Sunday, November 27, 2022

Dua Malam Demi Attenboroughii

Rekomendasi

Niatan untuk melihat kantong semar jenis baru di Victoria Peak sebetulnya terpendam sejak lama. Waktu itu 4 misionaris yang dievakuasi dari puncak Victoria karena kehabisan bekal bercerita, ada periuk monyet dengan ukuran kantong besar di puncak gunung itu. Rasa penasaran pun mendorong untuk menjelajahi gunung yang lokasinya di tengah Palawan itu.

Perjalanan dimulai pukul 06.00 ketika kami keluar dari penginapan menuju lokasi perburuan. Setelah 3 jam perjalanan bermobil, tibalah di kaki Victoria. Di sinilah pendakian dimulai. Mula-mula kami berjalan kaki melalui hutan dataran rendah. Lalu menyeberangi banyak sungai dan menerobos hutan hujan tropis yang lebat dan masih perawan. Sama sekali belum terjamah. Arah perjalanan pun terkadang membingungkan lantaran tak ada jalan setapak. Akhirnya diputuskan untuk berjalan menyusuri tepi sungai.

Dalam perjalanan, kami menemukan entuyut dataran rendah, Nepenthes philippinensis. Kantong atas berbentuk silinder dengan ukuran sedang, tinggi sekitar 10 cm. Kantong bawah bundar di bagian bawah dan berubah menjadi silinder saat mendekati mulut. Bentuk peristome bulat. Penampilannya samar lantaran kantong, peristom, dan tutup dominan warna hijau. Selain periuk kera, juga ditemukan paku-pakuan unik berwarna merah muda dan jamur berwarna biru terang.

Hilang arah

Tak terasa jam di tangan sudah menunjukkan pukul 05.00 sore. Kami pun mencari daerah datar untuk mendirikan tenda dan bermalam. Perjalanan diteruskan keesokan harinya. Pendakian semakin sulit lantaran jalan kian terjal. Kami terpaksa berjalan zigzag di tepi lereng terjal di antara pohon pendek dan berlumut dengan sangat hati-hati. Sesampainya di lereng tepat di bawah puncak gunung, pemandu mulai ragu untuk melanjutkan perjalanan. Ternyata, ia belum pernah menjelajah hingga puncak gunung.

Untung sehari sebelum keberangkatan kami sudah mempersiapkan segalanya dengan matang. Dengan menggunakan Global Positioning System (GPS), jalan menuju puncak pun diketahui. Setelah sejam mendaki, akhirnya ditemukan jejak yang pernah dilalui pendatang sebelumnya berupa tanda di pohon dan jalanan tua. Tanda itu berasal dari 4 misionaris yang pernah mendaki puncak Victoria untuk memasang menara radio agar komunikasi radio antardaerah lebih baik. Jejak juga berasal dari ekspedisi yang dipimpin perwakilan perusahaan pertambangan untuk mengambil sampel bebatuan gunung tersebut.

Perjalanan dilanjutkan mengikuti jejak sebelumnya, melewati hutan bambu. Lepas dari hutan bambu, mulai tampak hutan gunung sebenarnya. Vegetasinya didominasi pohon pendek dan semak lebat yang tingginya hanya 1 meter. Hujan mulai turun, tapi itu tak menyurutkan langkah untuk terus mendaki. Di ketinggian sekitar 1.600 m dpl, tiba-tiba terlihat 1 tanaman berkantong, lalu kedua, dan seterusnya. Tak disangka dalam sekejap kami dikelilingi kantong semar. Ternyata, lokasi tersebut merupakan habitat mereka.

Jenis baru

Sayang hari sudah mulai gelap sehingga pengamatan dihentikan. Keesokan hari, selama 4 jam koloni periuk kera baru itu difoto, didokumentasikan, dan dicatat anatominya dengan detail. Secara morfologi ia mirip N. rajah asal Sabah, Malaysia Timur, yang memiliki kantong terbesar. Tanaman tumbuh ke atas membentuk batang kayu setinggi 120 cm yang terdiri dari 12 daun.

Daun keras dan kasar. Bentuk daun membujur, panjangnya 40 cm dan lebar 12 cm. Namun, bentuknya tak seperti N. rajah, tangkai daun bukan di tengah melainkan di bagian tepi. Kantong berukuran jumbo, panjang 28 cm dan lebar 14 cm. Diperkirakan kantong bisa menampung 1,5 l air. Permukaan luar kantong berwarna hijau kekuningan dan hijau kemerahan. Bagian dalam, berbercak ungu atau merah.

Setelah pengamatan seksama, rombongan yakin, periuk monyet itu jenis baru yang belum pernah dipublikasikan. Anggota famili Nepenthaceae itu pun diberi nama N. attenboroughii untuk menghormati Sir David Attenboroughii. Itu lantaran karyanya menginspirasi generasi penerus untuk memahami keindahan dan keberagaman alam dengan lebih baik. Perjalanan panjang selama 3 hari 2 malam mendaki puncak Victoria pun terbayar dengan penemuan N. attenboroughii yang spektakuler.***

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img