Friday, December 9, 2022

Dua Bulan Panen Serempak

Rekomendasi

Itu terjadi sejak Hadi menanam kacang hijau varietas vima 1 pada Juni 2008. Polong varietas baru itu masak serempak hingga Hadi tak perlu repot memanen 2 kali. Umurnya pun genjah, 60 hari. Varietas lokal yang dulu ditanam Hadi, 80% polong baru masak pada umur 90 hari. Sisa 20% polong baru dapat dituai 4 hari kemudian.

Polong yang masak serempak, tentu saja menekan biaya panen. Untuk memanen varietas vima 1 di lahan 2 ha, Hadi hanya membutuhkan 10 pekerja selama sehari. Dengan ongkos Rp15.000 per orang, biaya panen cuma Rp150.000. Bandingkan dengan biaya panen sebelumnya, Hadi memerlukan minimal 25 buruh petik. Empat hari kemudian untuk menuai 20% sisanya, ia perlu 10 pekerja. Dengan biaya Rp15.000 per orang per hari, total jenderal biaya tenaga kerja untuk dua kali panen mencapai Rp575.000.

Mengapa perlu banyak tenaga kerja? Mereka harus memetik satu per satu polong hitam tanda matang. Pada varietas vima 1 yang matang serempak, memudahkan pekerja panen. Para pekerja memotong batang kacang hijau 6 cm dari atas tanah. Produktivitas vima 1 pun lebih unggul mencapai 1,76 ton; varietas lokal, cuma 1,5 ton per ha. Dengan harga jual Rp7.000 per kg, omzetnya Rp24,64-juta. Menurut Hadi biaya produksi Rp3.500/kg sehingga laba bersihnya mencapai Rp9-juta per ha.

Lemak rendah

Vima 1 hasil riset Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang dan dirilis pada 2008. Menurut Ir Mochammad Anwari, MS, periset dari Balitkabi, vima 1 juga tahan rebah dan resistan terhadap penyakit embun tepung akibat serangan cendawan Erysiphe polygoni. Kehilangan hasil akibat embun tepung pada keluarga Fabaceace itu mencapai 30-40%. Pada serangan berat, seluruh permukaan daun tertutup spora cendawan berwarna putih, kehilangan mencapai 58%.

Kelebihan lain, ‘Tandan bunga vima 1 di atas kanopi sehingga memudahkan penyemprotan pestisida untuk mengatasi hama kembang kepel Meruca testulalis,’ ungkap Anwari. Menurut master pemuliaan tanaman alumnus Universitas Gadjah Mada itu ulat merontokkan bunga kacang hijau. Setelah itu ulat masuk ke polong dan menggerek bagian dalam polong. Cara mengatasinya dengan menyemprotkan insektisida setiap 5 hari.

Pada varietas lokal letak bunga di bawah kanopi sehingga menyulitkan penyemprotan. Oleh karena itu pekebun kacang hijau kerap merugi akibat kembang kepel. Hadi pernah mengalaminya pada 2006, saat itu ia hanya menuai 700 kg dari 2 ha lahan.

Menurut Anwari, ‘Kadar lemak vima 1 rendah hanya 0,4%’, tutur pria kelahiran Kediri 19 Desember 1948 itu. Sekadar contoh, varietas PB yang kerap digunakan sebagai bakpia berkadar lemak 0,53%. Menurut Dr Rifda Naufalin SP MSi, ahli pangan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, kacang hijau berkadar lemak tinggi menyebabkan daya simpan lebih singkat. Itu karena terjadi oksidasi lemak sehingga beraroma tengik.

12 tahun

Anwari mulai menyilangkan vima 1 sejak 1996. Ia menginginkan kacang hijau yang genjah, berbiji besar, polong di atas daun, dan tahan penyakit embun tepung. Tetua jantan dipilih VC 1973A yang mempunyai sifat hasil tinggi, polong tidak mudah pecah, dan agak tahan penyakit embun tepung. Sementara untuk tetua betina digunakan VC 2750A yang tahan penyakit embun tepung.

Pada kacang hijau penyerbukan terjadi saat bunga kuncup. Oleh karena itu perkawinan silang sangat kecil terjadi, paling hanya 4%. Karena bunga kuncup, Anwari melakukan kastarisasi alias membuka kuncup bunga. Bunga yang digunting kemudian diberi tanda dengan ikatan tali. Bila matang, bunga akan mekar, jika tidak mekar bunga akan rontok. Anwari melakukan kastarisasi pada pukul 15.00-16.00.

Pukul 08.00 pagi, keesokan harinya, ia melakukan penyerbukan buatan. Selang dua hari kemudian, bunga rontok dan timbul benjolan bakal polong. Biji-biji keturunan pertama atau F1 itu selanjutnya ditanam dan diseleksi. Anwari memilih bibit berhipokotil merah. Hipokotil adalah area di antara lembaga dan akar. Bibit berhipokotil merah itu tanda terjadi penyerbukan silang; jika hijau, penyerbukan sendiri.

Dari 32 kombinasi persilangan ia memperoleh 112 biji keturunan pertama. Biji-biji itulah yang ia tanam berjarak 40 cm x 10 cm di plot berukuran 4 m x 4 m. Enam tahun berselang, Anwari memperoleh biji-biji keturunan ke-8 yang ia tanam pada 32 plot. Hasilnya 250 galur yang selanjutnya diseleksi ulang. Akhirnya didapatkan 10 galur pilihan yang diuji multilokasi di 17 daerah di 3 provinsi.

Dari 10 galur itu kemudian mengerecut menjadi 1 galur pilihan yang diberi kode MMC157d-Kp-1 yang akhirnya dirilis sebagai vima 1. Total jenderal Anwari membutuhkan waktu 12 tahun hingga sang galur diluncurkan menjadi varietas pada Januari 2008. Kini varietas pendatang baru itu mulai dilirik pekebun. Muhammad Syarif, pekebun di Demak, Jawa Tengah, misalnya, tertarik menanam ulang vima 1. ‘Umurnya genjah, panen serempak, dan melimpah. Petani mudah mengatasi jika terserang hama kembang kepel,’ tutur Syarif yang pertama kali mengebunkan vima 1 pada musim tanam 2008. (Faiz Yajri/Peliput Rosy Nur Apriyanti)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img