Wednesday, August 10, 2022

Drs Sjachroedin ZP, SH ‘Lampung Lumbung Energi Terbarukan’

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ironisnya, meski kaya sumberdaya alam, Sang Bumi Ruwa Jurai-julukan Lampung-provinsi ke-3 termiskin. Untuk mengetahui strategi pembangunan agribisnis, wartawan Trubus, Imam Wiguna, Karjono, dan Rosy Nur Apriyanti menemui Sjachroedin pada 7 Maret 2007. Mantan kepala Polda Jawa Barat itu lugas dan akrab menjawab setiap pertanyaan. Berikut petikannya.

Apa kebijakan Anda dalam mengembangkan sektor pertanian?

Pertanian sektor utama karena 70% masyarakat Lampung sebagai petani. Selain itu pertanian itu kompleks, tak hanya bergantung pada bibit, pupuk, dan tanah yang bagus, tetapi juga sistem pengairan yang baik dan pemasaran. Bila petani mengangkut hasil panen melewati jalan-jalan rusak, biaya transportasi meningkat.
Oleh sebab itu, jalan-jalan juga harus diperbaiki. Pembangunan pertanian harus terpadu melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pengairan dan Pekerjaan Umum. Pembangunan pertanian mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Itu untuk jangka panjang. Pemerintah menetapkan padi, jagung, ubikayu, cabai, dan pisang sebagai komoditas unggulan.

Lampung provinsi ke-3 termiskin di Indonesia. Bagaimana Anda mengatasinya?

Sebagian besar petani sebagai buruh tani tanpa memiliki lahan. Kalaupun memiliki, luasnya kurang dari 0,5 hektar sehingga tergolong miskin. Dalam jangka pendek, pemerintah mengirimkan warga miskin ke Cina untuk mengikuti pelatihan keterampilan selama 3 bulan. Setelah selesai, mereka bekerja di sana. Melalui program ini, penghasilan mereka hingga Rp4-juta per bulan. Cara lainnya, pemerintah melakukan program bedah rumah hingga 1.000 rumah.

 

Sugiri lengkeng genjah yag berbuah perdana pada umur setahun. Produksi pada panen ke-3 mencapai 25 kg. Rasa manis-terutama pada pembuahan musim kemarau, berair, biji sedang, kulit gampang dikupas, dan daging putih susu bening. Penemunya adalah Sugiri (45 tahun) yang memproduksi rata-rata 4.000 bibit per tahun setara 40 ha.

Bagaimana hasil program bedah rumah?

Saya terinspirasi acara televisi. Rumah tak layak huni, saya perbaiki. Memang hanya bagian luar. Tapi setelah diperbaiki, eh akhirnya malah dijual. Pemilik justru enggan menempatinya. Itulah susahnya rakyat Lampung. Ha? ha?

Lampung mempunyai sugiri, varietas lengkeng unggul. Bagaimana pengembangannya?

Dalam dua tahun terakhir, pemerintah Provinsi Lampung memberi ribuan bibit lengkeng sugiri kepada masyarakat untuk dibudidayakan. Itu untuk mewujudkan Lampung sebagai sentra lengkeng.

Strateginya?

Pemerintah mengirim Sugiri (penemu lengkeng sugiri, red) ke Thailand untuk meningkatkan pengetahuan dan mempelajari pengembangan buah-buahan di sana. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung juga memberikan bimbingan untuk meningkatkan kualitas lengkeng sugiri. Langkah-langkah itu untuk meningkatkan daya saing terhadap lengkeng impor.

Potensi komoditas hortikultura amat besar. Bagaimana kebijakan pengembangannya?

Pemerintah memberikan bibit unggul, menyelenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), memperkuat kelembagaan kelompok tani, diversifikasi usaha, meningkatkan bimbingan teknis, dan memperbaiki pascapanen. Harapannya luas areal perkebunan di Lampung kian bertambah. Untuk menghindari sebaran penyakit pisang, pemerintah merehabilitasi kebun dengan bibit unggul hasil kultur jaringan bebas penyakit.

Apa kebijakan Anda untuk membantu pemasaran agribisnis?

Pemerintah rutin menggelar lelang agro setiap 4 bulan di Bandarlampung. Para petani diikutsertakan dalam pameran-pameran pertanian. Jangan lupa pemerintah juga menjembatani kerjasama pemasaran dengan negara bagian Selangor, Malaysia. Saya berencana membangun terminal agribisnis di Tanjungkarang Barat dan kawasan niaga terpadu berbasis agribisnis seluas 40 hektar di Terbanggi Besar.

 

Konsumsi premium Indonesia terus melambung, dari 14,60-miliar liter pada 2001 menjadi 15-miliar liter (2004), dan 17,47-miliar liter (2005). Seperlima dari total kebutuhan premium Indonesia diimpor; jumlahnya mencapai 3,5-miliar liter. Di tengah harga minyak yang terus melonjak, harga jual premium masih bergantung pada subsidi pemerintah. Biaya produksi sebenarnya Rp6.300, nilai subsidi Rp1.800 per liter.

Sebagai produsen singkong terbesar, Anda tertarik mengembangkan bahan bakar nabati?

Pemerintah membentuk Forum Energi Daerah untuk mensosialisasikan penggunaan biofuel. Misalnya membentuk desa mandiri energi dan pelatihan teknologi biofuel. Pengembangan biofuel menciptakan lapangan kerja sehingga turut andil dalam mengatasi kemiskinan. Coba lihat, 8 kabupaten dicanangkan untuk budidaya singkong. Luasnya mencapai 724.354 ha. Pengembangan di sektor hulu itu juga diimbangi dengan pendirian pabrik pengolahan bioetanol.

Ambisi Anda terhadap bioetanol?

Saya ingin Lampung menjadi pemasok utama kebutuhan bioetanol di Indonesia. Selain itu saya juga ingin Lampung sebagai lumbung energi terbarukan sekaligus mengembangkan masyarakat dengan biofuel.

Bagaimana Anda melihat peternakan kerbau rawa di Tulangbawang?

Kerbau rawa salah satu keunggulan khas Provinsi Lampung. Tak seluruh kawasan Sumatera terdapat populasi kerbau rawa. Oleh sebab itu pemerintah berencana mencanangkan area itu sebagai kawasan wisata alam sehingga menarik minat wisatawan. ****

 

Drs Sjachroedin ZP, SH
Tempat, tanggal lahir:

  • Tanjungkarang, 7 Februari 1947

Pendidikan:

  1. Fakultas Hukum Universitas Jagabaya
  2. Akabri Angkatan I
  3. PTIK Angkatan XIII
  4. Sesko ABRI Kepolisian
  5. Sesko ABRI Susreg VIII
  6. Lemhannas KSA VII

Karier:

  • Staf Ahli Kepala Kepolisian Republik Indonesia Bidang Manajemen
  • Direktur Sabhara Kepolisian Republik Indonesia
  • Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan
  • Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat
  • Deputi Kepala Kepolisian Republik Indonesia Bidang Operasional
  • Gubernur Lampung

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img