Friday, August 19, 2022

Drama Sinar Bulan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Cahaya bulan itu ditata bersama aglaonema lain di balkon belakang lantai 2 kediaman di kawasan elit Semarang. Namun, kebahagiaannya sedikit terusik waktu temannya sesama pencinta sri rejeki datang bertandang. ‘Itu bukan moonlight, tapi catherine,’ ujar si teman. Aglaonema yang disebut terakhir harganya cuma Rp350.000 per pot dengan ukuran sama. Artinya, Christian membeli 10 kali lebih mahal!

Untung saja Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Diponegoro itu tidak patah arang. Catherine tetap dirawat dengan baik bersama sri rejeki lain: tiara, widuri, hot lady, sexy pink, red cochin, dan legacy. Moonlight ‘palsu’ itu pun tumbuh sehat.

Kasih sayang Christian ternyata berbalas pada awal Maret 2009. Koleksinya itu terpilih menjadi 10 besar aglaonema terbaik pada ajang Greg Hambali Award yang diselenggarakan komunitas Agalonema Indonesia pada Trubus Agroexpo di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Penampilan catherine dianggap istimewa. ‘Di batangnya muncul warna merah, biasanya tidak,’ tutur Indri Greg Hambali. Pantas Henry Biantoro kepincut. Kolektor di Jakarta Barat itu lalu menawarkan transaksi: catherine ditukar dengan moonlight miliknya. Dengan sukacita Christian mengiyakan. Keinginan mendapatkan moonlight pun akhirnya terwujud. (Evy Syariefa/Peliput: Imam Wiguna)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img