Sunday, August 14, 2022

Dua Bulan 15 Ha Mati

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Itulah pertanda kehadiran cendawan Uromycladium tepperianum di kebun Imbuh. Setelah mlungker, pucuk berwarna cokelat, menghitam, kemudian, sengon pun meregang nyawa. Nah, ketika sebatang pohon terserang penyakit maut itu, Isrofi dari PT Dharma Satya Nusantara (DSN)-pengolah sengon di Temanggung-menyarankan Imbuh untuk melenyapkannya. Sayang, Imbuh menolak saran itu.

Dampaknya penyakit itu bagai air bah yang mengalir cepat. Mula-mula menyebar ke pohon-pohon lain masih di kebun Imbuh seluas 10 ha. Cendawan anggota famili Pileolariaceae itu menyeberang ke lahan tetangga milik Budiyono. Total jenderal 4.500 pohon di lahan 5 ha miliknya mati akibat ulah cendawan itu. Akhirnya, karat tumor menjadi pagebluk alias epidemi di Desa Tlogopucang. Tercatat 65 pekebun di desa itu gagal menyelamatkan 600.000 sengon di total lahan 15 ha hanya dalam 2 bulan. Tragedi pada 2007 itu ketika pohon rata-rata berumur 3 tahun.

Jangankan yang muda, pohon tua terserang pun gagal terselamatkan. Meski kayu ditebang, tak laku terjual lantaran kayu berwarna cokelat, bukan putih yang dipersyaratkan produsen. Itulah yang dialami Muhammad Suwardi, pekebun di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Sepuluh pohonnya berumur 7 tahun terserang karat tumor hampir bersamaan hingga ia tak mampu menyelamatkan.

Menurut Dr Eko Bhakti Hardiyanto, ahli penyakit sengon dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada angin menerbangkan spora cendawan. Spora menempel di bagian tanaman atau jaringan. ‘Bila miselium masuk ke kambium dapat mengeblok aliran air dari akar ke daun,’ ujar doktor alumnus Michigan State University itu. Itu yang menyebabkan daun spiral alias mlungker dan akhirnya tanaman pun mati. (Sardi Duryatmo/Peliput: Niken Anggrek Wulan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img