sealpoint. Walaupun jadwal syuting padat, selalu ada waktu untuk Sealpoint meski hanya mengecek via telepon, ujar pemeran Wulan dalam sinetron Wulan. Sealpoint memang memikat. Persia berumur 16 bulan itu memiliki sorot mata tajam dan ekspresi menawan.

Sehati

Menurut Dhini tak gampang mendapatkan persia hasil silangan betina golden tortie dan jantan black tortie itu. Saat beli dari BJ Cattery di Bandung berebut dengan hobiis lain. Itu karena sealpoint langka. Induknya ada di Rusia, kata Dhini. Kucing yang dibeli di atas Rp10-juta itu berbulu cokelat krem. Warna itu tersebar di ujung kuping, kaki, dan muka. Makanya disebut sealpoint karena semburat cokelat krem hanya tumbuh di bulu tertentu, tuturnya.

Artis sinetron itu kerap membawa Sealpoint ke lokasi syuting. Alasannya untuk menambah semangat baru. Saat syuting di luar kota berkali-kali gadis yang bermain 12 judul sinetron itu menelepon rumah sekadar mengecek Sealpoint. Biasanya yang ditanya bagaimana makannya, kesehatannya, hingga kebersihan kandang, ucap Dhini. Bila Sealpoint sehat, hati dan pikiran Dhini pun tenang, konsentrasi syuting tidak terganggu.

Padatnya jadwal syuting kadang-kadang membuat Dhini lupa mengecek kesehatan Sealpoint. Penyakit akibat cendawan pernah menghinggapi kucing asal Rusia itu pada akhir Januari 2007. Sealpoint tampak tidak bergairah. Ketika disodori pakan pun menolak. Satu per satu bulu mulai rontok. Tak mau kehilangan sang klangenan itu, ia segera membawa Sealpoint ke dokter hewan. Berapa pun biayanya akan saya tebus. Yang penting Sealpoint sembuh, ujarnya.

Perawatan rutin

Sejak saat itu Sealpoint selalu mendapat perawatan khusus dalam beberapa hal: pakan, vitamin, penyisiran bulu, dan kebersihan kandang. Pakan, misalnya, diberi yang berprotein tinggi. Oleh sebab itu, setiap pagi Dhini memberikan ikan tuna kukus. Pelet juga diberikan sehari dua kali dengan takaran 1 sendok makan. Vitamin berdosis 1 ml sebagai penghalus bulu dan penambah bobot tubuh juga diberikan sehari-hari.

Untuk menjaga kebersihan bulu, mata, dan kuping, Dhini memandikan Sealpoint seminggu sekali. Sementara penyisiran bulu empat kali sehari agar bulu tampak rapi. Menjemur juga menjadi rutinitas untuk mencegah serangan cendawan terulang. Selain itu, sebulan sekali Sealpoint dibawa ke dokter hewan. Kondisi kesehatan Sealpoint harus selalu dicek dan divaksinasi agar tidak terjangkit toksoplasma, papar penghobi renang itu.

Sealpoint bukan satu-satunya koleksi Dhini. Beberapa persia lain memenuhi halaman belakang rumahnya seluas 50 m2. Sebut saja, oreo, golden chincilla, silver chincilla, black tortie, blueberry, dan dilute calico. Semua kucing berbulu tebal itu dibeli seharga Rp5-juta-Rp10-juta/ekor. Sebagian diimpor langsung dari Rusia, Denmark, dan Norwegia, tuturnya. Saat ini total kucing koleksi Dhini mencapai 7 ekor.

Perempuan 24 tahun itu menyukai satwa sejak berusia 7 tahun. Saat itu, yang dipelihara kelinci angora dan rex. Namun, pada awal Januari 2007, Muhammad Fardan, teman syutingnya, mengajak Dhini berpaling ke kucing. Kelinci itu sama lucunya dengan kucing. Tapi, tidak bisa diajak main, katanya.

Ketertarikan Dhini terhadap kucing juga dipicu oleh foto-foto kucing di sebuah buku. Saat itu ia berjalan-jalan di sebuah toko buku di Jakarta Pusat pada akhir Desember 2006. Ketika melihat buku tentang kucing persia, Ternyata lucu-lucu, ujarnya. Sejak itu Dhini mulai menyukai kucing. Pertama yang dibeli seekor blacktabby berumur 3 bulan seharga Rp2-juta.

Bersertifikat

Sebagai hobiis pemula, kecerobohan mengecek kondisi kucing berbuah malapetaka. Lantaran kurang teliti dan belum mengetahui informasi tentang kucing, klangenannya, dilute calico, mati. Kucing itu dibeli tanpa sertifi kat dari sebuah cattery di Jakarta Pusat seharga Rp8-juta.

Seminggu dipelihara, kucing berumur 2 bulan itu mengalami kejang-kejang disertai muntah darah. Dokter hewan di Jakarta Utara yang memeriksanya menuturkan kucing itu mengalami kelainan saraf. Nyawa kucing itu pun gagal diselamatkan. Sejak itu Dhini kapok membeli kucing tanpa sertifikat silsilahnya. Harus teliti dalam membeli kucing. Ketahui silsilahnya melalui sertifi kat, kata perempuan yang kini menularkan hobi memelihara kucing pada sesama artis itu. (Hermansyah)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Bisa Jadi Pilihan Petani, Ini Kelebihan Varietas Cabai Jacko 99

Trubus.id — Pilihan varietas cabai menjadi salah satu penentu hasil panen yang akan didapatkan. Oleh karena itu, petani harus...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img