Tuesday, August 9, 2022

Durian Enak di Kaki Gunung Kawi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ibu negara Ani Yudhoyono pun tergoda mencicip lezatnya durian jingga yang disajikan pada acara Dies Natalis Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur itu. Usai menggigit daging buah, Ani langsung mengacungkan jempol. Dua menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan sejumlah staf yang tak ketinggalan ikut mencoba pun sepakat: durian jingga enak.

Raja buah hasil eksplorasi Pusat Penelitian Durian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya itu memang istimewa. Daging buah tebal dan bertekstur lembut seperti es krim. Rasa manis sedikit pahit terasa lengket saat menyentuh lidah. Warna daging buah juga menarik: kuning dengan semburat jingga. Makanya Pusat Penelitian Durian menjuluki durian itu sebagai durian jingga.

Durio zibethinus yang dicicip Presiden, sama dengan durian yang Trubus buru ke Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Januari 2009. Desa di kaki Gunung Kawi itu dikenal sebagai sentra durian di Malang. Setiap Desember-Februari saat musim tiba, lapak penjual durian berjejer di sepanjang ruas jalan Malang-Kediri. Di sana durian dari Desa Pait dijajakan bersama raja buah dari Desa Wonoagung dan Slatri. Dua desa yang disebut terakhir juga sentra durian di Kabupaten Malang.

Paling top

Di 3 desa sentra durian itu rasa jingga tak terkalahkan. Pantas harganya fantastis: Rp60.000/buah berbobot 1,5-2 kg. Menurut Lutfi Bansir, staf Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, yang sedang menempuh pendidikan doktoral di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, durian jingga satu-satunya yang berdaging semburat jingga di antara 52.000 durian yang tumbuh di Kasembon. Pohon jingga berumur 80 tahun dengan produksi rata-rata 200 buah per tahun.

Lutfi menduga semburat jingga lantaran terjadi mutasi, bukan sifat resesif (tersembunyi, red) yang muncul akibat silangan alami di alam. Musababnya, pohon jingga menyendiri di tepi kebun jagung. Menurut Prof Sumeru Ashari MAgrSc PhD, pakar hortikultura dari Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, mutasi mungkin terjadi karena jingga berasal dari biji. ‘Mutasi juga bisa terjadi lantaran bunga betina diserbuki bunga jantan dari pohon yang sama secara terus-menerus,’ ujar dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya itu.

Durian jingga lalu ‘diselamatkan’ Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan memperbanyak bibit melalui teknik sambung pucuk. Penyelamatan dilakukan karena jingga memenuhi syarat unggul: daging tebal, rasa enak, dan tahan lama.

Andalan lain

Eksplorasi Pusat Penelitian Durian pada awal 2008 juga menemukan durian unggul lain seperti kunir, belimbing, salak, arab, dan bajul. Yang disebut pertama bernama kunir karena daging buah yang tebal berwarna kuning seperti kunyit. Sayang, daging buah sedikit berserat dan kasar. Namun, rasanya tak kalah top dengan jingga. Si kunir bisa dikenali dari warna kulit yang keunguan.

Belimbing sebutan durian berbentuk mirip belimbing: lekukan juring tegas pada kulit buah. Sedangkan ciri khas salak, daging buah renyah seperti salak. Teksturnya mirip daging buah durian muda, tetapi rasanya manis. Lutfi menduga salak mengalami kelainan genetik pada enzim pelunak daging buah saat matang. Enzim itu tidak bekerja sehingga daging buah tetap renyah meski buah matang. Durian unik itu cocok untuk bahan baku keripik.

Arab digemari konsumen karena berasa manis sedikit pahit. Ciri khas arab bisa dilihat dari tangkai yang panjangnya mencapai 8,75-10 cm. Sedangkan bajul dikenali dari bentuk buah yang memanjang.

Asal biji

Mencuatnya durian jingga yang dipuji Presiden kian mengukuhkan Kasembon sebagai gudang durian unggul. Beragam varian durian unggul lahir karena hampir seluruhnya ditanam dari biji. Keragaman itu pula yang membuat Lutfi Bansir bersama Pusat Penelitian Durian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya tertarik mengidentifikasi durian di kecamatan yang dihuni 21.945 jiwa itu.

Potensi genetik yang berhasil diidentifikasi adalah durian gunarti yang berbuah sepanjang musim. Itu karena buah dihasilkan dari penyerbukan bunga jantan dan betina dari sepohon. Artinya, meski ia berbunga di luar musim, maka tetap terjadi penyerbukan. Pada durian lain buah terbentuk dari bunga jantan pohon durian lain melalui bantuan kelelawar. Keunggulan itu menjadi investasi genetik untuk menghasilkan durian unggul yang berbuah tak kenal musim.

Durian lai Durio kutejensis juga tumbuh di halaman rumah seorang warga di Desa Pait. Lutfi menyilangkan durian endemik Kalimantan itu dengan beberapa jenis durian unggul lokal. Penyilangan itu diharapkan menghasilkan durian yang beraroma lembut seperti monthong dan warna daging buah menarik.

Pada Januari 2009 Lutfi memanen buah hasil penyerbukan silang. Persilangan itu baru menghasilkan lai berduri keras seperti zibethinus. Duri lai lazimnya lunak. Untuk mengetahui keragaman genetis hasil persilangan itu mesti menunggu buah dari penanaman biji hasil panen perdana. ‘Mungkin 7-10 tahun mendatang baru terlihat hasilnya,’ ujar Lutfi.

Monthong wagir

Kabupaten Malang tak hanya kaya beragam durian lokal yang lezat. Bagi pencinta durian monthong dapat mengunjungi kebun khusus monthong di Kecamatan Wagir milik seorang petinggi polisi di Jawa Timur.

Kebun khas monthong itu satu-satunya di Kecamatan Wagir. Oleh sebab itu dikenal dengan sebutan kebun monthong wagir. Di sana terdapat 400 monthong berumur 4-7 tahun yang ditanam di lahan 4 ha. Pengelolaan kebun tergolong intensif. Itu terlihat dari pohon yang pendek karena rajin dipangkas.

Monthong seukuran kepala kerbau bergelantungan di setiap cabang. Saking pendeknya beberapa buah bergelayut hampir menyentuh tanah. Jadi tinggal pilih, mau durian lokal yang kelezatannya dipuji Presiden atau monthong yang ukurannya besar? Semuanya ada di Kabupaten Malang. (Imam Wiguna)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img