Friday, August 12, 2022

Dua Pijakan Organik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Sosok buah kopi arabika hasil budidadya organik di Kabupaten Benermeriah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

TRUBUS — Menurut pengamat ekonomi industri dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir, Arief Daryanto, DipAgEc, M.Ec., prinsip perdagangan berkeadilan (fair-trade) dalam perniagaan kopi organik memiliki keunggulan. Dari segi penanaman dan pengelolaan, konsumen yakin bahwa petani memproduksi kopi di lahan-lahan yang dibuka dengan memperhatikan aspek lingkungan di sekitarnya.

Para pekerja mengurus budidaya kopi dan memperoleh bayaran dengan adil dan tanpa eksploitasi. Kopi yang dibudidayakan dalam praktik fair trade biasanya kopi organik. “Mereka menggunakan pembasmi hama alami dan pupuk alami seperti kompos dan pupuk kandang. Hal ini tentu saja merupakan bonus bagi konsumen yang sadar kesehatan,” kata Arief.

Keunggulan lainnya adanya keadilan bagi petani kecil. Mereka tidak akan dieksploitasi atau digusur oleh pemilik perkebunan besar, dengan adanya prinsip fair trade. Kopi fair trade pun sering disinonimkan dengan kopi berkualitas. Oleh karena itu, kopi itu banyak dipakai produsen besar. Saat ini sudah ada sekitar 100 perusahaan dunia yang khusus mendapat pasokan.

Vice President The International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM) Asia, Indro Surono mengatakan, sistem fair trade memberikan penghargaan khusus pada aspek sosial seperti ketenagakerjaan dan kondisi kerja yang aman. Salah satu isu yang perhatikan dalam sertifikasi sosial fair trade adalah partisipasi perempuan sepanjang mata rantai produksi.

“Makin tinggi partisipasi perempuan makin baik sebuah usaha/koperasi dan karena itu buyer memberikan insentif tambahan berupa dana sosial fair trade,” kata Indro. Sebelumnya perempuan hanya menjadi objek atau dieksploitasi dalam praktik budidaya dan rantai produksi pertanian. Oleh karena itu, jika ada koperasi yang digerakkan dan beranggotakan perempuan, merupakan nilai plus.

Selain itu dua prinsip pertanian organik adalah prinsip kesehatan dan ekologi, selain prinsip keadilan dan perlindungan. Prinsip kesehatan menekankan budidaya organik tanpa asupan konvensional (kimia). Produk yangg dihasilkan pun sehat dan tidak mengandung residu bahan kimia. Prinsip ekologi menegaskan bahwa budidaya pertanian organik menghargai dan menjaga keseimbangan alam, keanekaragaman hayati, kesehatan tanah, pemanfaatan air, dan keberlanjutan pertanian. Praktik dari dua prinsip itu menegaskam pertanian organik selaras dan menjaga lingkungan. (Sardi Duryatmo)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img