Saturday, December 3, 2022

Didin Samsudin Kantongi Omzet Puluhan Juta Tiap Bulan dari Semangka Premium

Rekomendasi

Trubus.id — Semangka menjadi salah satu buah yang banyak digemari oleh masyarakat. Pasar semangka yang terbilang tidak ada matinya itu membuat Didin Samsudin bisa mengantongi omzet Rp60 juta dari penjualan semangka premium.

Didin setiap bulan rutin menjual 3–5 ton semangka premium jenis baby black sweet. Semangka jenis ini dikenal premium karena harga semangka berkisar Rp5.000–Rp8.000 kilogram di tingkat petani. Harga jual itu lebih tinggi dibanding harga semangka biasa yang hanya Rp2.000–Rp4.000 per kilogram.

Didin membudidayakan semangka dengan sistem gelongsor atau budidaya di tanah. Jarak tanam 2,5 meter dan jarak antarbedengan 5 meter sehingga populasi mencapai 5.000 tanaman per hektare.

Menurutnya, kelebihan menggunakan sistem budidaya gelongsor adalah ekonomis karena harga pokok produksi (HPP) sekitar Rp6.000 per tanaman. Adapun harga jual terendah Rp5.000 per kilogram.

Jika bobot panen rata-rata 3 kg per tanaman, pekebun mendapatkan laba minimal Rp9.000 per tanaman. Laba minimal pekebun semangka premium 150% dari biaya produksi.

Biaya produksi itu kian murah karena pembeli datang langsung menjemput semangka ke kebun. Adapun syarat mutu semangka premium yakni berbobot seragam 2–4 kilogram, tingkat kemanisan minimal 11°briks, tingkat kemulusan 90%, serta tangkai dan buah segar.

Ia membudidayakan 2.000 tanaman setiap pekan. Untuk memenuhi kontinuitas permintaan, ia menggandeng 12 petani mitra yang mengelola lahan 12 hektare di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, dan Kecamatan Cikeusik (Kabupaten Pandeglang).

Lebih lanjut, menurutnya, semangka premium masih memiliki peluang yang bagus. Akan tetapi, ia berpesan kepada pekebun anyar untuk mencari jenis semangka premium lain. Misalnya, semangka jenis lego (berkulit hijau terang, tanpa biji) dan blaster (berdaging kuning, tanpa biji).

“Jangan terus dipaksakan jenis yang sama baby black sweet, karena bisa berimbas pada penurunan harga sehingga barang tidak premium lagi,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img