Sunday, November 27, 2022

Di Florida Grapefruit, di Sumbawa Jeruk Samawa

Rekomendasi

Bukan hanya Purnama Wijaya, hobiis buah-buahan kaget melihat jeruk florida segar dipajang di pasar swalayan. Drs H Lalu Serinata, Gubernur Nusa Tenggara Barat, juga takjub. Ini baru namanya jeruk, produksi lokal kualitas internasional, ujarnya.

Pemandangan menarik di pasar modern itulah yang menyebabkan penulis bersama Lalu Serinata berkunjung langsung ke kebun PT Ladang Artha Buana di Pulau Sumbawa. Lokasi kebun sekitar 15 km dari Sumbawa Besar ke utara. Tepatnya, ke arah Pelabuhan Badas. Tak menduga, di sana terbentang 60 ha kebun grapefruit yang ditanam sejak 1998.

Kerabat kawista itu berjajar rapi dengan jarak tanam 6 m x 6 m. Sosok tanaman pendek, hanya 1,8-2 m. Namun, dari sela-sela daun bergelayutan dompolan jeruk berwarna kuning cerah. Dalam setiap dompolan terdapat 6-8 buah yang meng geromb ol, mirip anggur. Dari situ muncul sebutan grapefruit.

Bukan pamelo

Penampilan grapefruit memang mempesona. Kulit kuning atau jingga cerah. Ukuran di atas rata-rata-bobot sekitar 500-700 g per buah- kerap membuat orang menggolongkannya sebagai pamelo alias jeruk besar. Padahal, grapefruit berbeda dengan Pamelo. Pamelo dalam bahasa latin disebut Citrus grandis dan Citrus maxima. Sementara grapefruit dikenal Citrus paradisi.

Penelusuran penulis, sebutan grapefruit memang relatif baru. Ia dipisahkan dari jeruk besar oleh James MacFayden pada 1837 lewat publikasinya berjudul Flora of Jamaica. Pada 1948 pendapat James mulai diakui oleh para ahli jeruk dunia.

Mereka menduga grapefruit adalah silangan pamelo dengan jeruk jenis lain. Ia juga dipercaya berasal dari Amerika Serikat, tepatnya di Florida. Di seluruh dunia, grapefruit dikelompokkan menjadi dua: pink grapefruit dan yellow grapefruit.

Di negeri Paman Sam, grapefruit dikembangkan secara besar-besaran. Sebuah laporan menyebutkan produksi negara itu mencapai 2,7-juta ton per tahun. Negara lain yang mengusahakan grapefruit secara besar-besaran ialah Israel, Argentina, Cina, dan Afrika Selatan. Di sana buah itu lazim dinikmati saat sarapan pagi.

Di Indonesia, baru belakangan ini grapefruit populer sebagai buah segar. Terutama di kalangan ekspatriat di Freeport dan Newmont. Caranya jeruk dibelah horizontal, lalu isinya diambil dengan sendok. Ia diolah jadi jus. Rasa asam diimbangi pemberian gula merah.

Istimewa

Pengamatan penulis, kebun di Pulau Sumbawa benar-benar istimewa. Pasalnya, iklim negara asal tak sama dengan Indonesia. Penulis pernah berkunjung ke kebun serupa di Jawa Barat, tapi hasilnya tak memuaskan. Tanaman tumbuh merana sehingga buah kecil-kecil. Di Sumbawa, grapefruit mampu berbuah selama 5 bulan dalam setahun. Tepatnya, pada periode Mei-September.

Total jenderal luas kebun PT Ladang Artha Buana mencapai 250 ha. Luas usaha perkebunan jeruk 60 ha. Sejumlah 33 ha sudah berproduksi dengan kapasitas 18 ton per bulan. Jeruk kelas A dikirim ke Lombok, Bali, Jakarta, Medan, dan Batam. Sementara jeruk yang tak lolos sortir-sekitar 30%-diserap pasar lokal. Di pulau yang terkenal dengan madunya itu nama jeruk florida berganti menjadi jeruk samawa. Kata samawa diambil dari nama suku asli Pulau Sumbawa.

Dari perjalanan penulis ke kebun, sebetulnya terpendam potensi lain. Kebun ini cocok untuk lokasi agrowisata, ujar Lalu Serinata. Maklum, suasana kebun yang tertata rapi membuat pengunjung dapat menikmati pemandangan nan indah. Apalagi, dari kebun itu terlihat jelas Pulau Moyo, pulau yang menjadi tempat peristirahatan pribadi mendiang Putri Diana. Tertarik menikmati jeruk florida di tanahair? Berkunjunglah ke Sumbawa pada Mei-September. (Ir Achmad Sarjana MSi, kepala BPSB TPH Provinsi Nusa Tenggara Barat)

 

Previous articlee-book untuk Member
Next articleExtensions
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img