Wednesday, August 10, 2022

Dikorek Jadi Unik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Orang seperti Chen dan Tryas banyak tersebar di berbagai daerah. Bagi mereka, bonggol busuk dianggap peluang menciptakan bonggol unik. Namun, sebenarnya ide membuat bonggol tampil aneh tidak tergantung pada bonggol busuk. Bonggol sehat pun bisa. Contohnya yang dilakukan I Gede Merta di Denpasar, Bali. Sejak pertengahan 2006, pemilik nurseri Paras Bali itu berburu bonggol sehat sebagai bahan unik mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga semua kabupaten di Bali.

Untuk mendapatkan bahan yang bagus tak mudah. Selama ini adenium unik selalu diasosiasikan dengan bentuk sesuatu. Dengan begitu sulit untuk mencari bahan dan membuat adenium unik seperti bentuk makhluk hidup. Yang jadi pertimbangan saat mencari bahan, calon-calon anatomi utama yang akan menentukan tingkat kemiripan. ‘Semakin realis sebuah adenium unik, semakin bagus kualitasnya,’ kata Merta yang berprofesi sebagai pemahat. Itu karena bahan adenium yang awalnya abstrak dibuat senyata mungkin. Dari situ, bentuk manusia merupakan yang paling sulit. Bahan yang digunakan mesti punya 2 calon tangan, 2 calon kaki, calon leher, dan kepala. Sementara bentuk binatang melata, bahannya paling mudah diperoleh.

Setelah bahan yang diinginkan didapat, tahap selanjutnya membentuk pola. Potong bagian tertentu yang tidak diperlukan. Pastikan pola yang dibuat dilebihkan 1 cm dari bentuk yang diinginkan, terutama di bagian-bagian penting, contohnya kepala dan belalai. Itu karena adenium mudah menyusut dan busuk. Ketika membuat pola, hindari membuat 2 luka yang berdekatan secara berhimpitan pada waktu bersamaan. ‘Adenium bisa busuk,’ ujar Merta. Contohnya, saat membuat paruh bebek, lakukan satu per satu. Pertama bentuk salah satu bagian atas atau bawah, obati, lalu pulihkan. Bagian lain dibentuk 3 bulan kemudian.

Ekspresi

Berikan campuran fungisida, insektisida, dan perekat pada bagian luka. Tujuannya mencegah cendawan, mempercepat pengeringan, dan penyembuhan luka. Selanjutnya adenium digantung selama 3 minggu agar luka kering, terutama bagian yang akan ditimbun media. Tanam anggota famili Apocynaceae unik itu di media campuran pasir gunung, arang sekam, dan kotoran kambing

fermentasi dengan komposisi 3:2:1. Letakkan di tempat kering dan terhindar dari terpaan hujan agar tidak busuk. Penyiraman dilakukan 4 hari setelah tanam dengan frekuensi lebih jarang dibandingkan adenium biasa.

Tahap pematangan dilakukan ketika luka sebelumnya pulih atau 3 bulan kemudian. Pola dihaluskan untuk menambah kemiripan, seperti penambahan anatomi dengan goresan. Contohnya membuat mata, hidung, dan telinga. Tahap lain yang tak kalah penting, memberikan nuansa seakan benda mati jadi hidup. ‘Seolah-olah ada kehidupan di adenium unik karya kita,’ kata Merta. Singkatnya memberikan ekspresi pada adenium unik.

Beda dengan Taiwan yang belum menampilkan ekspresi. Semua adenium unik mereka berasal dari bonggol busuk yang dikombinasi dengan batu. Latar belakang bonsai yang dimiliki Chen membuat adenium karyanya tampil menarik. Caranya mudah, bonggol busuk dikerok hingga tersisa bagian yang sehat. Kemudian sambung dengan adenium mini compacta. Bonggol ditempelkan di batu berukuran hampir sama, lalu ikat agar tak bergeser. Bungkus bonggol beserta batu dengan plastik. Kemudian masukkan media agar akar menempel sempurna. Bungkus plastik dibuka 1 tahun kemudian dan tali pengikat tahun berikutnya. Adenium pun tampil unik. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Destika Cahyana dan Imam Wiguna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img