Saturday, December 3, 2022

Dua Varietas Kopi Baru dengan Produktivitas Tinggi

Rekomendasi

Trubus.id — Ada dua varietas kopi baru unggul yang bisa dijadikan pilihan petani, yakni kopi Gayo dan Korolla. Keduanya memiliki keunggulan potensi produktivitas yang tinggi. Detail kelebihan dari varietas baru itu sebagai berikut.

Kopi Gayo 3

Kopi Gayo 3 merupakan jenis arabika berperawakan katai, berbuah lebat, dan genjah. Keunggulan lainnya, memiliki produksi tinggi mencapai 1,50–2,09 ton biji kering per hektare per tahun.

Varietas Gayo 3 dirilis pada 13 April 2022. Gayo 3 adaptif di tempat berelevasi lebih dari 1.300 meter di atas permukaan laut (m dpl) serta tumbuh baik pada tipe iklim B dengan hujan merata sepanjang tahun.

Habitus pertumbuhan temasuk tipe katai dengan tipe percabangan tegak agak mendatar dengan diameter tajuk rata-rata 2,17 m. Ruas cabang pendek 2,96 cm–5 cm sehingga menyebabkan jarak antardompolan buah rapat.

Kopi Tugu Kuning atau Korolla

Kopi varietas unggul lainnya yakni Tugu Kuning. Produktivitas kopi varietas Tugu Kuning mencapai 2,8–3 ton per musim panen. Kini, Tugu Kuning beralih nama menjadi Korolla 1. Klon kopi Korolla dilepas pada Oktober 2018.

Bupati Lampung Barat mendaftarkan klon Korolla 1, Korolla 2, Korolla 3, dan Korolla 4 sebagai klon unggul lokal di kantor Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) pada Agustus 2018.

Korolla merupakan singkatan dari kopi robusta liwa lampung. Sejak 1978 dilakukan seleksi individu dan pada 1980 dilakukan penamaan 4 klon kopi bernama Tugu Kuning, Tugu Hijau, Lengkong, dan Bodong.

Observasi lanjutan dilakukan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri). Tipe pertumbuhan varietas Korolla 1 berbentuk Tak-Ent dengan penyambungan batang bawah dengan cabang produktif atau cabang entres asal klon unggul seperti Klon BP 42, BP 234, BP 358, SA 237, BP 436, BP 534, BP 920, dan BP 936. Produktivitas Korolla 1.300–3.700 kg kopi biji per hektare per tahun.

Sistem Tak-Ent dilakukan untuk peremajaan tanaman dengan produksi yang menurun dan berasal dari klon asal. Potensi hasil varietas itu mencapai 2,05 kg per biji per tanaman per tahun setara 2,87 ton per biji per hektare per tahun.

Populasi mencapai 1.400 tanaman per hektare. Teknik peremajaan itu mempercepat waktu produksi kopi yakni 1,5 tahun setelah sambung. Selain mempercepat produksi, kopi yang dihasilkan bermutu baik.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img