Friday, December 2, 2022

Dikebunkan: Irwin 100 Ha!

Rekomendasi

Meremang fajar pada 20 Oktober Trubus meluncur menuju Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Di sanalah hamparan mangga introduksi dari Australia itu berada. Bentangan sejauh 250 km dari Jakarta ditempuh selama 5,5 jam melalui Pantai Utara Jawa lewat Jatibarang, Indramayu.

Perjalanan panjang itu layak ditempuh. Selama ini irwin di tanahair lebih banyak dirawat di dalam tabulampot. ‘Kebun irwin 100 ha di Majalengka merupakan yang terluas di Indonesia,’ ujar Soeroto, mantan direktur Direktorat Perbenihan Hortikultura, Deptan yang rajin berkeliling daerah.

Karena antosianin

Menjelang tengah hari, memasuki Desa Pilangsari, laju mobil diperlambat. Berjarak 5 m di depan, sebuah gerbang kayu selebar 4 m menjadi pembatas kebun dengan selempang jalan berbatu selebar 3 m. Pemandangan yang tergelar selepas gerbang kayu adalah gerombolan 4-5 noktah berwarna kuning ditimpali merah menyala. Itu dompolan mangga yang bergelayut di ujung-ujung cabang.

Warna merah muncul karena keberada-an hormon antosianin. Menurut Yos Sutiyoso, pakar budidaya tanaman di Jakarta, antosianin berasal dari glukosa yang diubah oleh sinar matahari bergelombang pendek-100-200 mµ-yang tak kasat mata.

Pada irwin antosianin berkumpul di pangkal buah dekat tangkai. Pigmen karotenoid yang tersebar merata di kulit buah memberi latar warna kuning. Sementara klorofil pemberi warna hijau hanya tersisa sedikit terletak di ujung buah.

Pada siang yang menyengat itu suasana kebun ramai. Tak kurang dari 20 pekerja dengan sigap memetik irwin siap panen. Tandanya ujung buah agak kuning, bentuk buah seperti pipi agak gembung berisi, dan tangkai buah kering. Itu berarti kematangan mangga yang diintroduksi ke Australia pada 1970-an itu mencapai 85-90%. ‘Dalam kondisi ini paling pas untuk dinikmati,’ kata Darno, pengelola kebun. Aroma harum pun menguar menggoda.

Oktober-Januari

Trubus mencicipi daging buah yang teksturnya padat agak berair. Serat cukup halus dan terasa sedikit bertepung-tanda kandungan pati lumayan tinggi. Rasa manis berkat kadar gula 12-15o briks memenuhi rongga mulut. Itu diakhiri sensasi asam yang menyergap bagian samping belakang lidah.

Buat Jose Levelink dari Agriterra, lembaga donor dari Belanda, rasa irwin nano-nano alias campur aduk manis dan asam, tapi enak. Jika dipanen matang, kualitas buah menurun. Tekstur lembek dan becek. Jika diangkut, buah gampang rusak.

Irwin di barat laut Majalengka itu panen raya pada Oktober-Januari. Hari itu dipanen 100 keranjang setara 1.000 kg. Total jenderal sepanjang Oktober 2008 didapat 15 ton dari luasan 15 hektar. Ini adalah panen ke-2. Panen sebelumnya didapat 20 ton dari luasan 100 ha. Produksi memang belum optimal. Toh, setiap minggu selama musim panen, sebanyak 4 ton irwin dikirim ke dua jaringan toko buah segar di Jakarta. Sisanya, dijual ke pasar lokal.

Kemarau=buah kecil

Sahril mengebunkan 11.000 pohon irwin. Penanamannya dibagi ke dalam blok-blok seluas 4 ha. Tujuannya, ‘Untuk memudahkan pemeliharaan tanaman dan panen,’ papar Sahril Sidik, pemilik kebun. Populasi masing-masing blok berkisar 400-500 pohon. Jarak tanamnya bervariasi: 10 m x 10 m, 8 m x 8 m, dan 10 m x 8 m. Perbedaan itu tergantung kondisi lahan. Pada lahan miring penanaman lebih rapat. Kini umur pohon berkisar 8-10 tahun, dengan ketinggian 4,5 m-6 m.

Hamparan irwin terluas berada di blok Dusun Sumuradem seluas 50 ha. Blok itu ditempuh selama 15 menit dari pintu gerbang menggunakan mobil melewati jalan berbatu. Di salah satu titik terlihat cekungan seluas 4 ha. Menurut Dasna, pengelola kebun, itu dulunya lebung alias penampungan air. Di Jatitujuh lebung mutlak dibutuhkan. Musababnya, saluran irigasi tak mencapai lokasi kebun. Pantas di kebun Sahril juga terdapat 5 penampungan air dengan luas 3-15 ha.

Untuk sampai ke blok Sumuradem harus disambung berjalan kaki sejauh 10 km dari tempat mobil berhenti. Rengkahan tanah menganga menandakan kekeringan yang melanda. Maklum, hujan tak pernah singgah sejak April. Akibatnya, ‘Ukuran buah kecil-kecil, bobotnya 100-200 g. Normalnya, bobot irwin 300-500 g,’ tutur Darno.

Menurut Sobir PhD, kepala Pusat Kajian Buah Tropika IPB, kekeringan bisa mengakibatkan buah tak berkembang maksimal. Kelangkaan air diartikan sebagai stres air oleh tanaman. Akibatnya tanaman terpacu untuk menghasilkan banyak keturunan. Sayangnya, daya dukung pohon tak seimbang dengan jumlah buah. Nutrisi yang ada mesti dibagi-bagi ke banyak buah sehingga ukuran buah tidak maksimal. Minimnya pasokan air juga mengganggu proses fotosintesis.

Cepat panen

Ukuran buah kecil pun dipengaruhi faktor heat unit. ‘Heat unit merupakan jumlah panas yang dibutuhkan tanaman selama 1 siklus-dari bunga mulai dibuahi hingga panen,’ ujar Sobir. Besaran heat unit setiap tanaman beda, pun dipengaruhi lokasi. Di daerah yang panas, heat unit dicapai lebih cepat.

Doktor dari Universitas Okoyama, Jepang, itu memberi gambaran. Misal irwin membutuhkan 1.500 heat unit supaya siap panen. Di Australia yang subtropis jumlah itu dipenuhi selama 150 hari. Di Jatitujuh yang panas cukup 125 hari. Ketika itu ukuran buah relatif kecil tapi sudah siap panen.

Toh, itu tak melunturkan semangat Sahril untuk terus mengembangkan irwin. Terbukti sekarang ia sedang mencoba mengembangkan irwin supaya panen di luar musim. (Faiz Yajri)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img