Wednesday, August 10, 2022

Dia Pedang Bermata Dua

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Senyawa alisin pada bawang lanang bak pisau bermata dua. Andal mengusir beragam penyakit, tapi menyebabkan cita rasa getir dan aroma menyengat yang membuat orang enggan mengonsumsi.

 

Lelaki 43 tahun itu mengambil dua umbi bawang putih tunggal. Mengupas kulitnya, lalu menelan mentah-mentah umbi sebesar kelereng itu bersama air putih. Warga Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu mengonsumsi bawang lanang untuk menjaga stamina tubuh agar tetap kuat. Meski merasakan faedahnya, ia enggan mengunyah saat mengonsumsi Allium sativum tunggal itu. “Rasanya getir dan beraroma menyengat. Saya tidak tahan kalau mengunyah terlebih dahulu,” tutur Ude Taryana yang sudah mengonsumsi bawang lanang selama 23 tahun itu.

Menurut Dr Ir Dini Dinarti MSi, dosen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, biang keladi aroma menyengat pada bawang lanang ialah kandungan senyawa alisin. Dini menduga kadar alisin pada bawang lanang lebih tinggi dibanding pada bawang putih biasa. Akibatnya aroma bawang lanang lebih keras. Namun, alisin pula yang menyebabkan bawang lanang berkhasiat. “Komponen utama alisin yaitu diallil sulfida yang bisa meluruhkan tumpukan lemak di darah sehingga baik dikonsumsi oleh penderita darah tinggi dan kolesterol,” kata Dini.

Konsumsi segar

Lalu bagaimana cara mengonsumsi bawang lanang yang benar? Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar Apt dari Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung, senyawa alisin mudah rusak. “Senyawa itu mudah menguap, jadi sebaiknya bawang lanang dikonsumsi segar,” kata Elin. Selain alisin, bawang lanang juga mengandung betakaroten, betasitosterol, asam klorogenat, asam ferolat, geraniol, kaempferol, linalool, asam oleonat, quercetin, kalsium, dan folat. Unsur lainnya adalah magnesium, mangan, fosfor, potassium, selenium, vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), dan  vitamin C.

Riset Pablo F Cavagnaro dan rekan dari Facultad de Ciencias Agrarias, Universidad Nacional de Cuyo di Argentina menunjukkan proses perebusan umbi bawang putih pada suhu 200ºC selama 6 menit menyebabkan kadar alisin lebih rendah sekitar 6% dibanding perebusan selama 3 menit. Kandungan alisin pada umbi yang direbus selama 3 menit setara dengan pada kondisi segar. Pengeringan memakai oven pada suhu 200ºC selama 6 menit melorotkan kadar alisin sebesar 12%.

Menurut Prof Dr Sidik Apt, guru besar emeritus Fakultas Farmasi, Universitas Padjajaran, Bandung, pengolahan bawang lanang boleh saja dengan direbus. “Caranya didihkan air terlebih dahulu, baru bawang direndam sebentar sebelum konsumsi,” kata Sidik yang menyebut cara itu cocok untuk penderita gangguan lambung.

Sebagai antikolesterol bawang lanang bisa dikonsumsi segar atau dijadikan acar. Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, menyarankan konsumsi dua butir per hari. “Untuk menghilangkan rasa getir dibuat acar saja, tapi kalau tahan baunya tinggal geprek lalu kunyah,” katanya. Proses pembuatan acar bawang lanang sama seperti acar mentimun. Simpan acar dalam lemari pendingin agar tahan hingga sepekan. Bila disimpan di suhu kamar, acar akan basi setelah lewat dua hari.

Bawang lanang juga bisa dikonsumsi seperti satai. Itu dilakukan Safar Sinambela di Jakarta Timur. Pertama ia menancapkan dua buah bawang lanang ke sujen alias tusuk satai, lalu membakarnya di atas api kompor hingga kulit arinya gosong. “Satai bawang lanang tokcer mengontrol tekanan darah suami saya,” tutur Kardina Safar, istri Safar Sinambela. Namun, Lukas Tersono Adi mewanti-wanti penderita hipotensi alias tekanan darah rendah jangan mengonsumsi bawang lanang. “Efeknya juga menurunkan tekanan darah,” ujar Lukas.

Menurut Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta, bawang lanang yang baik digunakan terbungkus rapat kulit luarnya dan tidak keriput. “Bawang yang kulitnya terbuka atau menghitam jangan dipakai karena sudah terkontaminasi cendawan dan bakteri,” tutur Lina. Untuk menghilangkan rasa getir bawang lanang, ia mencuci terlebih dahulu dengan air hangat lalu mengunyahnya.

Pilihan lain

Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Provinsi Jawa Barat, meresepkan bawang lanang dalam bentuk serbuk kering. Serbuk itu dikombinasi dengan herbal lain untuk mengatasi gangguan jantung dan stroke. “Bawang lanang mujarab melancarkan peredaran darah terutama bagi penderita gangguan jantung,” tutur Valentina. Bagi penderita gangguan jantung, Valentina memberikan 25 gram bawang lanang, 20 gram umbi dewa, dan 15 gram daun sembung dalam bentuk kering. Seduh semua bahan dalam segelas air setara 250 ml, lalu diminum tiga kali sehari.

Prof Sidik Apt menuturkan pengolahan bawang lanang menjadi serbuk kering sederhana, tetapi harus benar caranya. Cukup kering anginkan bawang hingga kadar airnya 10%. “Jangan memakai oven sebab merusak senyawa aktifnya,” tutur Sidik. Lalu hancurkan bawang lanang kering menjadi serbuk dan kapsulkan. Dalam bentuk kapsul orang lebih mudah mengonsumsi karena tidak tercium bau menyengat dan cita rasa getir. Hanya saja dalam bentuk kapsul, alisin dalam bawang lanang lebih lama diserap tubuh.

Herbalis di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Sudiyo Mawas memakai cara berbeda. Sudiyo mengolah bawang lanang menjadi sirup. Untuk mendapatkan 200 ml sirup, dibutuhkan 20 bawang berukuran sedang, jeruk nipis, madu, sarang semut, dan air. Sirup bawang lanang itu andal mengatasi asma, bronkhitis, hipertensi, radang saluran kencing, dan meningkatkan stamina. “Untuk pasien dengan gangguan di saluran pernapasan, konsumsinya cukup satu sendok makan sirup, tiga kali sehari,” tutur Sudiyo. Semua cara itu akan untuk membuat pedang tidak lagi bermata dua. (Andari Titisari/Peliput: Bondan Setiawan, Desi Sayyidati Rahimah, Imam Wigunadan Pranawita Karina)

 

Keterangan Foto :

  1. Pengolahan bawang lanang menjadi kapsul memperpanjang masa simpan
  2. “Agar lebih mudah dikonsumsi, sediaan kapsul bawang lanang dapat menjadi pilihan,” tutur Lina Mardiana
  3. Konsumsi satu sendok makan sirup bawang lanang, tiga kali sehari untuk menghalau gangguan pernapasan

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img