Tuesday, November 29, 2022

dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS Di Antara Seksualitas dan Adenium

Rekomendasi

?Itu lo rumahnya yang banyak adenium!? Kata-kata penunjuk itu kerap terdengar bila seseorang mencari kediaman Boyke. Maklum, hunian milik ginekolog dan konsultan seks beken itu memang tampil beda. Bunga-bunga adenium bernuansa merah terlihat mencolok dari kejauhan. Shabi star itu tampil selaras dengan rumah bergaya mediterania bercat paduan krem dan jingga.

Kata-kata di atas juga yang Boyke sebutkan waktu Trubus meluncur menuju kediaman dokter kelahiran Bandung, 14 Desember 1956 itu. Memasuki gerbang besi menuju halaman depan, adenium langsung terlihat. Anggota famili Apocynaceae itu berjejer rapi di teras samping kanan ruang tamu. Ia juga terlihat menjuntai dari balkon di lantai atas.

Shabi star itu tak sendiri menghias rumah bertingkat 2 itu. Adenium berpadu serasi dengan dendrobium, kamboja Plumeria sp jingga dan merah muda, serta semak-semak mawar Boyke memang menyukai tanaman berbunga.

Peralatan ?perang?

Ketika hari berganti pagi, halaman ?berwarna? merah karena adenium itulah yang pertama dilihat begitu membuka jendela kamar. Lalu saat Dhima Paramitha, Dhila Puspitha, dan Dithya Prasetya?3 putra-putri?berangkat sekolah, Boyke bergegas mengambil peralatan ?perangnya?: sarung tangan, gunting dan pisau tajam, serta beragam bahan kimia. Sulung 5 bersaudara itu bukan hendak menuju ruang operasi, tapi halaman depan rumah.

Sambil bermandi matahari, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu memangkas cabang-cabang adenium yang tumbuh sembarang. Lalu menaburkan pupuk lambat urai setiap minggu. Tak lupa insektisida dan fungisida berdosis rendah disemprotkan supaya tanaman selamat dari serbuan hama penyakit. ?Kalau sudah pegang gunting bisa sampai 2 jam dihabiskan di taman,? kata pemegang gelar Magister Administrasi Rumah Sakit itu.

Sambil merawat, Boyke kerap mengajak adenium-adeniumnya berbicara. Buat sebagian hobiis, berbincang dengan tanaman menjadi ajang relaksasi. Total jenderal ada 50 kamboja jepang berukuran sedang yang ditata di pagar balkon dan 6 pot adenium besar.

Dari Paris

Kalau saja tidak berbulan madu ke-2 ke Paris, Perancis, belum tentu Boyke kini keranjingan adenium. Di kota mode itu, suami Hj dr Ferry Lasemawati, SpRad itu terpikat suasana sebuah kafe. Bangunannya khas mediterania dengan balkon-balkon membulat. Namun, yang lebih membuat Boyke terpesona, pagar-pagar balkon itu penuh adenium berbunga. Berawal dari sana, Boyke bercita-cita suatu saat memiliki rumah seperti kafe di Paris itu.

Pucuk dicinta ulam tiba. Sebidang tanah di kawasan Menteng pas benar dengan impian itu. Maka pada 2003, berdirilah rumah bergaya mediterania dengan kamboja-kamboja jepang di halaman depan dan pagar-pagar balkon. ?Saya cari sendiri sampai ke petani-petani di Rawabelong (kawasan tanaman hias di Jakarta Barat, red),? ujar Boyke. Yang dipilih melulu adenium bernuansa merah.

Maklum warna itu memang menarik perhatian. Lagi pula, ?Buat saya merah itu berarti kebahagiaan,? kata pria yang ruang tamunya pun didominasi perabot bernuansa merah. Adenium dipilih lantaran tanaman bandel. Perawatannya ringan: asal cukup mendapat sinar matahari, serta diberi pupuk dan penyiraman rutin kembang-kembang shabi star tak putus bermunculan. Keindahannya tak melulu bunga, tapi bentuk-bentuk bonggol yang unik.

Mapala

Sejatinya, penulis buku-buku kesehatan reproduksi itu memang penggemar tanaman. Masa kecil di Bandung kerap dihabiskan membantu Subagio Danusasmita?sang ayah?berkebun. Di rumah keluarga di Kota Kembang ditanami beragam tanaman buah dan hias. Selepas kuliah, tanaman hias juga yang menemani dokter muda itu bertugas di puskesmas-puskesmas daerah.

Setelah berkeluarga dan tinggal di Jakarta, Boyke semakin getol mengoleksi tanaman. Jutaan rupiah rela dihabiskan demi kesenangan hati. Tanaman koleksi ditata sendiri membentuk taman yang serasi dengan hunian. Itu membuat Boyke merasa selalu dekat dengan alam.

Penggemar naik gunung itu sempat merawat beberapa jenis anggrek. ?Tapi yang rajin berbunga hanya dendrobium,? tutur anggota MAPALA?tim pencinta alam di kampus UI. Di halaman belakang, pohon mangga, jeruk, jambu jamaika membuat teduh suasana. Boyke membelinya dalam kondisi berbuah dari beberapa pameran. ?Tapi sekarang kebanyakan malas berbuah,? keluh penggemar lukisan itu. Toh, pengisi acara seputar kesehatan kandungan dan seks di berbagai media itu tak jera. Setiap kali ada tabulampot berbuah di ajang pameran, langsung diangkut ke kediaman.

Kini bila Boyke berceramah tentang kesehatan, adenium ikut diselipkan. Kalau ada yang pernah mendengar kata-kata, ?Ibu-ibu cobalah untuk lebih sering terkena matahari. Adenium saya karena terkena matahari jadi lebih sehat dan terus berbunga. Ibu-ibu juga mesti lebih banyak kena sinar matahari supaya tulangnya tidak keropos.? Itu ucapan Boyke di depan peserta seminar tentang menopause, bukan penggemar mawar gurun. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img