Friday, August 12, 2022

Dongkrak Produksi 300%

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Dengan teknik pertahankan tiga buah per tanaman, pekebun melon berpeluang menuai laba tiga kali lipat dibanding cara biasa.

Rizqi Sunarto, pekebun melon di Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur, pantas bersuka cita. Selama 9 tahun menanam tanaman anggota keluarga Cucurbitaceae itu baru kali ini ia untung besar. Pada Maret 2011 Sunarto memanen 6.000 buah melon dari 2.000 tanaman. Lazimnya produktivitas hanya 2.000 buah.

Harap mafhum, kali ini Sunarto menuai tiga buah dari setiap tanaman, biasanya satu buah. Setiap buah berbobot 2 kg sehingga total panen pada panen Maret 2011 itu sebanyak 12 ton. Dengan harga di tingkat pekebun Rp4.000 per kg maka pendapatannya Rp48-juta. Setelah dikurangi biaya produksi Rp4.000 per tanaman, maka laba yang dikantongi mencapai Rp40-juta dari dua bulan masa budidaya.

Bandingkan jika ia yang menuai sebuah dari satu tanaman dengan populasi sama. Pendapatannya hanya Rp16-juta. Setelah dikurangi biaya Rp2.500 per tanaman labanya hanya Rp11-juta. Artinya dengan strategi baru mempertahankan 3 buah dalam satu tanaman Sunarto menuai laba hingga 3,5 kali lipat.

Dua kali lipat

Sunarto menanam Cucumis melo jenis action. Menurut pekebun dan ketua Ikatan Petani Melon Cilegon (IPMC), Ade Dwi Adedi, lazimnya produktivitas action 1-2 buah per tanaman. “Untuk menghasilkan 3 buah atau lebih sangat memungkinkan asalkan asupan nutrisi terpenuhi,” kata Ade.

Willy Prasetyo dari Asosiasi Tani Manunggal Pekalongan, menuturkan, melon jenis action bisa saja dibuahkan lebih dari satu buah per tanaman. Namun, dari pengalaman Willy kualitas buah, yaitu cita rasa menjadi turun. “Kami pernah coba pertahankan dua buah per tanaman, tetapi dari segi tingkat kemanisan yang diminta target pasar tidak tercapai,” ujarnya. Willy memanen action dengan kadar kemanisan hanya 100 brix, sementara pasar swalayan mensyaratkan 120 brix. Oleh karena itu pekebun melon di Pekalongan masih membudidayakan action dengan satu buah per tanaman. Sunarto mampu memproduksi tiga buah action per tanaman karena memelihara dua cabang pembantu di luar cabang utama (lihat ilustrasi).

Menurut kepala Pusat Kajian Tanaman Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, Sobir PhD, teknik membuat percabangan memang bisa dilakukan untuk mendongkrak produksi melon. Pada setiap cabang dipertahankan satu buah supaya pembesaran masing-masing buah optimal.

Mula-mula Sunarto membuat bedengan (lihat ilustrasi). Selanjutnya ayah 2 anak itu membenamkan 5 kg kompos per tanaman dan pupuk 40 g SP-36 per tanaman. Berbarengan dengan persiapan lahan ia menyemai benih melon di media tanam berupa tanah yang mengandung kompos. Umur 6 hari pascatanam bibit mencapai tinggi 4 cm dan sudah bisa dipindah ke lahan.

Selanjutnya Sunarto memberi pupuk tambahan mulai tanaman berumur 5 hari pascapindah tanam. Setiap 2 hari sekali ia mengocorkan pupuk NPK 16-16-16 ditambah KCl perbandingan 3:1, total dosis 2 g per tanaman yang diencerkan dalam 0,4 liter air. Jika Sunarto hanya mempertahankan satu buah per tanaman dosis pupuk hanya setengahnya. Pada saat tanaman berumur 17 hari pascapindah tanam, Sunarto membenamkan pupuk Phonska dan KCl perbandingan 2:1, dosis 100 g per tanaman.

Seminggu sekali sejak umur 1 minggu pascapindah tanam, ia juga menyemprotkan pupuk daun yang mengandung hormon pertumbuhan dengan dosis 1,5 cc per tanaman. Umur 50 hari pascapindah tanam, Sunarto membenamkan pupuk NPK di sekitar parit atau di tepi bedengan bagian luar dengan dosis 50 g per tanaman Sunarto mengamati pada umur 20 hari pascatanam lazimnya melon mulai dirongrong penyakit seperti downy mildew dan karat daun. Jika tingkat serangan mencapai 5% dari populasi biasanya ia menghentikan sementara pemupukan.

Untuk mengendalikan penyakit, ia menyemprotkan fungisida berbahan aktif mankoseb dan metalaksil dicampur perekat dengan dosis sesuai kemasan jika penyemprotan pada pagi hari. Bila penyemprotan dilakukan sore hari, Sunarto menggunakan fungisida berbahan aktif klorotalonil dan perekat, dosis sesuai kemasan.

Penyemprotan untuk mengendalikan penyakit dilakukan tiga kali berturut-turut dengan selang waktu 12 jam. Sunarto juga menyemprotkan fungisida itu dua hari sekali untuk pencegahan sejak umur tanaman 5-55 hari pascapindah tanam dengan dosis setengah dari dosis yang tertera pada kemasan. Serangan hama misal ulat diatasi dengan insektisida berbahan aktif imidakloprid dan klorantraniliprol. Sementara kutu daun dibasmi dengan insektisida berbahan aktif metrin dengan klorantraniliprol, dengan dosis sesuai kemasan.

Tiga cabang

Pada umur 15 hari pascatanam, Sunarto mulai melakukan seleksi cabang. Cabang biasanya muncul pada umur 7-14 hari pascatanam atau saat tanaman setinggi 1 m. Sunarto memilih dua cabang sehat berjarak sejengkal dari tanah. Kemudian rambatkan cabang di atas permukaan tanah secara horizontal. Pada umur 20-22 hari pascatanam Sunarto juga melakukan pemangkasan daun. Daun yang dipertahankan adalah daun yang sehat dan terpapar sinar matahari penuh, alias posisinya tidak tertutupi batang, buah atau bagian tanaman lainnya. Jumlah daun per tanaman sekitar 120 helai.

Pada umur 24-25 hari pascatanam muncul bunga. Pada cabang utama Sunarto mempertahankan tiga bunga pada ketiak daun ke-9-13. Bunga-bunga pada cabang pembantu dirompes. Menurut Sobir, dua cabang pembantu yang dijulurkan di atas permukaan tanah dapat membantu dalam penyerapan unsur hara asalkan memiliki akar. Sunarto memanen tiga buah melon saat umur tanaman 65-70 hari pascatanam. Rata-rata bobot buah 2 kg per butir. (Bondan Setyawan)

Keterangan Foto :

  1. Melon dapat dipertahankan 3 buah per tanaman bila nutrisinya terpenuhi
  2. Rizqi Sunarto tuai laba lebih tinggi dengan mempertahankan tiga melon per tanaman
  3. Melon Sky Rocket mampu dibuahkan tiga butir per tanaman
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img